presented by

MOSCOW FASHION WEEK — HERITAGE IN MOTION ON THE GLOBAL STAGE

SHARE THIS
96

Published by Sugar & Cream, Saturday 11 April 2026

Images courtesy of Moscow Fashion Week

Where Tradition is Reimagined Through a Contemporary Lens

Moscow kembali menunjukkan perannya sebagai tuan rumah yang solid bagi perhelatan fashion dunia melalui Moscow Fashion Week yang berlangsung pada 16–19 Maret lalu—menghadirkan lebih dari 200 desainer dari berbagai belahan dunia, termasuk Rusia, Tiongkok, Turki, Spanyol, Armenia, dan sejumlah negara lainnya, dalam sebuah pertemuan yang terasa tidak hanya luas, tetapi juga semakin terarah.

Sasha Barbakov

Di antara runway dan presentasi, sebuah pergeseran menjadi semakin nyata. Jenama-jenama lokal Rusia menelusuri kembali akar mereka, bukan untuk mengulang, tetapi untuk menerjemahkan—mengubah warisan budaya menjadi sesuatu yang hidup, relevan, dan dekat dengan masa kini. Dinamika ini turut beresonansi secara global, termasuk dengan Indonesia, di mana tradisi dan modernitas kini bergerak berdampingan.

Xuaujin

“Rusia memiliki warisan budaya yang sangat kaya, mulai dari folklor, tekstil tradisional, hingga teknik craftsmanship dan siluet historis,” ujar Ali Charisma dari Indonesian Fashion Chamber.

Platform ini memberi ruang bagi suara-suara yang lebih personal. Jenama independen dan talenta baru menghadirkan pendekatan yang tidak lagi sekadar mengutip tradisi, melainkan membentuknya kembali sebagai bahasa visual yang intim.

Presented by Interni Cipta Selaras

Deretan jenama Rusia seperti Sovushkas Bag, Stas Lopatkin, dan Sasha Barabakov menghadirkan pendekatan yang beragam namun berakar kuat pada narasi budaya. Sovushkas Bag menyusun kembali karpet Armenia dalam komposisi denim dan kulit yang tak terduga. Stas Lopatkin merangkai folklor dan tailoring dalam dialog yang halus antara Timur dan Barat. Sementara itu, Sasha Barabakov bergerak melalui memori—lembut, nostalgik, dan nyaris tak kasat mata dalam detailnya.

“Pasar fashion, terutama di kalangan desainer muda, terdapat potensi besar untuk menafsirkan kembali elemen-elemen tradisional ini secara modern dan menciptakan sesuatu yang benar-benar khas,” tambah Ali.

Sovushkas Bag

Narasi ini meluas melalui partisipasi global. Jenama asal Tiongkok, Xuaujin, menghadirkan koleksi yang berakar pada warisan komunitas adat melalui penggunaan tekstil tradisional dan pewarna alami. Sementara itu, Madame & Mister Sibarita dari Spanyol mengeksplorasi siluet yang mengalir—ringan, organik, dan terasa seperti lapisan kedua pada tubuh, dengan pendekatan yang menggabungkan inovasi dan sensitivitas terhadap craftsmanship.

Stas Lopatkin

Pada akhirnya, Moscow Fashion Week bukan hanya tentang apa yang ditampilkan, tetapi tentang bagaimana fashion bergerak ke depan—di mana tradisi tidak tertinggal di masa lalu, melainkan terus hidup, berubah, dan menemukan bentuk barunya di panggung global.

Xuaujin

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK