presented by

MUSEUM MACAN PRESENTS “CARE”, THE FIRST MAJOR EXHIBITION BY PATRICIA PICCININI

SHARE THIS
1.88K

Published by Sugar & Cream, Friday 07 June 2024

Images courtesy of Museum MACAN

25 May – 6 October 2024, 25 – The Hybrid of Imaginary Life Forms

Museum MACAN announces the upcoming solo exhibition of globally recognized Australian artist Patricia Piccinini for the first time in Indonesia, which will open to the public on 25 May 2024. Titled CARE, the exhibition will be curated by Tobias Berger. As Piccinini’s large-scale survey exhibition, CARE will present over forty life-size sculptures, three large video installations, along with Celestial Field (2021), a spectacular installation of thousands of flowers.

Patricia Piccinini and Tobias Berger at Celestial Field (2021)

Born in Sierra Leone in 1965, Patricia Piccinini began her career by studying anatomy, ancient specimens, and pathology in medical museums, which later became the foundation for developing her artworks. Piccinini incorporates synthetic materials, such as silicone, fiberglass, and ABS plastic, with organic materials including hair and taxidermy animals to her sculptures, resulting in surreal, imaginary creatures.

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) Celestial Field (2021)

Characterized by her hyper-realistic sculptures of natural and mechanical chimeras, Patricia Piccinini’s artistic practice examines new conceptions of corporeality, sexuality, and kinship. Her works reflect on the increasingly nebulous boundaries between the artificial and the natural; questioning our understanding of set relationships with the surrounding world and suggesting a future where humanity and other creatures might coexist not just in the same spaces but potentially in the same bodily form.

Presented by Galleria

Venus Lau, Director of Museum MACAN, said, “We are proud to present CARE, the first major solo exhibition by Patricia Piccinini in Indonesia. As a globally recognized artist, Piccinini is known for her visions that can traverse critical issues in our contemporary society. We are also very pleased to have Tobias Berger as the curator for the project.”

Installation view of Shoeform (Bloom) (2019), Prone (2011), and The Coup (2012) | Installation view of Cleaner (2019), The Bond (2016), While She Sleeps (2021), The Observer (2010), Metaflora (Timelapse) (2015), and Sapling (2020) | Installation view of Eagle Egg Man (The Astronomer) (2018), Eagle Egg Man (The Philosopher) (2018), and Eagle Egg Man (The Optimist) (2018) | Patricia Piccinini (l. Sierra Leone, 1965) Every Heart Sings (2013–2022)

As the title suggests, CARE is an exhibition addressing the universal feelings related to connection and intimacy which resonate with audiences from anywhere including Indonesia. Current global issues about ecology and its relations with biodiversity and biotechnology are also key ideas in this exhibition. Through this exhibition, we invite visitors to see the hybridity of imaginary life forms, touching on the ongoing issues of endangered species in Indonesia. The exhibition will also be imbued with other local contexts which will be revealed soon.

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) No Fear of Depths (2019) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) Kindred (2018) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) The Offering (2018) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) While She Sleeps (2021)

Tobias Berger, the Curator, said, “CARE at MACAN is an immersive visual art experience in various chapters, a walk through the imaginative spaces, environments, and proposals of one of today’s most thought-animating artists.”

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) The Coup (2012) 

Patricia Piccinini, said, “It has been a dream of mine to work with Museum MACAN, so I am really excited that we can bring this wonderful exhibition to Jakarta. This is my first major exhibition in the region and MACAN is a beautiful space with a diverse audience, so it is the perfect place for it. I think that CARE is a great opportunity to connect with that audience over issues that affect us all, from the environment to the nature of contemporary urban life. I think the intensity of Jakarta connects with the intensity of the work in an interesting way.”

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Bond (2016) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Couple (2018)

Patricia Piccinini CARE will be on view from 25 May until 6 October 2024.

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). Kindred (2018) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Observer (2010)

Images courtesy of Museum MACAN

25 May – 6 October 2024, 25 – The Hybrid of Imaginary Life Forms

Museum MACAN dengan bangga mempersembahkan pameran survei tunggal perdana perupa Australia Patricia Piccinini di Indonesia. Dibuka untuk publik pada tanggal 23 Mei 2024, pameran yang berjudul CARE ini dikurasi oleh Tobias Berger, dan menampilkan kumpulan karya-karya Piccinini secara komprehensif. Menghadirkan lebih dari empat puluh patung ukuran hidup, tiga instalasi video berukuran masif, dan Celestial Field (2021)–sebuah instalasi memukau yang terbuat dari ribuan bunga–CARE menyajikan eksplorasi visi artistik Piccinini secara mendalam dan dalam skala yang besar.

Patricia Piccinini and Tobias Berger at Celestial Field (2021)

Lahir di Sierra Leone pada tahun 1965, Patricia Piccinini memadukan material sintetis, seperti silikon dan serat kaca (fiberglass), serta plastik ABS, dengan bahan organik, termasuk rambut serta hewan taksidermi ke dalam patung-patungnya, untuk menghasilkan makhluk imajiner yang surealis.

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) Celestial Field (2021)

Dikenal dengan karya patung makhluk khayali (chimera) alami dan mekanis yang bergaya hiperealistis, praktik artistik Patricia Piccinini mengeksplorasi bentuk-bentuk baru mengenai tubuh, aspek fisik, dan rasa welas asih. Karya-karyanya merefleksikan batas-batas yang semakin samar antara yang artifisial dan yang alami; mempertanyakan pemahaman kita mengenai hubungan dengan dunia sekitar dan memperlihatkan masa depan di mana manusia dan makhluk lain dapat hidup berdampingan, bukan hanya di ruang yang sama, tetapi juga dalam bentuk tubuh yang sama.

Installation view of Shoeform (Bloom) (2019), Prone (2011), and The Coup (2012) | Installation view of Cleaner (2019), The Bond (2016), While She Sleeps (2021), The Observer (2010), Metaflora (Timelapse) (2015), and Sapling (2020) | Installation view of Eagle Egg Man (The Astronomer) (2018), Eagle Egg Man (The Philosopher) (2018), and Eagle Egg Man (The Optimist) (2018) | Patricia Piccinini (l. Sierra Leone, 1965) Every Heart Sings (2013–2022)

Di dalam pameran CARE, pengunjung akan menjumpai serangkaian makhluk imajiner baru yang terinspirasi dari makhluk hidup dan mitologi. Melalui makhluk yang diciptakan ini, kita diajak untuk merenungkan bentuk-bentuk kehidupan baru melalui kacamata kepedulian dan welas asih. Pameran ini juga mengundang kita untuk mengeksplorasi emosi kita sebagai manusia, saat menghadapi hal-hal yang tidak diketahui, baik dalam bentuk makhluk alami maupun buatan. Bagaimana cara kita menghadapi makhluk-makhluk asing atau baru ini dengan semua kompleksitas emosi mereka?

Venus Lau, Direktur, Museum MACAN, berkata, “Kami bangga bisa mempersembahkan CARE, pameran tunggal perdana Patricia Piccinini di Indonesia. Sebagai perupa yang diakui secara global, Piccinini dikenal dengan visinya yang mampu melintasi beragam isu kritis dalam masyarakat kontemporer. Kami juga sangat senang dapat bekerja dengan Tobias Berger sebagai kurator untuk proyek ini.”

Presented by Galleria

Seperti yang tersirat dari judulnya, CARE mengeksplorasi tema universal tentang hubungan dan keintiman yang bisa dirasakan oleh audiens di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pameran ini menyelami isu-isu global yang mendesak seputar ekologi, keanekaragaman hayati, dan bioteknologi. Melalui pameran ini, kami mengajak pengunjung untuk merenungkan bentuk-bentuk kehidupan imajiner hibrida, menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia terkait spesies-spesies yang terancam punah.

Pameran ini juga diperkaya dengan konteks lokal untuk memperdalam relevansi terhadap narasinya. Seperti pada karya ‘The Couple’, di mana situasi rumah tangga dari figur yang ditampilkan mencerminkan lingkungan rumah di Indonesia, dengan perabotan dan barang-barang yang biasa ditemukan di rumah tangga lokal, untuk memberikan latar belakang yang mudah dikenali dan terhubung erat dengan pengunjung. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen yang mudah dikenali, pameran ini tidak hanya mengangkat tema global, tetapi juga menjalin hubungan yang bermakna dengan budaya dan keseharian Indonesia.

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) No Fear of Depths (2019) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) Kindred (2018) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) The Offering (2018) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) While She Sleeps (2021)

Tobias Berger, Kurator, berkata, CARE di MACAN adalah pengalaman seni visual yang imersif dalam berbagai aspek, sebuah perjalanan melalui ruang-ruang imajinatif, alam, dan ide-ide yang dihidupkan oleh sang perupa.”

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965) The Coup (2012) 

Patricia Piccinini, berkata, “Saya sudah lama memiliki impian untuk bekerja sama dengan Museum MACAN, dan tentunya sangat senang dapat membawa pameran yang luar biasa ini ke Jakarta. CARE adalah pameran besar pertama saya di Indonesia, dan Museum MACAN adalah tempat yang tepat untuk pameran ini karena ruangnya yang tidak hanya indah namun MACAN juga memiliki audiens yang beragam. Saya merasa CARE adalah sebuah kesempatan yang sangat baik untuk bisa terhubung dengan para pengunjung mengenai isu-isu yang mempengaruhi kita semua, mulai dari lingkungan hingga kehidupan urban kontemporer. Saya rasa, akan sangat menarik melihat bagaimana intensitas dari kota Jakarta bertaut dengan intensitas dari karya-karya yang akan ditampilkan nanti.”

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Bond (2016) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Couple (2018)

Pada pekan pembukaan pameran, Museum MACAN akan menghadirkan serangkaian program acara yang menarik, di antaranya sesi wicara, tur, dan sesi mendongeng untuk anak-anak dan keluarga. Patricia Piccinini: CARE, Sebuah Percakapan akan digelar pada Sabtu, 25 Mei 2024, di Ruang Gagasan Museum MACANERHA. Sang perupa bersama dengan kurator Tobias Berger, akan memperkenalkan praktik artistik dan perjalanan kuratorial di balik pameran perdananya di Indonesia. Sebuah tur anak dan sesi mendongeng istimewa berjudul Every Heart Sing akan berlangsung pada hari Minggu, 26 Mei 2024. Keluarga dan anak-anak diundang untuk menjelajahi area pameran dan bertualang bersama dalam kisah Skywhale dan Skywhalepapa yang melayang melintasi angkasa.

Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). Kindred (2018) | Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Observer (2010)

Selama pameran Patricia Piccinini: CARE, museum akan menghadirkan ruang khusus bagi anak-anak dan keluarga untuk mengeksplorasi beragam bahasa cinta dan tindakan kebaikan melalui permainan peran yang interaktif dan penjelajahan ruang. Berjudul Kindred Kinder, area ini merefleksikan gagasan Patricia Piccinini mengenai kepedulian sebagai naluri alami yang melampaui batasan antar spesies. Pengalaman ini juga bertujuan untuk mendorong rasa ingin tahu, kebaikan, tanggung jawab, dan menerima perbedaan.

Patricia Piccinini: CARE akan dibuka mulai tanggal 23 Mei hingga 6 Oktober 2024.

 

Coulisse | INKZipblind & VF