presented by

JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — RE-SEE “HARSA” BY LAKON INDONESIA: MENEMUKAN CERITA DI BALIK SETIAP DETAIL

SHARE THIS
54

Published by Sugar & Cream, Monday 14 September 2026

Images courtesy of LAKON Indonesia and JF3

Melihat, Merasakan, dan Mengenal Lebih Dekat

Dan, setelah semua lampu runway padam, cerita HARSA justru belum selesai.

Ibu Thresia Mareta dan Aquinaldo Adrian

Setelah penampilannya sebagai penutup JF3 Fashion Festival 2026, LAKON Indonesia kembali mengajak rekan media untuk mengenal HARSA lebih dekat melalui Re-See LAKON Indonesia “HARSA”. Berlangsung pada 4 Agustus lalu di Teras LAKON, Summarecon Serpong, sesi ini menghadirkan koleksi dalam suasana yang lebih intim, memberi kesempatan untuk melihat lebih dekat detail serta proses yang membentuknya.

Jika di runway perhatian tertuju pada keseluruhan look, kali ini mata bisa berhenti lebih lama pada siluet, material, tekstur, hingga detail-detail kecil yang sebelumnya hanya tertangkap sekilas. Dari jarak ini, HARSA terasa bukan sekadar rangkaian busana, tetapi juga perjalanan proses yang dijalani sebelum akhirnya sampai ke runway.

Presented by Coulisse | INK

Di balik 36 tampilan HARSA, ada banyak trial and error dalam mengeksplorasi bentuk, material, teknik, hingga detail. Berbagai kemungkinan dicoba, disesuaikan, bahkan kembali dipertimbangkan sebelum menemukan bentuk yang terasa tepat. Salah satunya terlihat melalui permainan patchwork yang hadir sebagai aksen dan memberi karakter pada beberapa tampilan.

Eksplorasi juga hadir lewat material. Beberapa bahan yang mungkin tidak langsung terbayangkan sebagai bagian dari batik justru menemukan bentuk baru melalui eksplorasi tersebut. Di sinilah sisi eksperimental HARSA terasa—ketika material membuka kemungkinan baru dalam pengolahannya.

Salah satu tampilan yang menjadi favorit Thresia adalah double embroidery. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan proses yang tidak sederhana. Saat hasil akhirnya terlihat, yang muncul justru rasa lega sekaligus bangga setelah melewati seluruh prosesnya. Detail yang tampak indah pada akhirnya menyimpan perjalanan yang cukup panjang di belakangnya.

Bagi Thresia, percakapan, percobaan, kesalahan, hingga penyesuaian menjadi bagian dari proses kreatif yang membuat sebuah karya terasa lebih berarti. Ada banyak keputusan kecil yang perlahan membentuk satu busana hingga akhirnya menemukan bentuk yang tepat.

Menariknya, perhatian terhadap detail tidak hanya hadir pada busana. Lantai runway dengan bidang-bidang warna cerah ikut membangun suasana keseluruhan HARSA, membuat setiap look terasa lebih hidup dan playful. Sebuah detail yang menunjukkan bahwa cerita koleksi juga dibangun dari ruang dan atmosfer yang mengelilinginya.

Jika runway memberikan gambaran besar tentang HARSA, Re-See memberi kesempatan untuk memperlambat langkah dan melihat apa yang berada di baliknya—dari detail dan material hingga proses yang membentuk setiap karya. Semakin dekat HARSA dilihat, semakin banyak cerita yang ditemukan di baliknya.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK