MENGINTIP HARSA, KOLEKSI TERBARU LAKON INDONESIA JELANG DEBUT DI JF3 FASHION FESTIVAL 2026
Published by Sugar & Cream, Thursday 23 July 2026
Images courtesy of LAKON Indonesia
Merayakan Kebahagiaan dalam Proses Berkarya
Sebelum melangkah ke runway JF3 Fashion Festival 2026, LAKON Indonesia mengajak para media mengenal lebih dekat koleksi HARSA melalui sesi pratinjau eksklusif yang berlangsung di Summarecon Discovery, La Piazza Summarecon Kelapa Gading, Lantai 3, pada 15 Juli 2026. Sesi ini menjadi kesempatan pertama bagi media untuk melihat koleksi tersebut sebelum dipresentasikan secara resmi di runway, sekaligus mengenal lebih dekat cerita dan perjalanan kreatif yang melahirkan setiap rancangannya.

Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA merefleksikan keyakinan bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhirnya, tetapi juga pada setiap perjalanan yang membentuknya. Melalui riset, eksplorasi, dan kolaborasi bersama para penenun, pembatik, perajin, serta penjahit di berbagai daerah, LAKON Indonesia merayakan kebahagiaan yang tumbuh dari proses kreatif sekaligus menghadirkan penghormatan bagi tangan-tangan yang menghidupkan setiap karya.

“Selama delapan tahun membangun LAKON Indonesia, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai. Kebahagiaan justru hadir dalam setiap proses yang kami jalani—ketika berdiskusi, bereksperimen, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga melihat hasilnya terus berkembang,” ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator, sekaligus Advisor JF3 Fashion Festival.
![]()
Presented by Interni Cipta Selaras
Berpegang pada filosofi “Drawing the Wisdom of the Past into the Future”, LAKON Indonesia meyakini bahwa masa depan fesyen Indonesia dibangun melalui penghargaan terhadap craftsmanship, inovasi, dan kolaborasi. Filosofi tersebut menjadi benang merah perjalanan kreatif LAKON Indonesia sekaligus menjadi landasan lahirnya koleksi HARSA.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Teras LAKON, sebuah ruang riset, eksperimen, dan kolaborasi yang mempertemukan desainer dengan para perajin untuk mengembangkan teknik, mengeksplorasi material, sekaligus menerjemahkan kembali kekayaan kriya Nusantara ke dalam bahasa fashion kontemporer.

“Tuntutan industri fashion bukan hanya menghasilkan kain yang indah, tetapi juga konsisten dalam kualitas, warna, motif, serta mampu memenuhi tenggat waktu produksi. Dulu, kemampuan seperti ini masih sangat jarang dimiliki para perajin,” tambah Thresia Mareta.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Teras LAKON menjadi ruang bagi para perajin untuk mengasah teknik, meningkatkan kualitas produksi, sekaligus mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru. Tak hanya berfokus pada tenun dan batik, eksplorasi juga dilakukan pada beragam material, sementara riset terhadap kain pusaka, kebaya, wayang, dan berbagai artefak budaya Nusantara terus menjadi sumber pembelajaran yang diterjemahkan kembali ke dalam bahasa desain yang relevan dengan masa kini.

Seluruh perjalanan itulah yang kemudian menemukan wujudnya dalam HARSA. Di bawah arahan Creative Director Irsan, koleksi ini menghadirkan siluet yang ringan dan elegan dengan pilihan busana yang membentang dari daily wear hingga daily wear deluxe. Batik dan bordir diterjemahkan melalui permainan proporsi, volume, dan konstruksi, dipadukan dengan material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, dan organza untuk menghadirkan kemewahan yang subtil tanpa menghilangkan kedekatannya dengan busana sehari-hari. Keseimbangan antara craftsmanship dan pendekatan desain kontemporer menjadi benang merah koleksi ini, menghadirkan busana yang kaya akan teknik sekaligus relevan dengan gaya hidup masa kini.

Lebih dari sekadar koleksi baru, HARSA menjadi cerminan perjalanan kreatif LAKON Indonesia selama delapan tahun terakhir. Setiap busana lahir dari pertemuan antara tradisi, riset, inovasi, dan dedikasi para perajin yang terus menjaga kekayaan kriya Indonesia tetap hidup sekaligus berkembang mengikuti zaman.
Saat melakukan debut resminya sekaligus menutup rangkaian JF3 Fashion Festival 2026 pada 29 Juli mendatang, HARSA tak sekadar menandai peluncuran koleksi terbaru LAKON Indonesia. Lebih dari itu, koleksi ini menjadi perwujudan perjalanan panjang yang dibangun melalui riset, kolaborasi, dan kebahagiaan dalam setiap proses berkarya, sekaligus menegaskan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang ketika tradisi, inovasi, dan para perajin berjalan beriringan.
PINTU INCUBATOR DI TAHUN KELIMA, MEMPERLUAS EKOSISTEM MODE INDONESIA–PRANCIS
Memasuki tahun kelima, PINTU Incubator memperluas koneksi mode Indonesia–Prancis melalui program inkubasi, akselerasi, residensi, dan kolaborasi lintas...
read moreMAGNUM AND GELAP RUANG JIWA INTERPRET DESIGNED FOR PLEASURE
Magnum and Gelap Ruang Jiwa transform taste into wearable art, bringing together indulgence, craftsmanship, and design.
read moreDIOR HAUTE COUTURE AUTUMN-WINTER 2026-2027 - VIP GUESTS
The VIP guests glammed in Dior for Dior Haute Couture Fall/Winter 2026-2027 Show
read moreHERMÈS UNVEILS WOMEN'S SILK SPRING/SUMMER 2026
Hermès unveils Women's Silk Spring/Summer 2026, introducing three distinctive new interpretations of the House's iconic Carré 90.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read more
