Saba + Antonio Marras x Salvioni: “A chair is a chair is a chair”
Published by Sugar & Cream, Thursday 05 March 2020
Text by Dinda Bestari, Image Courtesy of Saba
Symbol of Harmony
Ada yang menarik ketika melihat Salvioni Milani Durini Showroom pada 14 Februari 2020 lalu. Terdapat sebuah instalasi menakjubkan hasil kolaborasi Saba dengan Antonio Marras yang bertajuk “A chair is a chair is a chair”, dan di kesempatan itu pula acara peresmian berlangsung. Instalasi ini mengundang ‘penonton’ dapat berinteraksi dengan objek dengan cara yang unik dan dibuka untuk umum hingga bulan Maret 2020.

“Faces“ oleh Antonio Marras, mengungkapkan hubungan antara toko, ruang fisik di mana orang hidup dengan pengalaman berbelanja nyata, perusahaan yang menawarkan kebebasan untuk menyesuaikan objek dan artis yang menekankan, dengan figur puitisnya, produk. Sekaligus menemani para pengunjung melalui perjalanan imajiner dari penemuan, simbol harmoni antara perusahaan, seniman dan ruang, serta juga dari cahaya dan puisi warna tertentu, yang merupakan ciri khas Saba dan Marras.

Alessandrasanti & Antonio Marras
Melalui proyek ini, gagasan tentang kurangnya batas dieksplorasi, sebuah karakteristik dunia kontemporer di mana yang belum selesai memungkinkan untuk kebebasan transformasi dan semuanya dapat disintesiskan dalam kata ‘mimpi’. Mimpi sebagai elemen sintesis dari kemungkinan tak terbatas dari kehidupan kontemporer.

Pada malam pembukaan butik, secara bersamaan berubah menjadi situs ‘intim’ dan ruang publik, bioskop dan teater. Marras dan Saba bekerja sama dengan Marco Angelilli, menggelar adegan teater secara terbuka diadaptasi dari film “Gruppo di famiglia di un Interno“ oleh Luchino Visconti. Setelah kedatangan para tamu untuk melihat “A chair is a chair is a chair”, ruang publik berubah menjadi ‘penonton’ antara ruang tamu dan kamar tidur, di saat Ferdinando Bruni-Burt Lancaster membaca puisi yang tak terduga “mènage à trois“ dengan romantisme.


Presented by Som Santoso
Lukisan dan keramik karya Antonio Marras akan tersedia di Galeri Rossella Colombari di akhir pameran.



WILSEN WILLIM PRESENTS ALGORITHM: UNIVERSAL LANGUAGE
Algorithm: Universal Language, Wilsen Willim embarks on a bold new chapter, unveiling his first-ever couture collection at Hotel Mulia Jakarta.
read moreLEMA 2026 NOVELTIES
At Salone del Mobile.Milano 2026, LEMA transforms its "Feel at Home" and unveils eight new designs that redefine the home as an emotional landscape of...
read moreJERSEY BOYS THE MUSICAL, NOSTALGIA MUSIK LEGENDARIS ERA 1960-AN
Saksikan pertunjukan musikal Jersey Boys kolaborasi antara Nawanika Production dan Jakarta Art House yang akan segera menyapa penonton di Taman Ismail...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

