presented by

JF3 2026 DAY 6: DARI KRITIK DIGITAL HINGGA EKSPLORASI TRADISI

SHARE THIS
76

Published by Sugar & Cream, Wednesday 07 October 2026

Images courtesy of JF3 2026

Eksplorasi tiga narasi mode di panggung JF3 2026 oleh SSST, Howard Laurent, dan Amotsyamsurimuda.

JF3 2026 Hari ke-6 kian semarak berkat penampilan koleksi busana menawan dari tiga jenama mode lokal di atas panggung runway Summarecon Mall Kelapa Gading. SSST membawakan koleksi “Post Sentimental” yang memadukan fashion, visual sinematik, dan musik sebagai kritik terhadap era digital. Dilanjutkan oleh HOWARD LAURENT dengan koleksi couture “The Key” yang membawakan kemewahan evening wear dengan material berkelanjutan. Terakhir ada AMOTSYAMSURIMUDA mempersembahkan “Heirloom Fantasy” yang mentransformasi tekstil warisan keluarga dan inspirasi kultur 1980-an.

(left to the right) Dino Augusto, moderator of PINTU seminar, Mrs. Thresia Mareta, founder of LAKON Indonesia, Darja Richter Widhoff, Co-director, Head of Design and Professor of the Master Mode & Matière – ENAMOMA-PSL at PINTU Seminar 2026

POST SENTIMENTAL – SSST
Koleksi “Post Sentimental” dari SSST di panggung JF3 2026 membawakan sebuah refleksi kritis atas era digital, di mana interaksi dan emosi manusia kian berubah menjadi algoritma, metrik, dan konten. Di tengah kondisi yang serba terkoneksi namun terasa hampa, SSST mengeksplorasi benturan antara kehangatan emosional dan presisi dunia digital melalui rancangan siluet, material, serta bahasa visual khasnya. Koleksi ini hadir untuk mengajak penonton mempertanyakan kembali cara kita berkomunikasi dan merasakan kehidupan di dunia yang serba cepat.

SSST

​Lebih dari sekadar peragaan busana, presentasi ini dirancang sebagai pengalaman multidisiplin yang imersif dengan memadukan fashion, musik, dan elemen visual. Penampilan spesial dari Asylum Uniform dan Vicky Mono, dipadukan dengan permainan motion graphics, tata cahaya, serta visual sinematik, turut memeriahkan panggung peragaan koleksi “Post Sentimental”. Melalui pertunjukan ini, SSST mengingatkan bahwa di tengah arus informasi yang tak pernah berhenti, tindakan paling radikal yang bisa dilakukan adalah berhenti sejenak untuk benar-benar merasakan sesuatu yang autentik.

SSST


Presented by Interni Cipta Selaras

THE KEY – HOWARD LAURENT
Jenama fesyen evening wear asal Indonesia, HOWARD LAURENT, mempersembahkan koleksi couture terbarunya bertajuk “The Key” di panggung JF3 2026 hari ke-6. Koleksi ini mengusung konsep transformasi, kepercayaan diri, dan eksklusivitas, sekaligus menandai era baru brand dalam memadukan kemewahan dengan keberlanjutan. Melalui penggunaan hingga 50% material berkelanjutan seperti kunci vintage, sisa kain, manik-manik, hingga ornamen dari plastik daur ulang, HOWARD LAURENT membuktikan bahwa tanggung jawab lingkungan dapat diolah secara kreatif menjadi karya bernilai tinggi yang tetap mewah, elegan, dan berkelas.

HOWARD LAURENT

​Dengan mempertahankan identitas khasnya, koleksi ini menampilkan siluet yang kuat melalui detail korset yang tegas, sentuhan kilau, fringe dramatis, serta dilengkapi oleh aksesori dari NOMA dan sepatu POSU. Peragaan busana dibuka oleh penampilan memukau aktris Karina Icha dan ditutup oleh deretan muse istimewa, yaitu Clara Sha, Ivonne Madlene Christie, serta Novia Bachmid, dengan riasan dari Arie Khayz. Melalui “The Key”, HOWARD LAURENT sukses mendefinisikan ulang makna kemewahan modern yang menyatukan inovasi, keberlanjutan, dan keanggunan.

HOWARD LAURENT

HEIRLOOM FANTASY – AMOTSYAMSURIMUDA
Brand mode AMOTSYAMSURIMUDA mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “Heirloom Fantasy” yang mengeksplorasi memori, transformasi, serta penciptaan identitas diri. Koleksi ini lahir dari penemuan material dan tekstil antik warisan keluarga yang terlupakan di rumah sang desainer. Kemudian dipadukan dengan inspirasi gerakan New Romantic dan kultur klub malam tahun 1980-an yang flamboyan. Melalui pendekatan ini, material tradisional yang tadinya kaku dan terstruktur diolah kembali menjadi siluet teatrikal yang dinamis, menampilkan bahu lebar, kemeja longgar yang fluid, celana high-waisted, serta detail kerah yang dramatis.

AMOTSYAMSURIMUDA

​Bukan sekadar tindakan pelestarian, “Heirloom Fantasy” merupakan bentuk transformasi radikal yang mempertemukan warisan masa lalu dengan fantasi masa kini. Koleksi ini menegaskan bahwa tradisi dan warisan budaya bukanlah sesuatu yang kaku atau harus disimpan di balik kaca pajangan, melainkan sesuatu yang hidup, fleksibel, dan dapat diinterpretasikan ulang. Melalui karyanya, AMOTSYAMSURIMUDA mengajak penonton untuk memaknai kembali warisan budaya sebagai sarana berevolusi menuju bentuk keindahan yang baru dan sepenuhnya milik sendiri.

AMOTSYAMSURIMUDA

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK