presented by

JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — DAY 3 (PART 2)

SHARE THIS
42

Published by Sugar & Cream, Thursday 27 August 2026

Images courtesy of LAKON Store and JF3

“Plesir” by LAKON Store

Kalau plesir biasanya berarti berjalan-jalan, melihat sesuatu yang baru, lalu pulang membawa cerita, LAKON Store menerjemahkannya ke dalam fashion melalui Plesir di JF3 Fashion Festival 2026. Mempertemukan BLEE, By Roam, Komang Tri Jewelry, dan Malina Alba, perjalanan ini membawa beragam pengalaman, alam, budaya, dan memori ke dalam semangat recrafted—melihat kembali sesuatu yang sudah ada, lalu memberinya kehidupan dan sudut pandang baru yang terasa dekat dengan hari ini.

Prism — BLEE
Bagi BLEE, perjalanan dimulai dari batu. PRISM mengambil inspirasi dari Maxixe Beryl, Kyanite, dan Tsavorite Green, dengan proses perubahan batu permata sebagai gambaran tentang tumbuh dan berkembang.

Gagasan tersebut hadir dalam tampilan yang modern dan effortless, melalui denim, shirt, vest, hingga statement pieces. Karakter summer streetwear membuat cerita tentang batu permata terasa lebih ringan dan dekat dengan keseharian. Seperti batu yang membutuhkan waktu untuk menemukan karakter dan kilaunya, koleksi ini pun melihat perubahan sebagai bagian dari perjalanan.

Lautan — By Roam
Kemudian, Plesir membawa kita ke laut. Lautan dari By Roam berangkat dari sesuatu yang sangat dekat: cerita yang dibacakan kepada anak, yang kemudian memunculkan pertanyaan tentang laut yang semakin tercemar dan kehidupan di dalamnya.

Alih-alih menyampaikannya dengan cara yang berat, By Roam menerjemahkannya melalui bahasa kebaya yang menjadi cirinya. Motif biota laut hadir lewat bordir yang halus, sementara siluetnya tetap ringan dan kasual. Hasilnya terasa feminin sekaligus wearable, seperti kebaya yang memang dibuat untuk keseharian.

Presented by Interni Cipta Selaras

Permainan patchwork turut memberi kehidupan baru pada material, memperkuat gagasan bahwa sesuatu yang tersisa masih bisa memiliki fungsi dan cerita baru.

Tropicana Indonesia — Komang Tri Jewelry
Dari laut, perjalanan berlanjut ke kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui Tropicana Indonesia dari Komang Tri Jewelry. Flora, fauna, bentuk organik, dan pengaruh seni pahat Nusantara diterjemahkan menjadi perhiasan yang berada di antara aksesori dan wearable art.

Bunga, dedaunan, dan bentuk fauna hadir sebagai karya handmade yang dekoratif sekaligus personal. Bahkan material yang mungkin tidak langsung dianggap berharga mendapat kesempatan kedua; limbah botol kaca, misalnya, diolah menjadi elemen yang menyerupai batu permata.

Di sini, perhiasan tidak hanya melengkapi tampilan, tetapi ikut membawa cerita tentang alam, craftsmanship, dan warisan budaya yang terus menemukan bentuk baru.

Sienna — Malina Alba
Ketika perjalanan sampai pada Sienna, Malina Alba memilih untuk menyalakan warna. Di tengah kecenderungan fashion yang semakin monokrom, koleksi ini justru melihat alam sebagai alasan untuk kembali bermain dengan warna.

Tweed, twill, dan katun hadir bersama siluet oversized yang nyaman, dilengkapi 3D floral appliqué berbentuk bunga lily dan aksen renda rumbai. Hasilnya terasa playful, tetapi tetap mudah dibayangkan dalam gaya sehari-hari.

Bagi Malina Alba, warna menjadi ruang untuk berekspresi dan tampil lebih berani tanpa harus kehilangan rasa nyaman.

Empat jenama, empat cerita, akhirnya bertemu di satu perjalanan. Dari batu permata, laut, tradisi, hingga warna dan bunga, masing-masing membawa karakter sendiri. Lewat Plesir, LAKON Store mengajak kita melihat bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja—dan sesuatu yang familiar pun bisa terasa baru ketika dilihat dari sudut yang berbeda.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK