presented by

JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — DAY 4

SHARE THIS
1.22K

Published by Sugar & Cream, Friday 21 August 2026

Images courtesy of JF3 2026

Merangkai Warisan dalam Sentuhan Modern

Hari keempat JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading membawa warisan budaya ke dalam bahasa mode yang lebih segar. Tiga koleksi—“NIHI VOYAGE” dari YASA, “LUMEN” dari Reagitazoro, dan “JANTUNG NADI” karya Adrie Basuki—hadir dengan cerita masing-masing, dari kekayaan wastra dan memori personal hingga kepedulian terhadap kesehatan dan keberlanjutan.

NIHI VOYAGE — YASA
Wastra Nusantara kembali menjadi titik berangkat YASA dalam “NIHI VOYAGE”. Jenama pakaian pria ini menerjemahkan kekayaan alam dan identitas Indonesia melalui detail bordir artisan, siluet modern, serta aksen kerang yang memberi nuansa eksploratif pada koleksi. Flora, fauna, dan tekstur garis khas tenun Sumba hadir dalam interpretasi yang lebih kontemporer. Hasilnya adalah rangkaian busana maskulin yang terasa elegan sekaligus effortless, membawa cerita budaya ke dalam gaya pria masa kini.

NIHI VOYAGE — YASA

NIHI VOYAGE — YASA

LUMEN — REAGITAZORO
Dari warisan budaya, Reagitazoro membawa JF3 2026 ke cerita yang lebih personal lewat “LUMEN: From Her Shadow to My Light”. Sebanyak 30 tampilan karya Founder & Creative Director Raegita Oktora mengeksplorasi tailoring arsitektural, konstruksi presisi, dan siluet sculptural. Palet monokrom menjadi dasar, sementara aksen neon hijau yang subtil memberi sedikit kejutan. Namun, kekuatan LUMEN justru terasa pada kesederhanaan dan keteguhan yang dibangunnya.


Presented by Coulisse | INK

Terinspirasi dari kepergian sang ibu, koleksi ini berbicara tentang bagaimana sosok yang kita cintai dapat terus hadir melalui nilai, karakter, dan pilihan hidup yang ditinggalkan. Perubahan siluet dari volume yang lebih longgar menuju bentuk arsitektural yang tegas menjadi gambaran tentang transformasi, keberanian, dan harapan untuk meneruskan cahaya tersebut.

JANTUNG NADI — ADRIE BASUKI
Menutup hari keempat, Adrie Basuki menghadirkan “JANTUNG NADI”—sebuah koleksi yang mempertemukan fashion, budaya, dan kepedulian sosial. Mengangkat isu penyakit jantung sebagai silent killer, koleksi ini menerjemahkan gagasan tentang denyut kehidupan melalui Sabdabhumi Batik dengan motif tanaman herbal penyembuhan khas Nusantara. Semangat circular fashion hadir melalui Kain Marmer, material dari sisa kain produksi yang diolah kembali melalui tujuh tahap transformasi. Siluet arsitektural yang dinamis, tekstur organik, dan layering kemudian membentuk tampilan yang terasa hidup dan mengikuti ritme tubuh.

Cerita “JANTUNG NADI” semakin kaya lewat kolaborasi lintas generasi bersama Jasmine Kampono dan kehadiran para muse dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas pelari, penyintas kanker, hingga pelajar muda. Pada akhirnya, koleksi ini bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana fashion bisa membuka percakapan mengenai kesehatan, keberlanjutan, dan empati.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK