AUREATE BY ADITH & RIANTY BATIK MERAJUT WARISAN MENJADI BAHASA KONTEMPORER
Published by Sugar & Cream, Monday 07 September 2026
Images courtesy of ADITH & Rianty Batik
Saat Kilau Menemukan Bentuk
Wastra selalu punya cara untuk membawa cerita ke dalam sebuah busana. Kadang hadir lewat motif yang familiar, permainan tekstur yang terasa akrab, atau detail yang mengingatkan pada sesuatu dari masa lalu. Ketika dipertemukan dengan siluet dan material yang lebih modern, jejak tersebut pun dapat terasa berbeda—lebih segar, tanpa kehilangan karakter yang membuatnya berarti.

Perspektif inilah yang terasa dalam Aureate, koleksi ADITH & Rianty Batik yang dipresentasikan di Indonesia Fashion Week 2026. Terinspirasi dari sesuatu yang berkilau seperti emas, koleksi ini melihat waktu bukan sekadar sebagai perjalanan, tetapi sebagai proses yang memberi nilai, kedalaman, dan karakter pada sebuah karya.

Nama Aureate berasal dari bahasa Latin aureus, yang berarti emas. Namun, maknanya tidak berhenti pada kesan keemasan. Ia menjadi metafora tentang sesuatu yang telah melewati proses, ditempa oleh pengalaman, kemudian menemukan bentuk keindahannya sendiri.

Presented by Magran Living
Semangat tentang proses tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam cara Aureate memperlakukan warisan. Koleksi ini tidak berusaha mengulang masa lalu, melainkan mengolahnya kembali melalui siluet, tekstur, material, dan detail, dengan batik sebagai medium yang membawa memori dan cerita ke dalam bahasa mode masa kini. Siluet yang modern, elegan, dan feminin berpadu dengan eksplorasi material serta permainan tekstur, menghadirkan tampilan kontemporer yang tetap berakar pada tradisi.

Palet hitam dan cokelat muda keemasan membangun karakter visual Aureate yang tenang sekaligus mewah. Detail berkilau hadir secara subtil, sementara permainan permukaan material memberikan dimensi pada setiap tampilan. Ada kesan bahwa setiap busana membawa bagian dari cerita yang lebih panjang—tentang akar, pengalaman, perubahan, hingga menemukan cahaya.

“The trace of time, experience and stories that have survived.”
Kalimat tersebut menjadi benang merah Aureate. Koleksi ini memandang keindahan sebagai sesuatu yang tidak selalu lahir dari kesempurnaan, tetapi dari proses yang membentuknya. Waktu meninggalkan jejak, pengalaman memberikan kedalaman, dan perubahan membuka ruang bagi sebuah warisan untuk terus berkembang.

ADITH & Rianty Batik memperlihatkan bahwa tradisi dapat tetap relevan tanpa harus kehilangan identitasnya. Ketika wastra bertemu dengan bahasa mode kontemporer, cerita yang diwariskan dari masa lalu memperoleh ruang untuk bergerak, berubah, dan menemukan bentuk keindahan yang baru.
RASA PULANG DI SEBUAH RUANG
Melihat bagaimana furniture, material, dan cahaya bertemu dalam satu ruang yang terasa hangat dan dekat dengan keseharian—begitulah pengalaman di MODICO...
read moreELIMA “KOTA SETELAH LIMA”: THE NEW URBAN UNIFORM
As the city shifts after five, Elima presents sharp tailoring, utility and feminine ease collection into a wardrobe designed to move seamlessly from work...
read moreLOUIS VUITTON X SINGER TAKES TO THE ROAD: WHEN THE ART OF TRAVEL BECOMES A PORSCHE 911
Louis Vuitton and Singer Vehicle Design turn two Porsche 911s into moving expressions of craftsmanship, travel and contemporary luxury.
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
