SENAYAN CITY FASHION NATION XIX — “NO BORDER” RUNWAY
Published by Sugar & Cream, Tuesday 14 October 2025
Images courtesy of Senayan City
Fashion Beyond Borders: Kolaborasi Desainer Indonesia–Singapura
Fashion memang tak pernah mengenal batas. Di runway bertajuk “No Border”, Senayan City Fashion Nation XIX menampilkan perayaan mode lintas negara yang membuktikan satu hal: gaya adalah bahasa universal. Pada Jumat, 26 September 2025, pukul 20.00, Atrium Senayan City Lantai 1 menjadi panggung di mana talenta Indonesia dan Singapura bertemu, menciptakan momen di mana inspirasi bergerak bebas, melintasi kota dan budaya.

Apa yang lahir di Jakarta bisa bergema hingga Singapura, Bangkok, bahkan Tokyo. “No Border” bukan sekadar tema — ia adalah simbol mobilitas, kebersamaan, dan kreativitas yang melampaui garis geografis. Tiga jenama membawa visi ini menjadi nyata: dBX karya Daniel Boey dari Singapura, serta MORAL dan Drunk Dad dari Indonesia.

Presented by Magran Living
Di panggung itu, dBX karya Daniel Boey membuka malam dengan koleksi demi-couture yang memukau. Gaun-gaun berlapis, detail bordir halus, dan permainan tekstur menampilkan craftsmanship yang menawan, sekaligus menegaskan inklusivitas sebagai inti desain. Setiap langkah model seolah membawa penonton menelusuri dunia imajinasi yang tanpa batas.

dBX karya Daniel Boey

dBX karya Daniel Boey
Selanjutnya, MORAL membawakan koleksi yang segar, eksperimental, dan unisex. Potongan modern dengan siluet yang mengalir menghadirkan energi muda, sementara cerita personal desainer terselip di setiap detail. Koleksi ini membuat runway terasa hidup, penuh gerak, dan mendobrak batas konvensional.

MORAL

MORAL
Malam ditutup oleh Drunk Dad, label Jakarta yang identitas edgy-nya terlihat jelas melalui layering, aksen dramatis, dan kolaborasi kreatif. Setiap look bercerita, membawa penonton dari Bali hingga Tokyo, memadukan streetwear dengan gaya global tanpa kehilangan jiwa lokal.

Drunk Dad

Drunk Dad
CO(LAB) – A Curated Collaboration Space
Tak jauh dari runway, CO(LAB) menyambut pengunjung dengan atmosfer berbeda: sebuah ruang kurasi yang memadukan fashion, art, dan lifestyle. Pop-up eksklusif ini menampilkan kolaborasi Senayan City bersama Goodrich dan Klots, berlangsung dari 15 September hingga 12 Oktober 2025 di Lower Ground.
Di sini, pengunjung bisa menyentuh, mencoba, dan menikmati koleksi limited edition seperti CALLA x Rangga & Cinta, Cita Tenun Indonesia x Alto Project, Danjyo Hiyoji x Moneymanworks x Ade Habibie, Ghea Resort by Amanda Janna, hingga The Local Fashion Lab by TS.The.Label dan Nonaetal. Setiap sudut CO(LAB) mengundang eksplorasi, membangkitkan inspirasi, dan membuat pengalaman berbelanja terasa seperti perjalanan kreatif yang personal.
Fashion Nation XIX bukan hanya ajang fashion show; ini adalah perayaan kreativitas, kolaborasi, dan ekspresi lintas batas. Dari runway “No Border” hingga ruang CO(LAB), Senayan City menghadirkan pengalaman yang membuat siapa pun yang hadir merasa terhubung, terinspirasi, dan bagian dari narasi global fashion yang terus bergerak maju.
TACO HADIRKAN PROSES PRODUKSI BERKELANJUTAN MELALUI ZERO WASTE MANUFACTURING
TACO memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui penerapan zero waste manufacturing, dengan menghadirkan proses produksi yang lebih efisien,...
read moreTHE LANGHAM, JAKARTA: THE LAUNCH OF “THE LANGHAM AFTERNOON TEA BOOK”
Discover an elegant Afternoon Tea journey inspired by The Langham Afternoon Tea Book, now presented at ALICE by Tom Aikens
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read moreXIAOMI INDONESIA UNVEILS THE XIAOMI ELECTRIC SCOOTER 6 SERIES
An effortless approach to urban commuting, the Xiaomi Electric Scooter 6 Series brings together performance, portability, and connected living in one...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read more

