JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — DAY 3 (PART 3)
Published by Sugar & Cream, Friday 28 August 2026
Images Courtesy of JF3 Fashion Festival
Presenting Threshold by Tities Sapoetra and 2027 Collection by Hartono Gan
Perubahan dan kesederhanaan hadir dalam dua show berbeda di panggung JF3 Fashion Festival 2026 Day 3. Tities Sapoetra mengeksplorasi fase transisi melalui Threshold, sementara Hartono Gan melihat kembali apa yang membuat sebuah pakaian tetap berarti lewat 2027 Collection. Keduanya menawarkan cara pandang menarik tentang fashion hari ini.
Threshold — Tities Sapoetra
Ada sesuatu yang menarik dari berada di tengah-tengah: satu fase belum sepenuhnya ditinggalkan, sementara yang baru belum benar-benar dimulai. Ruang inilah yang menjadi titik berangkat Tities Sapoetra melalui Threshold, sebuah koleksi tentang perubahan, pertumbuhan, dan berbagai kemungkinan yang muncul di antaranya.

Tities Sapoetra
Sebagai lini utama Tities Sapoetra, koleksi ini tetap membawa bahasa desain yang telah dikenal dari label tersebut—siluet yang terstruktur, detail yang kaya, dan craftsmanship dengan sentuhan couture. Motif eksklusif, beadwork, bordir, serta elemen dekoratif hadir dengan pengerjaan yang presisi, memberikan karakter pada setiap tampilan tanpa terasa berlebihan.

Alih-alih melihat transformasi sebagai perubahan besar yang terjadi dalam sekejap, Threshold justru menemukan keindahannya dalam proses yang lebih perlahan. Perubahan kecil yang membentuk pertumbuhan, identitas, dan pandangan tentang apa yang ada di depan.
![]()
Presented by Interni Cipta Selaras
Cerita tersebut terasa dalam perkembangan koleksinya. Warna-warna terang perlahan bergerak menuju rona yang lebih kaya dan dalam. Siluet yang semula lembut berkembang menjadi lebih tegas dan terstruktur, sementara material ringan bergeser menuju tekstil dengan tekstur serta karakter yang lebih kuat.

Ada pula permainan antara draperi yang mengalir dan tailoring yang presisi. Keduanya bertemu dalam keseimbangan yang terasa elegan, mempertemukan kelembutan dengan kekuatan, sekaligus memberi ruang bagi busana untuk bergerak bersama pemakainya.

Lewat Threshold, Tities Sapoetra tidak hanya berbicara tentang sampai di satu titik baru. Koleksi ini justru mengingatkan bahwa perjalanan menuju ke sana pun punya keindahannya sendiri.

2027 Collection — Hartono Gan
Di show berikutnya, sekaligus menjadi penutup rangkaian Day 3, Hartono Gan mengambil arah yang lebih understated, kembali melihat fashion dari hal paling mendasar, pakaian itu sendiri.

Wulan Guritno, Hartono Gan, dan Sinta
Hartono Gan membawa 2027 Collection dengan gagasan sederhana, “It is about bringing clothing back to its essence and function.” Ada nostalgia personal di dalamnya, khususnya pada ingatan sang desainer ketika pertama kali mengenal dunia fashion di era 1990-an. Namun, koleksi ini tidak berhenti pada nostalgia. Pengaruh era tersebut terasa dalam busana yang tetap relevan dengan cara hidup dan pola konsumsi hari ini.
Ketika kebiasaan berbelanja semakin berubah dan konsumen menjadi lebih adaptif, Hartono Gan memilih untuk kembali fokus pada kualitas pakaian. Bukan mengejar sesuatu yang baru setiap musim, melainkan memiliki busana yang bagus, mudah dipakai, dan tetap relevan setelah tren berganti.

Siluet klasik yang clean, terkonstruksi, dan minimalis menjadi dasar koleksi. Fungsionalitas pun hadir dalam cara yang natural. Kemeja dapat dikenakan sebagai dalaman maupun luaran, sementara jaket berbahan silk menawarkan fleksibilitas untuk berbagai kesempatan.
Potongan celana dirancang agar dapat bergerak dari suasana formal ke kasual. Gaun-gaun hadir dengan garis yang bersih dan tidak berusaha mengambil alih perhatian dari pemakainya. Sementara itu, setelan jas bergaya gender-neutral memberi sentuhan yang lebih fleksibel sekaligus memperkuat karakter 90-an yang menjadi salah satu referensinya.

Di sini, kesederhanaan bukan berarti minim karakter. Justru lewat potongan yang terukur, material yang tepat, dan fungsi yang jelas, Hartono Gan menunjukkan bagaimana sebuah pakaian bisa memiliki umur yang lebih panjang di dalam lemari.
Dan mungkin, di tengah siklus fashion yang semakin cepat, pendekatan ini terasa semakin relevan: It’s time to buy less, but buy better clothes.

Pada akhirnya, Tities Sapoetra dan Hartono Gan menunjukkan dua cara memandang fashion, yaitu merayakan perubahan sekaligus menghargai esensi. Berbeda arah, namun sama-sama menempatkan karakter dan longevity sebagai bagian penting dari sebuah busana.
IVAN GUNAWAN BRINGS NUSANOVA 2.0: SEKAR JAGAT TO THE LANGHAM FASHION SOIREE 2026
Ivan Gunawan brings Nusanova 2.0: Sekar Jagat to The Langham Fashion Soiree, transforming Indonesian tradition into modern couture. Rich colour,...
read moreKEMBANG GOEYANG BAWA RASA PERANAKAN KE SARINAH DENGAN CARA YANG LEBIH SANTAI
Ingin mencicipi rasa Peranakan dengan cara berbeda? Temukan pilihan menu yang memanjakan lidah dalam suasana lebih kasual di Kembang Goeyang, Sarinah.
read moreRALPH LAUREN’S PREPPY BEAR WATCH CELEBRATES COLLEGIATE STYLE
Ralph Lauren reimagines its beloved Polo Bear through the new Preppy Bear watch, blending playful charm and preppy sophistication in a versatile accessory...
read moreTOM DIXON UNVEILS AW26 ACCESSORIES
Small in scale, rich in character, Tom Dixon’s AW26 Accessories bring unexpected forms, tactile materials and everyday utility into sharper focus.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
