presented by

MERAJUT NUSANTARA DALAM BALUTAN ELEGAN GARUDA INDONESIA

SHARE THIS
64

Published by Sugar & Cream, Monday 14 September 2026

Images courtesy of Sarinah dan Garuda Indonesia

Seragam terbaru Garuda Indonesia Merayakan Kekayaan Wastra dan Kriya Indonesia

Kekayaan budaya Indonesia kembali hadir dalam wajah yang lebih modern. Melalui seragam tematik terbaru, Garuda Indonesia membawa pesona kain dan kriya Nusantara ke angkasa. Berkolaborasi bersama Sarinah, desain ini merayakan kekayaan kain dan kriya Nusantara melalui interpretasi yang elegan dan kontemporer, yang diperkenalkan pada saat penerbangan perdana rute Bandung–Denpasar pada 14 Agustus 2026.

Sejak mengudara pada 1949, Garuda Indonesia telah membawa identitas Nusantara ke berbagai penjuru dunia. Di antaranya, melalui kebaya awak kabin yang menjadi ikon keanggunan sekaligus representasi budaya Indonesia.

Untuk mewujugkan keanggunan kebaya ini, Sarinah menggandeng BINhouse yang dipimpin oleh maestro tekstil O’bin yang turun tangan dalam bermain dengan warna dan pakem tradisional. Pada 2010, O’bin dipercaya merancang motif batik seragam awak kabin Garuda Indonesia. Dalam edisi kali ini, napas baru diperlihatkan melalui bawahan kain batik dalam rona cokelat yang memancarkan kehangatan tanah yang subur, merefleksikan lebatnya hutan tropis dan jejak sejarah rempah-rempah kita. Motif bergasis yang mengalir terinspirasi dari corak tradisional lereng, menciptakan ilusi pergerakan dan kesinambungan, sebuah lambang perjalanan yang terus bergerak maju tanpa pernah kehilangan akar. Di sela-sela jalinan motif tersebut, aksen siluet Garuda disematkan dengan halus.

“Dalam seragam ini, saya ingin mengekstrak kekayaan alam kita dan menghadirkan rasa Indonesia melalui bahasa wastra yang setia pada tradisi, namun hidup dan relevan di masa kini. Motif lereng yang mengalir ini adalah doa untuk perjalanan yang terus bergerak maju, sementara aksen Garuda adalah jangkar yang mengingatkan ke mana pun kita terbang, di sanalah budaya kita berpijak,” tutur O’bin.

Presented by Magran Living

Permainan palet warna yang terinspirasi dari alam Indonesia menjelma secara puitis pada helaian selendang. Rona biru dan toska pada selendang mengaksentuasi keindahan gradasi langit serta beningnya laut tropis Indonesia; ketika selendang menjuntai lembut, terlukis kepakan sayap yang tenang dan desir angin pembawa kenyamanan. Sementara itu, helai merah dan putih memancarkan aura Sang Saka. Warna merah melambangkan keberanian dan putih memancarkan ketulusan, dua napas utama awak kabin dalam mendedikasikan keselamatan penumpang sekaligus membawa nama harum bangsa di panggung dunia.

Keanggunan selendang ini dirancang untuk menghadirkan gestur hangat saat menyambut penumpang dan sentuhan elegan saat mengantar mereka turun dari pesawat.  Setiap detailnya tetap mengutamakan keselamatan, sekaligus mendukung kenyamanan dan efektivitas awak kabin selama bertugas.

Tidak hanya itu, seragam ini disempurnakan oleh perhiasan kriya yang dikurasi oleh Sarinah dan dikreasikan oleh enam perajin lokal binaan Sarinah. Para perajin yang berasal dari Gianyar, Bali, mencurahkan ketelitian mereka untuk memahat sepasang anting dan bros.

Bros ini menampilkan motif ukiran Bali, Bun-bunan, yang terinspirasi dari sulur tumbuhan sebagai simbol harmoni dan pertumbuhan. Selaras dengan penghormatan terhadap alam, materialnya dipilih secara bertanggung jawab, memadukan mother of pearl hasil budidaya, karang merah yang memperhatikan ekosistem, serta batu turquoise dan lapis lazuli biru ultramarine  yang melambangkan ketenangan dan kebijaksanaan.

“Sebagai retail-based cultural experience center, Sarinah tidak hanya berperan dalam mengkurasi karya, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan dan kapasitas perajin lokal agar dapat menjangkau pasar dan audiens yang lebih luas. Keterlibatan perajin lokal dari Gianyar, Bali serta desainer kenamaan sekelas O’bin dari BINhouse dalam penyegaran seragam awak kabin Garuda Indonesia menjadi salah satu bentuk bagaimana karya dan keterampilan Nusantara dapat hadir di panggung internasional. Bagi Sarinah, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi karya Indonesia untuk terus berkembang dan semakin dikenal di tingkat global,” ujar Raisha Syarfuan, Direktur Utama PT Sarinah (Persero).

“Penyegaran seragam awak kabin ini mencerminkan arah transformasi Garuda Indonesia yang terus bergerak maju tanpa kehilangan jati diri. Bagi kami, seragam bukan sekadar elemen visual, tetapi salah satu representasi paling nyata dari standar layanan dan identitas Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang hadir langsung di hadapan penumpang,” ungkap Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia. “Karena itu, kami mempertahankan karakter yang telah dikenal sekaligus memperkuatnya melalui warna, motif, dan detail kriya Nusantara yang membawa kekayaan Indonesia guna menghadirkan nuansa baru yang lebih segar bagi pengguna jasa. Pada tahap awal, seragam ini akan hadir pada penerbangan tematik dan kenegaraan sebagai bagian dari upaya kami menghadirkan pengalaman layanan yang semakin berkesan sekaligus membawa identitas Indonesia dengan semakin kuat dalam setiap perjalanan Garuda Indonesia,” tegasnya. (DR)

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK