MOIRE RUGS DAN EUGENIO HENDRO HADIRKAN “TAPAK TUMBUH” MENUJU JIA CURATED BALI 2026
Published by Sugar & Cream, Thursday 06 August 2026
Images courtesy of S&C and MOIRE Rugs
Dari Sekam, Tanah, dan Serat Alam Menjadi Lanskap Hidup
Ada cara berbeda untuk melihat material ketika ia tidak langsung berakhir sebagai sebuah produk. Melalui “Tapak Tumbuh: A Landscape by MOIRE & Friends”, material diberi ruang untuk memperlihatkan asal, proses, tekstur, hingga kemungkinan barunya dalam sebuah pengalaman yang mempertemukan alam dan tangan manusia.
Gagasan tersebut pertama kali diperkenalkan melalui Singgah Session di showroom Moire Rugs, Dharmawangsa, Jakarta, pada 29 Juli 2026. Bersama product designer dan konseptor Eugenio Hendro, MOIRE Rugs mengajak media, desainer, dan pelaku industri kreatif melihat lebih dekat instalasi yang akan hadir secara utuh dalam JIA Curated Bali 2026, pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.Lebih dari sekadar ruang pamer, Tapak Tumbuh dirancang sebagai lanskap hidup yang terus mengalami transformasi. Material tidak hanya hadir sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai bagian dari proses—tumbuh, dirakit, diolah, dan dihidupkan melalui hubungan yang dekat antara alam dan manusia.

[Ki-Ka] Jonathan Kevin, Co-founder Presisi Contractor; Bernado Januar, Founder Singres Tiles; Alvin Sovian, Founder Singres Tiles; Tama Florentina, Founder Moire Rugs, Eugenio Hendro, Product Designer & Conseptor Tapak Tumbuh; Juan Apriliano,Co-founder of Plana; Grace Pong Bija,Co-founder of Presisi Contractor
Bagi Tama Florentina, Founder MOIRE Rugs, gagasan tersebut berangkat dari pemahaman bahwa alam, manusia, maupun material tidak pernah benar-benar statis. Setiap jejak yang ditinggalkan memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi sesuatu yang baru dan bermakna. Sejalan dengan itu, MOIRE Rugs memandang rug bukan sekadar pelengkap interior, melainkan medium untuk bercerita melalui material, tekstur, dan teknik. Nilai tersebut menemukan titik temu dengan Tapak Tumbuh yang menghargai alam, merayakan proses, dan melihat desain sebagai sesuatu yang memiliki makna lebih dari sekadar fungsi.
“Rug tidak lagi hanya dipandang sebagai objek dekoratif, tetapi menjadi bagian dari sebuah pengalaman ruang. Orang bisa melihat tekstur, bentuk, dan materialnya dengan cara yang berbeda,” ujar Tama. Dalam lanskap eksperimental Tapak Tumbuh, rug hadir sebagai medium yang menghubungkan manusia dengan lingkungan sekaligus memperluas kemungkinan desain di luar batas-batas konvensional.

Sebagai Product Designer dan Conceptor, Eugenio Hendro melihat Tapak Tumbuh berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana sebuah pameran tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperlihatkan hubungan yang melahirkannya—antara manusia, material, alam, dan waktu. Dari sana, material dipandang bukan sebagai benda mati, melainkan bagian dari proses kehidupan yang terus berubah. “Tapak berarti jejak, sementara tumbuh adalah proses yang tidak pernah selesai. Selalu bergerak, beradaptasi, dinamis. Bagi saya, Tapak Tumbuh adalah tentang bagaimana setiap langkah manusia selalu meninggalkan jejak, dan setiap jejak memiliki potensi untuk menumbuhkan sesuatu yang baru,” tutur Eugenio.
Gagasan tersebut diterjemahkan melalui empat tahapan source, process, purpose, dan hands—dari material dalam bentuk asal, proses pengolahan, hingga menjadi elemen ruang yang fungsional sekaligus puitis. Prinsip “hidup bersama alam, bukan di atas alam” kemudian hadir melalui material yang dipilih bukan hanya berdasarkan performa, tetapi juga asal-usul dan cerita yang dibawanya.

Presented by Magran Living
Bagi Eugenio, alam bukan batas bagi inovasi, tetapi justru tempat dari mana kemungkinan baru dapat tumbuh. Karena itu, material dalam Tapak Tumbuh tidak berhenti pada bentuk akhirnya, tetapi membawa asal-usul, proses, dan jejak manusia yang mengolahnya ke dalam pengalaman ruang.
Perjalanan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas disiplin. Planawood mengolah limbah sekam padi menjadi material struktural yang membentuk kerangka paviliun, menghadirkan perspektif baru terhadap potensi material yang tersisa. Singres Tiles menghadirkan hand-pressed tiles edisi khusus JIA Curated yang membentuk permukaan mosaik berbasis tanah, memperlihatkan karakter material melalui proses kriya yang berjejak.

MOIRE Rugs mengeksplorasi akar, daun, dan serat alami menjadi tekstil spasial yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dialami sebagai bagian dari lanskap. Presisi Contractor menerjemahkan keseluruhan gagasan menjadi konstruksi yang presisi, memastikan setiap elemen dapat hadir sebagai satu kesatuan ruang. Sementara itu, Fumira menginterpretasikan material roofing dan pelapis dinding ke dalam bahasa desain paviliun, Rafes England menghadirkan elemen hardware yang memperkaya karakter visual ruang, dan Visalux menghadirkan permainan cahaya dan bayangan untuk menghidupkan material sekaligus menonjolkan detail craftsmanship.
Bagi Tama, pertemuan berbagai disiplin menjadi salah satu kekuatan Tapak Tumbuh. Setiap kolaborator membawa perspektif berbeda, menciptakan dialog yang memperluas cara berpikir dan membuka kemungkinan baru yang mungkin tidak muncul ketika bekerja sendiri.

Sebagai lanskap imersif, Tapak Tumbuh mengajak pengunjung mengikuti perjalanan material dari bentuk asalnya hingga menjadi pengalaman desain yang utuh. Dalam empat tahapan source, process, purpose, dan hands, sekam padi, tanah, akar, daun, dan serat alami bergerak dari material dalam bentuk asalnya menuju elemen ruang melalui proses pengolahan, pengepresan, penganyaman, dan craftsmanship. Di sini, manusia menjadi penghubung yang memungkinkan material berkembang menjadi bagian dari arsitektur, interior, dan pengalaman ruang.
Lebih jauh, Tapak Tumbuh memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari material baru, tetapi dapat tumbuh dari cara baru dalam memahami dan memperlakukan apa yang sudah tersedia. Setiap material membawa asal-usul, proses, dan kemungkinan untuk terus berevolusi sebagai bagian dari siklus yang lebih luas.

Hal ini sejalan dengan semangat JIA Curated sebagai platform yang mempertemukan kriya, desain, dan budaya dalam pengalaman yang imersif. Tapak Tumbuh tidak menempatkan material sebagai objek yang berdiri sendiri, tetapi menghubungkannya melalui ruang dan proses sehingga relasi antara sumber, pengolahan, craftsmanship, dan fungsi dapat dirasakan secara langsung.
Pada akhirnya, proyek ini mengajak melihat desain dari sisi yang lebih luas—bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi tentang hubungan antara manusia dan alam, material dan proses, pengrajin dan karya, serta ruang dan orang-orang yang menghuninya.

“Saya berharap mereka pulang dengan kesadaran bahwa desain bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang hubungan. Hubungan kita dengan alam, dengan material, dengan para pengrajin yang membuatnya, dan dengan ruang yang kita huni,” tambah Tama.
Tahun ini, JIA Curated hadir dengan skala yang lebih besar, menampilkan lebih dari 70 display, melibatkan sekitar 150 brand Indonesia dan internasional, serta menempati area lebih dari 10.000 m². Di tengah skala tersebut, Tapak Tumbuh menghadirkan perspektif yang lebih dekat dan tactile mengenai bagaimana material dapat menjadi titik temu antara alam, manusia, dan desain.

Instalasi “Tapak Tumbuh: A Landscape by MOIRE & Friends” akan dibuka untuk publik pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.
MOIRE RUGS DAN EUGENIO HENDRO HADIRKAN “TAPAK TUMBUH” MENUJU JIA CURATED BALI 2026
Temui Tapak Tumbuh di JIA Curated 2026, kolaborasi MOIRE Rugs & Friends dan Eugenio Hendro yang menghidupkan material, craftsmanship, dan alam dalam...
read moreTOM DIXON UNVEILS AW26 ACCESSORIES
Small in scale, rich in character, Tom Dixon’s AW26 Accessories bring unexpected forms, tactile materials and everyday utility into sharper focus.
read moreDIOR HAUTE COUTURE AUTUMN-WINTER 2026-2027 - VIP GUESTS
The VIP guests glammed in Dior for Dior Haute Couture Fall/Winter 2026-2027 Show
read moreVENINI MEETS PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read more
