presented by

LUNGSARA: WEAVING TRADITION AND INNOVATION AT THE 20th FASHION NATION

SHARE THIS
42

Published by Sugar & Cream, Wednesday 30 September 2026

Images courtesy of S&C

Cita Tenun Indonesia menampilkan koleksi “LUNGSARA” bersama tiga desainer muda, Saroong Atelier, OTHMAN, dan KMK di 20th Fashion Nation, Senayan City.

Cita Tenun Indonesia (CTI) mempersembahkan peragaan busana bertajuk LUNGSARA pada ajang 20th Fashion Nation di Senayan City, Jakarta. Nama LUNGSARA berasal dari kata lungsin yang berarti benang dasar penentu struktur tenun, serta sara yang dimaknai sebagai esensi. Filosofi ini menggambarkan esensi tenun Nusantara yang terus hidup sebagai wadah pertemuan antara tradisi dan pembaruan zaman.

​Acara yang digelar pada 23 September 2026 ini menampilkan hasil kolaborasi antara perajin tenun daerah dengan tiga jenama muda Indonesia. Ketiga jenama tersebut ialah Saroong Atelier, OTHMAN, dan KMK, yang masing-masing membawa karakter desain yang unik untuk mengeksplorasi kain tenun pilihan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana satu akar budaya yang sama dapat melahirkan beragam ekspresi busana yang relevan dengan tren modern.


Presented by Interni Cipta Selaras

​Saroong Atelier menyajikan koleksi LUNGSARA pertama yang memadukan Tenun Endek Bali 3D bertekstur timbul dengan Tenun Rangrang khas Nusa Penida yang bergeometris zig-zag. Jenama yang didirikan oleh Ayla Jahya sejak tahun 2019 ini menghadirkan 12 busana wanita siap pakai bertema playful dan asymmetric cutting. Penampilan koleksi ini turut disempurnakan dengan sentuhan perhiasan dari Komang Tri sebagai jewelry partner.

​Koleksi LUNGSARA kedua dibawakan oleh jenama busana pria OTHMAN yang memanfaatkan Tenun Sobi dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pengembangan tenun di daerah ini didukung penuh oleh CTI melalui pelatihan pewarnaan alami, desain motif, hingga manajemen usaha. OTHMAN memadukan kekayaan tenun lokal tersebut ke dalam 12 rancangan busana pria yang memikat dan penuh makna filosofis.

​Didirikan oleh Dimas Muhammad Rusydi (Dimboy) dan Oby Reza, OTHMAN merupakan hasil rebranding dari jenama Alcal yang berdiri sejak 2016. Mengusung karakter refined, understated, dan classy vintage, OTHMAN identik dengan potongan serbabesar (oversize cutting) serta prinsip keberlanjutan. Dalam peragaan ini, setiap tampilan busana OTHMAN dilengkapi dengan aksesori dari Optik Seis sebagai eyewear partner.

​LUNGSARA ketiga menampilkan karya desainer muda Karel Karuniawan melalui jenama KMK yang mengeksplorasi Tenun Baduy dan Tenun Jepara. Kain Baduy yang sederhana dan sarat filosofi alam kini semakin berkembang cerah berkat program pelatihan pewarnaan dari CTI sejak 2009. KMK mengolah kain-kain tradisional tersebut menjadi koleksi busana kontemporer yang berani dan eksperimental.

​Koleksi KMK terdiri dari 12 karya, yang terbagi menjadi 8 busana wanita dan 4 busana pria. Terinspirasi oleh aliran seni Avant-Garde, rancangan KMK menonjolkan siluet yang tebal, teknik layering, serta proporsi tidak konvensional seperti bentuk menyerupai kepompong. Eksplorasi tekstur dan bentuk yang unik ini memberikan dimensi visual yang kuat dan penuh karakter saat dibawakan di atas runway.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK