presented by

DUA DEKADE THE PAPILION KEMANG, MEMBACA KEMBALI “GEDUNG KACA”

SHARE THIS
372

Published by Sugar & Cream, Wednesday 02 September 2026

Images Courtesy of The Papilion Kemang

Arsitektur Dalam Jejak Waktu

Twenty years on, The Papilion Kemangremains part of the ever-changing rhythm of Kemang, quietly witnessing how a neighbourhood, its people, and its architecture grow together.

Yolodi + Maria Architects

Memasuki babak baru dalam perjalanannya, The Papilion Kemang mengajak kita melihat kembali kisah di balik sebuah bangunan yang telah begitu lekat dengan wajah Kemang. Bukan sekadar tentang bagaimana ia dirancang, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ruang tumbuh bersama aktivitas, orang-orang, dan lingkungan di sekitarnya.

Yolodi + Maria Architects

Kisah tersebut dihadirkan melalui “Gedung Kaca: 20 Tahun The Papilion Kemang”, dengan mempertemukan sketsa, gambar, maket, studi, serta dokumentasi proses desain dengan foto dan video yang merekam The Papilion dari masa ke masa. Arsip-arsip ini membuka kembali proses kreatif yang melahirkan salah satu bangunan ikonik di kawasan tersebut.

Yolodi + Maria Architects

Presented by Coulisse | INK

Menariknya, The Papilion lahir ketika Kemang sendiri sedang menemukan wajah barunya. Dirancang pada awal 2000-an oleh d–associates, yang kini dikenal sebagai Yolodi + Maria Architects, bangunan ini hadir di tengah pergeseran Kemang dari kawasan hunian menuju lingkungan yang semakin hidup dengan aktivitas komersial dan lifestyle.

Yolodi + Maria Architects

Posisinya di sudut Jalan Kemang Raya turut membentuk karakter yang khas. Alih-alih memiliki satu fasad utama, The Papilion dirancang terbuka ke berbagai arah kota. Permukaan kacanya membuat hubungan antara ruang dalam dan lingkungan sekitar terasa lebih cair, hingga akhirnya melahirkan nama yang begitu melekat yaitu “Gedung Kaca”.

Yolodi + Maria Architects

Seiring waktu, cara sebuah bangunan digunakan dan dirasakan ikut berubah. Hal tersebut menjadi salah satu hal menarik yang dapat ditemukan dalam materi pameran, ketika dokumentasi masa lalu dipertemukan dengan kondisi The Papilion hari ini. Dari sana terlihat bahwa arsitektur tidak berhenti pada gambar atau bentuk akhirnya, tetapi terus menemukan cerita baru melalui kehidupan yang berlangsung di dalamnya.

Davy Linggar dan Indra Leonardi

Membawa sudut pandang yang lebih personal, Davy Linggar dan Indra Leonardi turut menghadirkan karya yang merespons The Papilion melalui pendekatan artistik masing-masing. Cahaya, bidang, gerak, dan tekstur menjadi medium untuk melihat kembali karakter ruang dari perspektif yang berbeda.

Davy Linggar dan Indra Leonardi

“Gedung Kaca” pun terasa lebih dari sekadar sebuah pameran arsip. Ia mengajak kita melihat kembali ruang yang mungkin sudah begitu akrab, namun menyimpan lapisan cerita yang tidak selalu terlihat dalam keseharian. Di balik bidang kaca dan strukturnya, tersimpan jejak perubahan Kemang sekaligus cerita yang terus bertambah seiring waktu—menunjukkan bahwa arsitektur tidak berhenti pada bentuk, tetapi menemukan maknanya melalui kehidupan yang berlangsung di dalam dan di sekelilingnya.

Davy Linggar dan Indra Leonardi

PameranGedung Kaca: 20 Tahun The Papilion Kemang” terbuka untuk umum di The Papilion Kemang mulai 29 Agustus hingga 13 September 2026.

Davy Linggar dan Indra Leonardi

Davy Linggar dan Indra Leonardi

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK