Wardah X Four Indonesia Young Designers at Jakarta Modest Fashion Week 2018
Published by Sugar & Cream, Wednesday 01 August 2018
Text by Auliya Putri, Images Courtesy of Jakarta Modest Fashion Week
Wardah Fashion Journey
Wardah menjadi penutup yang apik bagi pagelaran Jakarta Modest Fashion Week pada 29 Juli 2018 di Gandaria City Mall Jakarta. Bersama 4 desainer muda Indonesia, Dian Pelangi, KAMI, Khanaan, dan ETU, menampilkan masing-masing 10 koleksi terbaru yang diinspirasikan oleh tren make-up Wardah terbaru; Wardah LUM(INA); Endless Beauty Discovery. Ini juga merupakan bagian dari proyek berkelanjutan Wardah Fashion Journey dalam upaya mendukung industri fashion Indonesia.

Seperti apa keseruah koleksi empat desainer ini?
KAMI membuka fashion show ini dengan memamerkan koleksi bertemakan SABAKU. Menampilkan konsep sederhana yang didominasi dengan warna-warna yang cenderung gelap menggambarkan suasana gurun pasir.

KAMI
Lalu disusul oleh ETU yang menceritakan indahnya rasa menyambut musim semi melalui koleksi POETIC BREEZE. Memiliki siluet yang klasik a la tahun 50an dan 60an, koleksi ini memadukan warna alam dan romantisme musim semi yang puitis. Koleksi ini menjadi bukti bahwa kemampuan ETU dalam menciptakan modest yang minimalis, klasik, dan elegan, dengan injeksi nuansa feminin yang bersahaja.

ETU
Sementara Khanaan dalam tema SABA mengusung koleksi ready-to-wear spring/summer 2019. Koleksi ini terinspirasi dari arsitektur budaya Islam dengan warna-warna cerah seperti kuning, biru, emas, dan peach. Tidak ketinggalan aksen detail khas Khanaan berupa beadings dan payet masih dapat dinikmati dalam koleksi kali ini.

Khanaan
Pagelaran memukai ini pun ditutup dengan sajian unik khas Dian Pelangi. Koleksi yang bisa dibilang quirky dan abstrak ini dinamai Dian dengan PERSONA. Terinspirasi dari konsep retro, koleksi ini kental dengan warna yang bold seperti biru dongker, hijau, kuning, dan abu-abu, namun tidak serta-merta meninggalkan sisi feminine a la Dian Pelangi. Seluruh koleksi dipenuhi oleh motif batik abstrak kontemporer untuk lebih menguatkan karakternya.

Dian Pelangi
COX LONDON WHERE NATURE TAKES FORM
Cox London brings the poetry of nature and craftsmanship to Indonesia, shaped through sculptural form and the hand of the maker.
read moreYOSAFAT: APRÈS LA RÉVOLUTION — WHEN STRUCTURE LEARNS TO LET GO
In Après la révolution, Yosafat Kurniawan shows a new language of femininity across 30 looks, fluid silhouettes and drapery.
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreNUSAÉ × MASA: MERANGKAI IDENTITAS INDONESIA DALAM RUANG
Nusaé menghadirkan pengalaman visual yang mempertemukan desain, budaya, dan kreativitas Indonesia dalam perhelatan MASA di Singapura.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
