presented by

KEMBANG GOEYANG BAWA RASA PERANAKAN KE SARINAH DENGAN CARA YANG LEBIH SANTAI

SHARE THIS
36

Published by Sugar & Cream, Friday 28 August 2026

Images courtesy of Kembang Goeyang

Rasa Familiar, Suasana Baru

Di tengah hiruk-pikuk Sarinah, ada satu tempat yang mengajak kita berhenti sejenak untuk menikmati rasa-rasa yang familiar. Kembang Goeyang membawa comfort food Peranakan Indonesia ke dalam suasana yang lebih ringan dan santai—dengan menu yang bisa dinikmati kapan saja, dari sarapan hingga makan malam.

Lokasinya di Ground Floor Sarinah, Jakarta, menjadi rumah bagi Kembang Goeyang, restoran terbaru dari keluarga Admodirdjo yang sebelumnya menghadirkan Meradelima dan Kembang Goela. Jika Meradelima lebih identik dengan hidangan Chinese Peranakan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama, Kembang Goeyang mengambil pendekatan yang lebih casual dengan pilihan porsi individual.

Dengan pilihan porsi individual, pengalaman bersantap pun terasa lebih fleksibel. Datang untuk makan siang, mampir untuk roti bakar dan kopi, atau duduk lebih lama bersama keluarga—semuanya terasa sama-sama pas. Tidak perlu menunggu momen khusus untuk menikmati makanan yang nyaman dan penuh rasa.

Roti Bakar Srikaya

Nama Kembang Goeyang sendiri terinspirasi dari jajanan tradisional yang telah dikenal lintas generasi. Nuansa nostalgia itu kemudian hadir dalam menu yang tetap berangkat dari cita rasa yang dikenal luas, tetapi disajikan dengan cara yang lebih dekat dengan kebiasaan makan masa kini.

Sisi jenaka Kembang Goeyang juga terasa dari penamaan menunya, mulai dari Tjemil-Tjemilan, Roti-Rotian, Kuah-Kuahan, Nasi-Nasian, Ulek-Ulekan, hingga Hidangan Penoetoep. Nama-nama tersebut terasa akrab dan ringan, selaras dengan karakter Kembang Goeyang yang memang tidak ingin terlalu formal.

Roti Chanai & Kari Ayam | Pisang Goreng Sambal Roa

Salah satu andalannya adalah roti bakar klasik yang terasa akrab seperti buatan rumah, dibuat menggunakan bahan berkualitas dan hadir dalam beberapa pilihan rasa. Untuk menemani, tersedia kopi khas Kembang Goeyang dan teh tarik, hingga pilihan yang lebih kekinian seperti matcha dan es kopi susu gula aren.

Di sini, rasa-rasa tradisional tidak dibuat menjadi sesuatu yang asing. Justru sebaliknya, Kembang Goeyang membawa hidangan Peranakan ke dalam pengalaman bersantap yang lebih personal dan dekat dengan keseharian.

Presented by Coulisse | INK

Di balik konsep tersebut ada perjalanan panjang Lily Admodirdjo, yang selama puluhan tahun mengeksplorasi kekayaan kuliner Indonesia melalui berbagai restoran dan usaha kuliner. Dari Waroeng Kita, Meradelima, Bunga Rampai, Kembang Goela, hingga sejumlah konsep lainnya, perjalanan tersebut menjadi bagian dari cerita panjang keluarga Admodirdjo dalam menghadirkan dan mengembangkan rasa-rasa Indonesia.

Kini, perjalanan tersebut dilanjutkan oleh generasi kedua, Faizal Admodirdjo sebagai Chairman of the Board dan Carmelita Febiola M. Admodirdjo sebagai Chief Executive Officer. Melalui Kembang Goeyang, keduanya membawa pengalaman dan nilai-nilai kuliner keluarga ke dalam konsep yang lebih kasual, tanpa meninggalkan karakter rasa yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Roti Bakar Moka Nougat

“Gaya dan penyajiannya memang kami buat berbeda. Kami juga ingin menciptakan tempat yang dapat diterima berbagai generasi, tidak terlalu mengikuti tren sesaat, tetapi tetap terasa tepat untuk saat ini,” ujar Carmelita Febiola M. Admodirdjo, Chief Executive Officer.

Karakter Peranakan Kembang Goeyang tidak hanya hadir lewat makanannya, tetapi juga terasa dari interiornya. Nuansa Indonesia Peranakan diterjemahkan dalam pendekatan yang lebih ringan dan segar, dengan warna putih dan biru sebagai warna utama yang dipadukan dengan aksen merah muda, hijau, dan kuning. Detail seperti piring, sumpit, buku menu, hingga elemen di meja makan pun ikut melengkapi karakter interiornya.

Nasi Ungu Komplit | Bihun Laksa Singapore

Pengunjung dapat memilih area indoor maupun teras, termasuk area outdoor yang menghadap dinamika Sarinah dan Jalan M.H. Thamrin. Perpaduan antara detail yang penuh warna dan suasana Jakarta yang terus bergerak membuat pengalaman di Kembang Goeyang terasa santai, tetapi tetap punya karakter.

Kembang Goeyang resmi dibuka pada 8 Agustus lalu dan dapat diakses dari area Mal Sarinah maupun pintu luar di sisi tangga ikonis Jalan M.H. Thamrin. Buka setiap hari, restoran ini terasa seperti tempat yang pas untuk menikmati hidangan Peranakan dengan cara yang lebih rileks.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK