BURBERRY: THE IMAGINED LANDSCAPES JEJU
Published by Sugar & Cream, Wednesday 17 November 2021
Text by Dira Rohmatun, images courtesy of Burberry
A Dreamlike Mirrored Sculpture
Burberry baru saja melansir sebuah bangunan pop-up di Jeju Island, Korea. Pop-up space merupakan bagian dari visi global Burberry untuk mengurangi dampak lingkungan dengan mendukung pelestarian berkelanjutan di Pulau Jeju melalui kerjasama dengan organisasi Jeju Olle Foundation.


Di dalam pop-up ini, tampil koleksi terkini dari Burberry yang berpadu dengan teknologi dan nuansa alam. Yang menarik ialah bangunan yang dirancang bak piramida ini berselimutkan refleksi cahaya yang memantul dari bangunan, memberikan kesan seakan menyatu dengan alam di sekelilingnya. Menampilkan ruang fana seperti dunia mimpi nan futuristic yang menyuguhkan keindahan alam yang memukau.


Presented by Melandas Indonesia
Interior di dalamnya pun tak kalah menakjubkan. Saat pengunjung memasuki ruang inovatif di mana digital dan fisik saling berpadu ini, akan memberikan pengalaman mendalam yang menampilkan film-film sinematik oleh tiga seniman Maotik, Cao Yuxi, dan Lia Jiayu. Pengunjung akan dikelilingi oleh layar dan dapat berinteraksi dengan dunia unik yang diciptakan oleh para seniman. Berkolaborsai dengan TikTok, pengunjung dapat memindai kode QR TikTok untuk mengaktifkan lensa augmented reality, yang dapat menciptakan pemandangan yang dipenuhi hiu di langit.

Sejumlah koleksi terbaru juga menambah perjalanan inovatif yang menakjubkan di dalam pop-up ini. Tampak trench coat ikonik rancangan Riccardo Tisci – sebuah outwear water-resistant gabardine yang terbuat dari new revolutionary gabardine. Dibuat di Inggris, gabardine adalah tenunan twill dengan tangan, yang memungkinkan untuk tampil lembut di seluruh quilt dan puffer. Kain baru ini ditampilkan di berbagai siluet termasuk jaket puffer, T-shirt, rok dan celana panjang. Koleksi bergaya lainnya yaitu coat buatan Italia dengan double-faced wool, jaket puffer berhoodie yang dapat dilepas dalam warna hitam dan dark peat brown, serta trench coat katun gabardine kotak-kotak dalam warna honey dan black.


Kim Do Yeon | Koo Ja Sung | Lee Da Hee
Dan tak jauh dari Pop-up space yang spektakuler ini, hadir juga untuk pertama kalinya kafe Burberry di Korea bernama Thomas Cafe. Sebuah nama yang diambil dari pendiri Burberry yaitu Thomas Burberry. Desain kafenya mencerminkan nilai Burberry dengan skema warna krem muda dan motif Burberry animal kingdom yang ikonik. Kafe ini menyediakan berbagai macam cemilan dengan inpirasi lokal yang dihidangkan oleh pastry chef Justin Lee dari JL Dessert Bar.

Lee Do Hyeon | Han Hyojoo | Cha Eunwoo

Jung Haein | Mun Kayoung | Wi Hajun
Tak ketinggalan, untuk menyemarakkan kehadiran Pop-up space ini, sejumlah selebriti ternama pun turut menyaksikan kemewahan Pop-up Burberry di Pulau Jeju ini.

THE ESSENCE OF AFTERNOON TEA RITUAL WITH AUGUSTINUS BADER AT THE ST. REGIS JAKARTA
The Drawing Room, The St. Regis Jakarta invites guests to experience a sensorial Afternoon Tea ritual in collaboration with Augustinus Bader where...
read moreHEAD – GENÈVE PRESENTS “NO ONE SEES THEM LIKE WE DO. NOTES ON ANIMAL INTERIORS” AT ALCOVA MILANO
At Alcova Milano, “No One Sees Them Like We Do. Notes on Animal Interiors” by HEAD – Genève reframes domestic space as a shared territory shaped by...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read moreXIAOMI INDONESIA UNVEILS THE XIAOMI ELECTRIC SCOOTER 6 SERIES
An effortless approach to urban commuting, the Xiaomi Electric Scooter 6 Series brings together performance, portability, and connected living in one...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read more

