presented by

ROEMAH KOFFIE INTRODUCES MASSIMO FREDDO, A COFFEE EXPERIENCE WITH PURPOSE

SHARE THIS
88

Published by Sugar & Cream, Tuesday 17 March 2026

Images courtesy of Roemah Koffie

A Refreshing Coffee Creation Inspired by Culture, Collaboration, and Community

Menikmati kopi sering kali bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang cerita di balik setiap cangkir. Melalui peluncuran Massimo Freddo, Roemah Koffie menghadirkan sebuah pengalaman baru yang memadukan inspirasi lintas budaya dengan semangat kolaborasi. Awal tahun ini, jenama kopi asal Indonesia tersebut memperkenalkan kreasi minuman dingin ini sebagai bagian dari inisiatif yang menghubungkan kopi, fesyen, dan pengalaman gaya hidup dalam satu narasi yang lebih luas.

Kreasi ini memadukan karakter kopi Indonesia dengan konsep Freddo—minuman khas Yunani berupa espresso yang di-froth hingga menghasilkan tekstur lembut dan creamy sebelum disajikan dalam keadaan dingin. Racikan tersebut menghadirkan pengalaman minum kopi yang terasa segar dan lebih ringan di lidah, sambil tetap mempertahankan karakter kuat dari biji kopi Nusantara—menjadikannya pilihan menarik bagi para penikmat kopi lokal yang menghargai kualitas premium dalam setiap cangkir.


Presented by Interni Cipta Selaras

Lebih dari sekadar menu baru, Massimo Freddo juga diluncurkan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh Roemah Koffie. Melalui inisiatif ini, sebagian dari setiap pembelian dialokasikan untuk mendukung pemulihan petani kopi di Sumatera yang terdampak bencana. Program ini menjadi kelanjutan dari kampanye Cup for Purpose yang sebelumnya telah dijalankan sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan komunitas kopi lokal.

Untuk memperluas makna dari inisiatif tersebut, Roemah Koffie juga menggandeng Ghea Resort, jenama fesyen yang dikenal dengan pendekatannya dalam mengangkat motif budaya Indonesia. Dalam kolaborasi ini, Ghea Resort menghadirkan scarf eksklusif yang dibundel bersama pembelian Massimo Freddo. Desain scarf tersebut terinspirasi dari motif ulos yang dipadukan dengan pola geometris serta elemen alam seperti burung, ranting pohon, dan dedaunan—menciptakan pertemuan antara tradisi tekstil dan pengalaman menikmati kopi.

Ide di balik Massimo Freddo sendiri berawal dari partisipasi Roemah Koffie dalam sebuah pameran hospitality di Athena pada 2025, ketika tim mereka memperkenalkan kopi Indonesia kepada para pelaku industri internasional. Di sana mereka bertemu dengan Massimo, sosok yang kemudian memperkenalkan konsep Freddo dan mendorong eksplorasi racikan espresso dingin menggunakan biji kopi Indonesia. Respon positif yang diterima dari para profesional industri di Eropa kemudian menjadi inspirasi lahirnya menu ini.

Sebagai pelengkap pengalaman, Roemah Koffie juga menghadirkan workshop kolaboratif bersama Boemi Botanicals. Workshop ini mengajak peserta meracik spray scent yang terinspirasi dari aroma kopi dan elemen alam Nusantara. Pengalaman tersebut kemudian dipadukan dengan scarf dari koleksi Massimo Freddo, menghadirkan eksplorasi multisensori antara aroma, tekstur, dan rasa dalam satu pengalaman gaya hidup yang lebih personal.

Massimo Freddo hadir dalam tiga varian rasa yang masing-masing menawarkan karakter berbeda: Massimo Freddo Aren dengan sentuhan manis gula aren, Massimo Freddo Orange yang memberikan kesegaran citrus, serta Massimo Freddo Coconut dengan nuansa tropis dari kelapa.

Melalui Massimo Freddo, Roemah Koffie tidak hanya memperkenalkan cara baru menikmati kopi, tetapi juga membuka ruang dialog antara budaya, kreativitas, dan kepedulian sosial—menjadikan setiap cangkir kopi sebagai bagian dari cerita yang lebih luas tentang kolaborasi, komunitas, dan budaya kopi.

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK