presented by

JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — DAY 1 (PART 4)

SHARE THIS
86

Published by Sugar & Cream, Tuesday 01 September 2026

Images courtesy of JF3 Fashion Festival 2026

LES ÉCHOS: CRAFT ACROSS CULTURES — Merajut Dialog Kreatif Indonesia–Prancis by French Designers featuring PINTU Residents

Melanjutkan semangat kolaborasi yang dibangun melalui PINTU Incubator, JF3 Fashion Festival 2026 menutup hari pertama dengan “Les Échos: Craft Across Cultures” by French Designers featuring PINTU Residents, menghadirkan pertemuan kreatif antara desainer Prancis dan para talenta Indonesia melalui craftsmanship, eksplorasi budaya, dan perspektif mode kontemporer.

Mickaël Nana x Beatrice Angelica

Menghadirkan karya para desainer lintas budaya, sesi ini mengeksplorasi hubungan antara tradisi, inovasi, dan identitas melalui material, teknik, serta cerita yang melekat di balik setiap koleksi.

Lisa Rayar x Gabriel Marcella

“GARUDA” karya Mickaël Nana x Beatrice Angelica mempertemukan warisan tekstil Indonesia dengan pendekatan tailoring Barat melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika. Menghadirkan 10 tampilan ready-to-wear, koleksi ini memadukan siluet berstruktur dengan tekstil tenun tangan Lombok yang dikembangkan bersama para perajin lokal, menciptakan dialog antara tradisi dan mode kontemporer.

Presented by Coulisse | INK

Sementara itu, “AU LARGE” karya Lisa Rayar x Gabriel Marcella mengangkat hubungan manusia dengan laut sebagai inspirasi utama. Melalui 12 tampilan, koleksi ini mempertemukan budaya maritim Prancis dan Indonesia lewat siluet oversized, permainan draperi, serta eksplorasi batik yang dikembangkan bersama pengrajin lokal.

Louise Marcaud

“Louiseguard” karya Louise Marcaud membawa kisah perjalanan dan memori personal sang desainer selama kunjungannya ke Indonesia. Terinspirasi dari tekstil lokal, benda keseharian, hingga atmosfer Jakarta, koleksi Spring/Summer 2027 ini memadukan estetika liburan musim panas dengan karakter tailoring khas Louise melalui permainan garis, rajutan, dan siluet ringan.

Rohan Mirza

Berbeda dengan narasi nostalgia tersebut, “Stonehaven” karya Rohan Mirza mengeksplorasi hubungan manusia dengan dunia digital dan ingatan kolektif. Berada di antara mitos internet, fantasi, dan nostalgia masa kecil, koleksi Spring/Summer 2026 ini menghadirkan siluet futuristik dengan bentuk lembut yang merefleksikan pencarian akan koneksi emosional di era virtual.

Etienne featuring Vincent (TAREET x Denimitup)

“FAS DELMAN” karya TAREET x DENIMITUP menghadirkan pertemuan budaya Indonesia dan Senegal melalui pendekatan streetwear kontemporer. Terinspirasi dari elemen busana kedua budaya, koleksi ini membangun lemari pakaian hibrida dengan permainan volume dan siluet yang mengalir, menerjemahkan warisan tradisional ke dalam gaya modern sehari-hari.

Fengyuan Dai

Menutup rangkaian presentasi, “30%70” label  Fengyuan DAI menawarkan perspektif tentang keseimbangan melalui fashion genderless yang puitis dan multikultural. Dengan eksplorasi material alami, tekstil daur ulang, serta detail artisan, koleksi ini menghadirkan harmoni antara tradisi dan modernitas, craftsmanship dan inovasi.

Melalui “Les Échos: Craft Across Cultures”, JF3 Fashion Festival kembali menghadirkan fashion sebagai ruang pertemuan budaya—tempat cerita, keahlian, dan kreativitas lintas negara saling terhubung.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK