Antiques Boutique RARE by Oulton
Published by Sugar & Cream, Saturday 12 December 2015
RARE by Oulton in Hong Kong
Tidak ada kata berhenti bagi Timothy Oulton, desainer ternama asal Inggris untuk terus menyapa penggemarnya. Kali ini kota Hong Kong, tepatnya di jalan Gough menjadi pilihan utama untuk melansir butik antik terbarunya dengan nama ‘Rare by Oulton’ ( www.rarebyoulton). Gairah dan energi yang tercurah pada barang antik dan desain yang tak lekang waktu merupakan katalis untuk usaha baru yang menakjubkan ini. Dalam butik dua lantai ini tersebar produk antik pilihan yang berkelas dan memiliki riwayat yang unik pula. Diantaranya terdapat seperti kursi barber tahun 1890 yang bisa berputar, direbahkan bahkan bisa turun dan naik dengan sistim hidrolik. Ada juga kabinet obat dari era Victoria dari kayu Mahagoni yang masih lengkap dengan 23 botolnya. Bagi kota London, nantikan segera butik keduanya yang rencana di buka awal tahun 2016 di King Roads.

PORRO REIMAGINES THE HOME AS A LIVING LANDSCAPE AT SALONE DEL MOBILE 2026
Porro unveils its refined home concept at Salone del Mobile.Milano 2026 through new furniture collections, material innovations, and architectural systems.
read moreMASA SINGAPORE BRINGS INDONESIAN CREATIVITY TO THE INTERNATIONAL STAGE
MASA Singapore 2026 brings more than 80 Indonesian brands and creators to Takashimaya, showcasing Indonesia's contemporary creative landscape.
read moreJERSEY BOYS THE MUSICAL, NOSTALGIA MUSIK LEGENDARIS ERA 1960-AN
Saksikan pertunjukan musikal Jersey Boys kolaborasi antara Nawanika Production dan Jakarta Art House yang akan segera menyapa penonton di Taman Ismail...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

