SALLY KOESWANTO’S 25TH ANNIVERSARY CELEBRATION
Published by Sugar & Cream, Monday 26 May 2025
Images courtesy of Sally Koeswanto
“I Take My Broken Heart & Make It Into An Art”
Siapa pun yang bertemu dengannya akan terpesona dan kagum dengan wanita yang percaya diri dan berkelas, stylish yet sophisticated! Itulah karakter dari desainer ternama Indonesia, Sally Koeswanto, kini mengadakan perayaan perjalanan 25 tahun berkaryanya di dunia mode yang sempat hiatus selama satu dekade.

Perayaan tersebut menampilkan pameran arsip peragaan busana Sally dari dua dekade terakhir, dengan koleksi bertajuk “I Take My Broken Heart & Make It Into An Art”, mempersembahkan 25 gaun couture yang terinspirasi dari Seni Kintsugi dari Jepang 𑁋 menyatukan kembali pecahan keramik dengan emas 𑁋 satu demi satu, tahun demi tahun, Sally menyatukan kembali potongan-potongan hatinya, dan kini ia menyuguhkan sebagai sebuah karya seni yang indah.


Dengan penekanan pada estetika daripada sekadar keindahan, rancangan dalam koleksi ini menggambarkan perjalanan spiritual cinta, kehilangan, dan pengorbanan.


Presented by Zipblind
The Journey Of My Life: Love, Sacrifice, And Religious Fervor
“Whatever mess I find myself within
Regardless of how I got there
When belief has slipped away and died
That sinking feeling that leaves me defenseless
But I once heard a wise man say, “Love can heal.”
So I took the pain of a broken heart and turned it into art
A gesture of survival, a prayer in stitches and silk.”
Koleksi Sally Koeswanto ini terdiri dari empat rangkaian, menangkap esensi seorang wanita kuat namun lembut dengan siluet elegan, seksi, minimalis, craftmanship yang luar biasa, serta imajinasi yang berani. “I Take My Broken Heart & Make It Into An Art”, menggunakan material utama menggunakan silk polos, tulle berhias kristal, leather, silikon, dan shantilly lace.

Setiap gaya dalam koleksi ini memiliki desain yang khas. Gaun berkerudung berwarna kuning pucat dan perak bernuansa nude dengan pola hati dan sayap burung silikon 3D dalam Sequence I. Kristal Swarovski menghiasi gaun biru muda beraksen merah seksi dengan motif bunga payet pada Sequence II. Untuk Sequence III, dominasi putih yang chic dengan crop blazer modern dan korset torso serta permainan motif kristal berdetail berani menunjukkan menunjukkan craftmanship yang tinggi. Gaun hitam dengan aksen perak, yang melambangkan kedewasaan spiritual, ditampilkan dalam Sequence IV. Dan, untuk Final sekaligus Penutup, gaun hitam transparan dengan berhias lace dan kerudung, dipadukan dengan harness digunakan dalam adegan terakhir untuk melambangkan keuletan dan kekuatan spiritual.


ROCHE BOBOIS DEBUTS ITS FIRST U.S. BRANDED RESIDENTIAL TOWER IN ST. PETERSBURG
Marking the debut of Roche Bobois St. Pete Tower, the French maison brings its signature art de vivre beyond interiors and into architecture.Based on the...
read moreCHAPTER JOGJA 2026 KEMBALI KE JNM, MERANGKUL EKOSISTEM SENI RUPA YOGYAKARTA
Kembali ke Jogja National Museum (JNM), Chapter Jogja 2026 hadir sebagai Unique Art Fair yang membawa seni lebih dekat—melalui karya, komunitas, dan...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read moreMDF ITALIA UNVEILS NEW EXPRESSIONS OF CONTEMPORARY LIVING AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2026
mdf italia introduces a softer expression of contemporary living at Salone del Mobile.Milano 2026—where warmth, materiality, and quiet elegance take...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

