HAN CHANDRA REFLEKSIKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM LEWAT TANADIRI (I AM FOREST)
Published by Sugar & Cream, Thursday 28 May 2026
Images courtesy of Artsphere Gallery
Alam, Ingatan, dan Diri
Di tengah ritme kota yang terus bergerak, kesempatan untuk berhenti dan merefleksikan diri terasa semakin jarang ditemukan. Melalui pameran tunggal keduanya bertajuk Tanadiri (I am Forest), Han Chandra menghadirkan pengalaman kontemplatif yang mengajak pengunjung menelusuri kembali relasi manusia dengan alam—hubungan yang perlahan terasa menjauh, namun tak pernah benar-benar terputus.

Han Chandra
Berlangsung mulai 23 Mei hingga 23 Agustus 2026 di Artsphere Gallery, Dharmawangsa Square, Jakarta, Tanadiri menghadirkan 13 karya lukis akrilik di atas kanvas yang dikembangkan bersama kurator Venerdi Handoyo sejak akhir 2024. Sebelum hadir dalam pameran ini, sebagian karya juga sempat diperkenalkan di Unknown Asia 2025 di Osaka, Jepang—menjadi bagian dari perjalanan artistik yang bertumbuh seiring waktu.

Alih-alih menempatkan alam sebagai sesuatu yang terpisah dari kehidupan manusia, Tanadiri membawa pengunjung memasuki lanskap imajinatif yang terasa intim dan reflektif. Di ruang pamer bernuansa gelap dengan pencahayaan yang terfokus pada karya, batas antara manusia dan tumbuhan perlahan terasa melebur. Di balik karya-karyanya, Han menghadirkan karakter bernama Haruu, sosok yang merepresentasikan idealisme tentang kesatuan manusia dengan alam. Kehadiran Haruu menjadi benang merah emosional yang memperhalus narasi pameran, sekaligus memperluas cara pengunjung memahami semesta visual yang dibangun Han.


Presented by Magran Living
Lebih dari sekadar rangkaian lukisan, Tanadiri terasa sebagai refleksi personal tentang kerinduan, kegelisahan, dan hubungan manusia dengan alam yang perlahan berubah. Melalui kanvas-kanvasnya, Han menempatkan dirinya sebagai subjek imajinasi tentang peleburan manusia dengan tumbuhan—pendekatan yang memperdalam nuansa personal dalam pameran ini. Dalam narasi pameran, Tanadiri digambarkan sebagai “ajakan untuk berhenti, menyingkir dari hiruk-pikuk, dan menemukan kembali kesadaran purba akan manusia sebagai hasil evolusi panjang yang belum juga selesai”, menjadikan pameran ini terasa seperti ruang jeda di tengah kehidupan urban hari ini.

Melengkapi pengalaman pameran, karakter Haruu juga hadir dalam bentuk collectible art toys berupa figur tiga dimensi yang diwarnai secara manual oleh Han Chandra menggunakan cat akrilik. Kehadirannya memperluas semesta visual Tanadiri, menghadirkan pengalaman yang terasa lebih personal sekaligus collectible bagi para pengunjung.

Bagi Han Chandra—yang dikenal sebagai model, kreator, penulis, sekaligus seniman multidisipliner—Tanadiri (I am Forest) menjadi kelanjutan dari eksplorasi artistiknya. Namun lebih dari itu, pameran ini menjadi pengingat lembut bahwa manusia mungkin tidak pernah benar-benar terpisah dari alam; hanya sesekali lupa bagaimana cara mendengarkannya kembali.

HAN CHANDRA REFLEKSIKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM LEWAT TANADIRI (I AM FOREST)
Melalui pameran tunggal Tanadiri (I am Forest), Han Chandra mengajak pengunjung menelusuri kembali relasi manusia dan alam di Artsphere Gallery, Jakarta,...
read moreVICTORINOX - THE NEW VICTORINOX EXPERIENCE HUB AT KOTA KASABLANKA
Discover Victorinox Experience Hub at Kota Kasablanka — a new immersive concept where Swiss Army Knife™ legacy meets contemporary travel and urban...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read moreXIAOMI INDONESIA UNVEILS THE XIAOMI ELECTRIC SCOOTER 6 SERIES
An effortless approach to urban commuting, the Xiaomi Electric Scooter 6 Series brings together performance, portability, and connected living in one...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read more

