EKSPLORASI DUNIA PLASTIK – ‘Plastic Fantastic’
Published by Sugar & Cream, Wednesday 13 September 2017
Text by Anggita D.S, Image courtesy of Kartell
D Museum, Seoul – 13 September 2017 – 4 March 2018
Jika Anda berpikir bahwa tak banyak yang bisa dilakukan dengan plastik, atau merasa bahan ini membosankan––think again. D Museum di Seoul, Korea Selatan, akan mengadakan acara Plastic Fantastic sebuah eksplorasi menarik tentang sejarah desain Kartell selama 50 tahun terakhir mulai tanggal 13 September 2017 hingga 4 Maret 2018. Ajang ini ditempatkan di seluruh area museum, di mana para pengunjung dapat melihat semua karya Kartell paling indah sepanjang zaman, mulai dari aksesori bersejarah dan homeware items yang dipinjamkan dari koleksi Kartell Museo, hingga perabotan dan alat pencahayaan kontemporer.

Persamaan yang dapat ditemukan pada semua barang ini adalah bahan yang terbuat dari plastik (polycarbonate) , yang telah digunakan Kartell sejak tahun 1950-an untuk memproduksi alat-alat dan penerangan rumah dan, sejak tahun 1960-an, untuk furnitur dan perabotan furnishing lainnya. Fakta menarik, kursi plastik pertama Kartell, yang dirancang oleh Marco Zanuso dan Richard Sapper, dibuat pada tahun 1964. Sejak saat itu, produk keluaran Kartell pun menjadi identik dengan perkembangan dalam materials science sambil berusaha untuk memperkuat reputasi desain asal Italia secara secara global.

Dialog antara industri dan desain serta nilai suatu proyek dan kreativitas para perancang dan arsitek internasional – dengan sejumlah nama besar seperti Achille Castiglioni, Marco Zanuso, Joe Colombo, hingga Philippe Starck dan Patricia Urquiola – terletak di tengah-tengah pertunjukan mendebarkan mengenai pertemuan antara plastik dan desain. Desain khas Italia yang baik berkisar seputar kombinasi: pengusaha forward-thinking (pertama, Giulio Castelli kemudian Claudio Luti) dan para desainer terbaik di dunia, produk cantik namun praktis dan inovatif, serta potensi material plastik dan fleksibilitas suatu produk.

Pertunjukan ini disertai rangkaian kegiatan edukatif yang diselenggarakan oleh museum selama enam bulan, dimulai dengan sebuah lokakarya untuk memperdalam hubungan antara industri, desain, dan material. “Kami merasa sangat terhormat saat diundang oleh Daelim Museum (untuk mengadakan pertunjukan di sini),” kata Claudio Luti, Presiden Kartell. “Bagi Kartell sendiri, bisa mengadakan pameran di sebuah negara yang sangat penting dan strategis dalam pasar Asia merupakan sesuatu yang amat dibanggakan. Kemungkinan untuk melihat sejarah industri Kartell, perjalanan kreatif kami, juga proses inovasi yang terus berkelanjutan, ‘diceritakan’ melalui pertunjukan ini adalah suatu hal yang istimewa serta kesempatan luar biasa untuk mengembangkan brand kami di sini,” lanjutnya.

ARTJOG 2026 OPENS A NEW ERA WITH ARS LONGA: GENERATIO
ARTJOG 2026 inaugurates the Ars Longa trilogy with Generatio, a thought-provoking exploration of artistic legacy and intergenerational dialogue. Inclusive...
read moreUNIQLO X ZO&FRIENDS — A PLAYFUL TAKE ON THE LATEST UT COLLECTION
Playful, warm, and effortlessly charming—UNIQLO’s latest UT collection with ZO&FRIENDS brings beloved characters into everyday style.
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read moreMDF ITALIA UNVEILS NEW EXPRESSIONS OF CONTEMPORARY LIVING AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2026
mdf italia introduces a softer expression of contemporary living at Salone del Mobile.Milano 2026—where warmth, materiality, and quiet elegance take...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

