presented by

AUREATE BY ADITH & RIANTY BATIK MERAJUT WARISAN MENJADI BAHASA KONTEMPORER

SHARE THIS
84

Published by Sugar & Cream, Monday 07 September 2026

Images courtesy of ADITH & Rianty Batik

Saat Kilau Menemukan Bentuk

Wastra selalu punya cara untuk membawa cerita ke dalam sebuah busana. Kadang hadir lewat motif yang familiar, permainan tekstur yang terasa akrab, atau detail yang mengingatkan pada sesuatu dari masa lalu. Ketika dipertemukan dengan siluet dan material yang lebih modern, jejak tersebut pun dapat terasa berbeda—lebih segar, tanpa kehilangan karakter yang membuatnya berarti.

Perspektif inilah yang terasa dalam Aureate, koleksi ADITH & Rianty Batik yang dipresentasikan di Indonesia Fashion Week 2026. Terinspirasi dari sesuatu yang berkilau seperti emas, koleksi ini melihat waktu bukan sekadar sebagai perjalanan, tetapi sebagai proses yang memberi nilai, kedalaman, dan karakter pada sebuah karya.

Nama Aureate berasal dari bahasa Latin aureus, yang berarti emas. Namun, maknanya tidak berhenti pada kesan keemasan. Ia menjadi metafora tentang sesuatu yang telah melewati proses, ditempa oleh pengalaman, kemudian menemukan bentuk keindahannya sendiri.

Presented by Magran Living

Semangat tentang proses tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam cara Aureate memperlakukan warisan. Koleksi ini tidak berusaha mengulang masa lalu, melainkan mengolahnya kembali melalui siluet, tekstur, material, dan detail, dengan batik sebagai medium yang membawa memori dan cerita ke dalam bahasa mode masa kini. Siluet yang modern, elegan, dan feminin berpadu dengan eksplorasi material serta permainan tekstur, menghadirkan tampilan kontemporer yang tetap berakar pada tradisi.

Palet hitam dan cokelat muda keemasan membangun karakter visual Aureate yang tenang sekaligus mewah. Detail berkilau hadir secara subtil, sementara permainan permukaan material memberikan dimensi pada setiap tampilan. Ada kesan bahwa setiap busana membawa bagian dari cerita yang lebih panjang—tentang akar, pengalaman, perubahan, hingga menemukan cahaya.

“The trace of time, experience and stories that have survived.”

Kalimat tersebut menjadi benang merah Aureate. Koleksi ini memandang keindahan sebagai sesuatu yang tidak selalu lahir dari kesempurnaan, tetapi dari proses yang membentuknya. Waktu meninggalkan jejak, pengalaman memberikan kedalaman, dan perubahan membuka ruang bagi sebuah warisan untuk terus berkembang.

ADITH & Rianty Batik memperlihatkan bahwa tradisi dapat tetap relevan tanpa harus kehilangan identitasnya. Ketika wastra bertemu dengan bahasa mode kontemporer, cerita yang diwariskan dari masa lalu memperoleh ruang untuk bergerak, berubah, dan menemukan bentuk keindahan yang baru.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK