FENDI MEN’S FALL/WINTER 2024-2025 COLLECTION
Published by Sugar & Cream, Wednesday 07 February 2024
Text and images courtesy of Fendi
A constant dialogue between tradition and technology.
Terinspirasi gaya hidup pedesaan yang kental dengan aktivitas outdoor, FENDI menampilkan FENDI MEN’S FALL/WINTER 2024-2025 di ajang Milan Fashion Week pada 13 Januari 2024 lalu. Rangkaian busana pria yang didesain oleh Silvia Venturini Fendi, Artistic Director of Accessories and Menswear FENDI, mengombinasikan gaya urban trendy dan teknik tailoring yang merupakan DNA FENDI. Koleksi bertema “The Urban and The Bucolic” ini menampilkan siluet longgar dengan permainan layering yang tidak hanya berfokus pada tradisi namun juga teknologi.


Presented by Zipblind
FENDI mengadopsi motif Scottish kilt atau rok pendek tradisional Skotlandia pada koleksi FENDI MEN’S FALL/WINTER 2024-2025. Terlihat pada mantel panjang bermotif Scottish kilt klasik yang dipadankan dengan sepatu boots Wellington dan kaos kaki hiking. Motif kotak-kotak ini juga menghiasi celana pendek Bermuda yang dibuat sedikit panjang hingga melebihi lutut. Deretan jaket dan mantel memainkan peranannya dalam layering, seperti parka bermaterial kulit yang tampak serasi dengan bucket hat berwarna senada. Ada pula mantel panjang berbulu tebal yang membalut kaos polo hitam dan celana jeans longgar.


Aksesori pada koleksi FENDI MEN’S FALL/WINTER 2024-2025 hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari ukuran jumbo hingga mini. Debut Siesta bag model terbaru dengan desain flat seperti bantal besar yang sangat menarik, tersedia pilihan material kulit atau shearling dengan teknik quilting. Tas hobo Melon yang bisa dilipat dan tas ransel dari kanvas bermotif monogram FF akan membuat siapa pun yang memakainya nampak maskulin. Lebih dari itu, FENDI menghadirkan loudspeaker bulat dipenuhi motif FF yang merupakan hasil kolaborasi dengan DEVIALET. Alih-alih menjinjing tas, para model menggenggam speaker untuk menunjukkan betapa trendy-nya speaker tersebut. (FE)


COX LONDON WHERE NATURE TAKES FORM
Cox London brings the poetry of nature and craftsmanship to Indonesia, shaped through sculptural form and the hand of the maker.
read moreYOSAFAT: APRÈS LA RÉVOLUTION — WHEN STRUCTURE LEARNS TO LET GO
In Après la révolution, Yosafat Kurniawan shows a new language of femininity across 30 looks, fluid silhouettes and drapery.
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreNUSAÉ × MASA: MERANGKAI IDENTITAS INDONESIA DALAM RUANG
Nusaé menghadirkan pengalaman visual yang mempertemukan desain, budaya, dan kreativitas Indonesia dalam perhelatan MASA di Singapura.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
