JF3 FASHION FESTIVAL 2026 — DAY 3 (PART 1)
Published by Sugar & Cream, Wednesday 26 August 2026
Images courtesy of JF3 Fashion Festival
Elysian Currents: Sebuah Fantasi Asia Tenggara dalam Gaya Couture
Asia Tenggara pun tak ingin sekadar menjadi penonton dalam percakapan mode global. Melalui Elysian Currents, ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS) kembali ke JF3 Fashion Festival 2026 dengan mempertemukan tiga perspektif couture dari Laos, Singapura, dan Filipina. Berbeda karakter, ketiganya membawa warisan dan imajinasi masing-masing ke dalam sebuah presentasi yang sinematik.
Elevating Lao Identity on to the International Stage — Thoulany Chanthalangsy, Kinnaly Design
Membuka presentasi, Thoulany Chanthalangsy dari Kinnaly Design, Laos membawa Elevating Lao Identity on to the International Stage, menempatkan kekayaan wastra Laos dalam bingkai yang lebih kontemporer. Motif dan kain tradisional diterjemahkan melalui garis desain modern, memperlihatkan bagaimana craftsmanship lokal dapat hadir dalam bahasa couture yang refined.

Kain tenun tangan dengan teknik tradisional menjadi salah satu kekuatan visual koleksi ini. Alih-alih sekadar menjadi ornamen, elemen warisan tersebut menyatu dengan siluet dan tailoring modern, membawa identitas Laos ke panggung yang lebih luas.
Dreamlike Fantasy Garden — Indra Murak
Dari kekayaan tradisi Laos, runway bergeser ke dunia yang lebih fantastical bersama Indra Murak dari Singapura melalui Dreamlike Fantasy Garden. Terinspirasi oleh hutan ajaib, buku cerita, dan seni fantasi, koleksi ini terasa seperti sebuah taman yang lahir dari imajinasi.

Siluet lembut, tekstur tak biasa, serta permainan material dan teknik memberi dimensi pada setiap look. Nuansa hijau yang mengingatkan pada lanskap hutan menjadi salah satu warna dominan, menghasilkan tampilan yang mewah, playful, dan tetap sophisticated.

Presented by Magran Living
Liquid Reverie — Erjohn Dela Serna
Sebagai penutup, Erjohn Dela Serna dari Filipina membawa Liquid Reverie ke wilayah yang lebih futuristik. Air, pantulan, dan gerakan diterjemahkan ke dalam gaun-gaun sculptural dengan bentuk yang seolah terus mengalir.

Palet biru tengah malam, perak, lavender, hijau zaitun, dan merah muda pucat menangkap efek berkilau layaknya cahaya di permukaan air. Di balik kesan fluid tersebut, hadir karakter perempuan yang kuat dan percaya diri. Kekayaan tekstil Filipina, termasuk kain tenun dari kawasan Cordillera dan tradisi tenun Igorot, turut memberi kedalaman pada eksplorasi futuristik ini.
Ketiga koleksi ini memperlihatkan beragam wajah couture Asia Tenggara—dari warisan Laos, fantasi Singapura, hingga visi futuristik Filipina. Elysian Currents menunjukkan bagaimana akar budaya dan kreativitas kontemporer dapat berjalan beriringan dalam bahasa mode yang semakin global.
LOUIS VUITTON’S ARTYCAPUCINES RETROSPECTIVE AT ART BASEL PARIS 2026
At Art Basel Paris 2026, Louis Vuitton’s Artycapucines retrospective reveals the transformative power of collaboration, where contemporary art meets...
read moreLEPOLITA AT PLAZA INDONESIA: REDEFINING THE LUXURY BEAUTY EXPERIENCE
LEPOLITA arrives at Plaza Indonesia with a refined vision of beauty and wellness to Jakarta. Discover its one-stop luxury beauty destination offering head...
read morePAOLA LENTI PRESENTS “DIALOGHI” AT MILANO DESIGN WEEK 2026
At Milano Design Week 2026, Paola Lenti’s Dialoghi explores a continuous dialogue between colour, material, and space.
read moreKETTAL LONDON: WHERE FURNITURE MEETS ARCHITECTURE
Kettal’s new London flagship unfolds as a living dialogue between Eames, architecture and contemporary design.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
