Chanel Fall-Winter 2021/22 Ready-to-Wear collection
Published by Sugar & Cream, Thursday 01 April 2021
Text by Farida Esti, images courtesy of Chanel
Ladies night vibes.
Setahun sudah hiruk pikuk pagelaran fashion tak bisa kita rasakan secara langsung. Kiranya, kerinduan ini cukup terbayar oleh virtual fashion show yang gencar diserukan rumah mode ternama dunia. Seperti halnya Chanel yang merilis koleksi Fall-Winter 2021/22 dalam bentuk film dan photobook arahan Inez & Vinoodh pada 9 Maret lalu. Artistic director Chanel, Virginie Viard, menafsirkan koleksi busana bergaya chic ini dengan nuansa ‘girls night out’ yang lebih intimate.

G-Dragon | Jennie Kim

Soo Joo Park | Nana Komatsu
Jika biasanya Chanel menggelar show megah di Grand Palais (yang sedang direnovasi), kali ini Virginie Viard memilih tempat yang lebih intimate dan sesuai konsep, yakni klub Chez Castel di Paris. “Saya sangat menyukai Castel karena memiliki banyak ruang, terdapat spiral staircase, bar, koridor menuju venue, dan gaya bangunan seperti rumah kecil, di mana para model dapat berganti pakaian dan berdandan bersama selayaknya girls night in. It’s very sensual,” ujar Viard.

Victoria Song | Liu Wen

Presented by MOIRE Rugs

Angele | Margaret Qualley
Kekontrasan antara volume, material, serta spirit merupakan fokus koleksi ready-to-wear Chanel Fall-Winter 2021/22. Tweed coat panjang dengan motif chevron memperlihatkan kaki jenjang yang disempurnakan oleh sepatu bot hitam berhias bulu keriting imitasi. Coat putih berbahan sheepskin dan bulu imitasi dipadankan dengan sepatu bot two-tone model ‘down jacket’.

Whitney Peak | Blesnya Minher

Ola Rudnicka | Amanda Sanchez

Caroline de Maigret | Michel Gaubert
Ada pula blouse lembut berbahan sifon atau crêpe de Chine dipadankan dengan outer yang terinspirasi winter sportswear. Kemeja hitam dengan kerah putih dibalut setelan navy lurex, sedangkan rok wol berlipat dipadukan dengan jumpsuit rajut berhiaskan benang warna-warni. “Koleksi ini dipengaruhi oleh suasana liburan ski dan gaya Parisian chic dari tahun 1970an hingga kini,” kata Viard.


COX LONDON WHERE NATURE TAKES FORM
Cox London brings the poetry of nature and craftsmanship to Indonesia, shaped through sculptural form and the hand of the maker.
read moreYOSAFAT: APRÈS LA RÉVOLUTION — WHEN STRUCTURE LEARNS TO LET GO
In Après la révolution, Yosafat Kurniawan shows a new language of femininity across 30 looks, fluid silhouettes and drapery.
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreNUSAÉ × MASA: MERANGKAI IDENTITAS INDONESIA DALAM RUANG
Nusaé menghadirkan pengalaman visual yang mempertemukan desain, budaya, dan kreativitas Indonesia dalam perhelatan MASA di Singapura.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
