presented by

JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — DAY 1 (PART 3)

SHARE THIS
94

Published by Sugar & Cream, Monday 31 August 2026

Images courtesy of JF3 Fashion Festival 2026

L’Entre-Deux: Interwoven Identities Merajut Perspektif Indonesia–Prancis

Melanjutkan rangkaian L’Entre-Deux: Interwoven Identities, JF3 Fashion Festival 2026 menghadirkan karya para talenta PINTU melalui program PINTU Accelerator dan PINTU Incubator. Mengusung eksplorasi identitas, budaya, serta inovasi fashion kontemporer, para desainer menerjemahkan cerita personal dan nilai budaya ke dalam karya dengan karakter yang beragam.

PINTU Accelerator – Lil Public

Melalui PINTU Accelerator, Lil Public mempersembahkan Tendo Series, koleksi yang mempertemukan fashion, literasi, dan storytelling. Terinspirasi dari novel Zenitendo karya Reiko Hiroshima, koleksi ini menerjemahkan berbagai emosi manusia melalui ilustrasi, karakter, dan eksplorasi siluet khas Lil Public. Enam tampilan—Goburin Cardigan, Yukie Jacket, Akira Jacket, Keiji Jacket, Hidea Cardigan, dan Ide Moto Beskap—menghadirkan dunia imajinatif melalui karakter monster bermata empat yang menjadi identitas visual label ini.

PINTU Accelerator – Lil Public

Dalam PINTU Incubator, Andrean NR membawa koleksi “Di Tengah Perjalanan”, sebuah refleksi mengenai pertumbuhan dan proses menemukan jati diri. Berbasis di Yogyakarta, label yang didirikan Andrean Nuur Ramadhan ini memadukan warisan budaya Indonesia dengan estetika kontemporer melalui reinterpretasi blangkon, teknik penjahitan modern, dan pendekatan genderless dalam enam tampilan busana pria.

Presented by Magran Living

PINTU IncubatorAndrean NR

ALDRIE mempersembahkan koleksi Spring Summer 2027 Roach Me, Roach Me Not, yang mempertanyakan kembali gagasan mengenai maskulinitas dan keberanian. Terinspirasi dari ironi rasa takut terhadap kecoa, koleksi ini menerjemahkan bentuk tersebut secara abstrak melalui detail tekstil dan aksesori eksperimental berbahan daur ulang, dipadukan dengan siluet oversized dan konstruksi modern.

PINTU IncubatorALDRIE

DACIA menghadirkan ORIGO S/S27, koleksi yang berangkat dari akar budaya Bangka dan lanskap Pulau Bangka. Melalui pendekatan streetwear kontemporer, Daciadhia Phoebehana menerjemahkan elemen alam dan Kain Cual ke dalam siluet oversized, tailoring santai, serta detail modular yang mengedepankan fleksibilitas, inklusivitas, dan prinsip keberlanjutan.

PINTU IncubatorDACIA

Toja mempersembahkan DVARA, koleksi yang mempertemukan arsitektur, tekstil, dan memori budaya. Terinspirasi dari makna “pintu” atau “gerbang” dalam bahasa Sanskerta, koleksi ini diwujudkan melalui enam tampilan yang mengolah teknik rajutan permadani, tenun tablet Palawa dari Mamasa, serta jalinan Kumihimo bersama para pengrajin Indonesia, menjadikan warisan sebagai praktik yang terus hidup.

PINTU IncubatorTOJA

Saul menghadirkan The Next Chapter, sebuah perayaan terhadap perjalanan perempuan yang terus bertumbuh dalam setiap fase kehidupan. Koleksi ini merefleksikan keberanian untuk melangkah menuju mimpi baru, sekaligus keyakinan bahwa setiap akhir selalu membawa awal yang baru.

PINTU IncubatorSAUL

Melalui karya Lil Public, Andrean NR, ALDRIE, DACIA, Toja, dan Saul, L’Entre-Deux: Interwoven Identities JF3 Fashion Festival 2026 memperlihatkan bagaimana fashion menjadi ruang untuk merangkai cerita, identitas, dan perspektif baru dalam kolaborasi kreatif Indonesia–Prancis.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK