ALPI and the Asplund Pavilion for “Vatican Chapels”
Published by Sugar & Cream, Tuesday 27 March 2018
Text by Hermawan K, images courtesy of ALPI
The 16th International Architecture Exhibition of the Venice Biennale : 26 May – 25 November 2018
ALPI mengerahkan kontribusinya untuk International Architecture Exhibitions ke-16 dalam ajang Venice Biennale yang akan digelar pada 15 Mei hingga 25 November 2018.

Perusahaan pertama di dunia yang menginisiasi industrialisasi proses produksi kayu komposit ini membangun Asplund Pavilion di dalam “Vatican Chapels” Pavilion yang merupakan bagian dari proyek Holy See. Pengunjung dapat menikmatinya di Fondazione Cini di pulau San Giorgio Maggiore.

Dikoordinasikan oleh Francesco Dal Co, proyek Holy See menginterpretasi Woodland Chapel yang dibangun pada 1920 oleh arsitek Gunnar Asplund di Woodland Cemetery di Stockholm, Swedia. Kapel ini disebut sebagai tempat orientasi, pertemuan, meditasi, dan sambutan.

Asplund Pavilion digarap oleh ALPI dengan melibatkan arsitek Francesco Magnani dan Traudy Pelzel. Difungsikan sebagai pembuka untuk itinerary pameran dan mempresentasikan esensi keluruhan proyek Holy See.
Ide dasar dari “Vatican Chapels” diuraikan di dalam sebuah bangunan yang mewadahi pameran gambar yang dibuat oleh Gunnar Asplund untuk Woodland Chapel. Kapel ini juga dinarasikan oleh arsitektur “Vatican Chapels”, yang terinspirasi dari konstruksi kayu tradisional Skandinavia, seperti Stavkirken, yang direinterpretasi dalam sentuhan modern.
Untuk proyek ini, ALPI bereksplorasi dengan material eksperimental, dimulai dengan kayu-kayu dari koleksi Xilo 2.0 yang digunakan untuk menutupi seluruh bagian permukaan. Eksteriornya dibuat dari 9.000 shingles yang menampilkan pola kayu Xilo 2.0 Planked Grey. Lebih jauh lagi, apa yang dilakukan ALPI untuk ajang ini menggarisbawahi energi produktif antara ALPI dan dunia desain.
WITTMANN CELEBRATES 130 YEARS OF CRAFTSMANSHIP, HERITAGE, AND TIMELESS DESIGN
For 130 years, Wittmann has remained grounded in a singular idea that true design is not defined by time but by how gracefully it endures.
read moreFREEDOM BY STELLARISSA: WHERE FASHION BECOMES A LANGUAGE OF SELF-EXPRESSION
“FREEDOM” by STELLARISSA, a multidisciplinary exhibition at D Gallerie, Jakarta where fashion transcends the conventional presentation to a collective...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read moreMDF ITALIA UNVEILS NEW EXPRESSIONS OF CONTEMPORARY LIVING AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2026
mdf italia introduces a softer expression of contemporary living at Salone del Mobile.Milano 2026—where warmth, materiality, and quiet elegance take...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

