THE THREADED: KETIKA RUANG MENJALIN KEMBALI HUBUNGAN DENGAN ALAM
Published by Sugar & Cream, Thursday 10 September 2026
Images courtesy of Sandei, Coulisse|INK, Le Château Living, Dharmawan Lighting, and Studio S+AO
Saat Beragam Elemen Menemukan Keselarasan
Ada ruang yang dirancang untuk sekadar dilihat, ada pula yang membuat kita ingin tinggal sedikit lebih lama. The Threaded berada di antara keduanya—sebuah pavilion yang mempertemukan arsitektur, cahaya, material, dan alam dalam suasana yang terasa ringan, terbuka, dan dekat dengan keseharian.

Dirancang oleh Bran Suwandrei dari Studio S+AO untuk Sandei bersama Coulisse|INK, Le Château Living, dan Dharmawan Lighting, pavilion ini hadir dalam perhelatan desain tahunan Jia CURATED 2026, yang berlangsung pada 13–17 Agustus 2026 di Pengembak Beach, Sanur, Bali. Mengusung tema “Nature Weave”, Jia CURATED tahun ini menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan desain yang melihat kembali hubungan antara manusia, alam, material, dan ruang.
Hubungan dengan alam itu terasa sejak pengunjung mendekati pavilion. Alih-alih hadir sebagai satu massa tunggal, The Threaded dibentuk dari serangkaian modul dengan bukaan 45 derajat yang memungkinkan cahaya matahari menghidupkan ruang sepanjang hari. Berada di tepi pantai Pengembak, pavilion ini seolah menghapus batas antara interior dan lanskap—menghadirkan langit, suara ombak, serta ruang semi-terbuka yang memberi keleluasaan untuk bergerak. Di balik suasana yang terasa natural tersebut, tersimpan gagasan tentang desain yang lebih sadar: sistem yang dapat beradaptasi dan material yang dapat digunakan kembali, memberi struktur tersebut kesempatan untuk memiliki kehidupan kedua.

Gagasan tentang memperpanjang usia pakai material menjadi bagian penting dari pendekatan Sandei. Didirikan pada 1985 dan berkembang di industri window coverings serta operable partition di Indonesia, Sandei melihat bagaimana produk dan material dapat terus memiliki peran dalam ruang, bahkan melampaui fungsi awalnya.
Prinsip tersebut kemudian diterapkan secara nyata melalui sistem modular The Threaded. Material dari pavilion sebelumnya untuk perhelatan ARCH:ID digunakan kembali, lalu ditata dan dirancang menjadi struktur dengan luasan yang lebih besar di Jia CURATED. Bagi Bran, keputusan untuk mempertimbangkan kemungkinan penggunaan kembali tersebut memang telah menjadi bagian dari proses sejak awal.

“Sejak awal kami memang merencanakan untuk menggunakan material dan sistem desain yang memungkinkan kita bisa menggunakannya kembali dan tidak langsung dibuang. Penyesuaian terbesar adalah karena luasan yang lebih besar. Tentunya kali ini desain pavilion lebih terbuka dengan tropical vibe,” jelas Bran Suwandrei, Principal Studio S+AO.

Presented by Magran Living
Cara berpikir tersebut sejalan dengan karakter Studio S+AO yang dipimpin Bran, dengan desain yang mengedepankan clean lines, minimalisme, dan bentuk yang kuat. Portofolionya bergerak dari proyek komersial dan hunian hingga skala urban yang lebih besar, dengan perhatian pada keberlanjutan, konteks, serta kemampuan arsitektur untuk beradaptasi.

Namun, arsitektur bukan satu-satunya elemen yang membentuk The Threaded. Di dalamnya, berbagai material, produk, dan keahlian bertemu untuk membangun suasana yang utuh. Bagi Sandei, kehadiran setiap pihak bukan sekadar melengkapi kebutuhan teknis pavilion, tetapi turut membawa karakter dan kualitas yang berbeda ke dalamnya.
“Sandei menggandeng beberapa kolaborator agar pavilion ini bisa memberikan pengalaman tentang bagaimana satu elemen dan yang lainnya saling mendukung dalam mewujudkan pengalaman rasa yang lengkap,” ujar Jenfilia Suwandrei, Direktur Sandei.

Salah satu lapisannya hadir melalui Le Château Living, yang membawa pengalaman bathing dan wellness ke dalam pavilion lewat pilihan sanitary premium. Didirikan 2015 oleh PT Onda Shunlee Indonesia, Le Château Living menghadirkan bathing sebagai bagian dari momen relaksasi dan penyegaran mental, dengan lebih dari 20 jenama Eropa yang telah dikurasi untuk melengkapi pengalaman ruang.
Kualitas berbeda kemudian hadir melalui Coulisse|INK dan dunia window covering. Berakar dari Coulisse yang didirikan di Belanda pada 1992, Coulisse|INK melihat window covering bukan sekadar elemen fungsional, tetapi bagian dari ekspresi interior, kenyamanan, dan efisiensi energi. Di Indonesia, Coulisse turut memperluas peran window covering sebagai bagian dari karakter interior.

Dari elemen yang membingkai ruang, perhatian kemudian kembali pada material yang membentuknya. Semangat untuk memberi material kehidupan kedua terlihat dalam detail yang lebih kecil, salah satunya material sisa blind yang dipadatkan dan digunakan kembali sebagai salah satu elemen desain. Sederhana, tetapi menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar atau mencolok. Terkadang, ia dimulai dari keputusan untuk melihat kembali sesuatu yang masih memiliki kemungkinan untuk digunakan.
Seiring matahari bergeser dan suasana di pavilion berubah, cahaya pun mengambil peran yang berbeda. Dharmawan Lighting, yang telah hadir sejak 1980 sebagai one-stop lighting solution untuk kebutuhan hunian maupun ruang komersial, merancang pencahayaan yang mengikuti atmosfer pavilion dari siang hingga malam.

Pada siang hari, cahaya alami menjadi bagian utama dari ruang. Memasuki senja, pencahayaan buatan mulai membangun suasana yang lebih elegan sekaligus memberikan highlight pada tekstur dan material tertentu. Bagi Dharmawan, cahaya tidak berhenti pada fungsi dan visibilitas, tetapi menjadi bagian dari pengalaman inderawi yang turut menentukan bagaimana sebuah ruang dirasakan.
Ketika arsitektur, material, dan cahaya bekerja bersama, pavilion pun terasa semakin hidup. High-performance blinds dan operable partition memberikan fleksibilitas, sementara perpaduan material menghadirkan lapisan visual sekaligus tactile. Vegetasi ditempatkan di berbagai sudut pavilion, membuat batas antara bangunan dan lanskap terasa semakin tipis.

Ekosistem tersebut turut diperluas dengan kehadiran Sonne, Skayu, Somfy, dan Peers sebagai partner, serta Alvin T, Idefab, dan Fufini Microcement sebagai supporter. Bersama Sandei, Coulisse|INK, Le Château Living, Dharmawan Lighting, dan Studio S+AO, mereka melengkapi berbagai lapisan yang membuat The Threaded tidak berhenti sebagai objek arsitektur, tetapi menjadi ruang yang benar-benar digunakan dan dialami.
Semua elemen tersebut membuat The Threaded terasa seperti sebuah ‘museum’ yang dapat didekati dan dirasakan. Pengunjung diajak melihat lebih dekat bagaimana sebuah ruang terbentuk dari hubungan antarelemen—tanaman dan vegetasi membawa alam semakin masuk, cahaya mengubah atmosfer, sementara material dan detail interior memberi lapisan yang dapat dinikmati melalui indera.

Semuanya kemudian kembali pada momen-momen sederhana: menikmati hidangan dari Guten Morgen atau menelusuri buku-buku dari Gavrabooks sambil membiarkan lanskap pantai, suara ombak, cahaya, dan arsitektur hadir dalam satu alur yang natural. Di sanalah The Threaded menemukan maknanya—bukan pada satu bentuk atau elemen, melainkan pada hubungan di antaranya. Arsitektur memberi bentuk, material menghadirkan tekstur, cahaya membangun suasana, dan alam menjadi bagian yang tak terpisahkan, menjadikan pavilion ini bukan sekadar objek desain, tetapi ruang yang terus hidup, beradaptasi, dan dialami.
THE THREADED: KETIKA RUANG MENJALIN KEMBALI HUBUNGAN DENGAN ALAM
Di Jia CURATED 2026, Sandei bersama beberapa jenama lainnya merangkai The Threaded menjadi pertemuan arsitektur, material, cahaya, dan alam.
read moreSARINAH DAN GHEA FASHION STUDIO MERANGKAI WASTRA NUSANTARA DALAM SETIAP LANGKAH TIM INDONESIA DI ASIAN GAMES
Bersama Sarinah, Mills, dan Ghea Fashion Studio, wastra menemukan bahasa baru dalam seragam Tim Indonesia, menemani langkah para atlet menuju Asian Games...
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreNUSAÉ × MASA: MERANGKAI IDENTITAS INDONESIA DALAM RUANG
Nusaé menghadirkan pengalaman visual yang mempertemukan desain, budaya, dan kreativitas Indonesia dalam perhelatan MASA di Singapura.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
