The Extended Collection of TARGA
Published by Sugar & Cream, Friday 16 December 2016
Perfect Comfort
Setelah sukses dengan koleksi TARGA pada tahun 2015 lalu, kali ini Gebruder Thonet Vienna GmbH (GTV) kembali lagi menambah koleksi cantik dari TARGA yang didesain oleh duo desainer Itali/Denmark GramFratesi yaitu Stine Gam dan Enrico Fratesi. Menyempurnakan koleksi ini dengan menambah dua produk, sebuah sofa dengan dua ukuran (160 dan 200), kursi lounge dan pouf.

Memberikan kenyamanan yang sempurna, dan didesain untuk suasana yang lebih intim dan untuk bersosialisasi lebih menyenangkan. Seperti koleksi TARGA sebelumnya, semua unsur tradisional GVT berkontribusi dalam membuat karateristik desain ini: struktur beech yang melengkung mendukung cushion yang lebar dan backrest yang dilapisi kain yang lembut, disangga dengan border yang dibuat dengan Vienna straw. Koleksi elok dengan teknik bentwood akan dengan sempurna memperindah ruangan Anda. (AP)


PORRO REIMAGINES THE HOME AS A LIVING LANDSCAPE AT SALONE DEL MOBILE 2026
Porro unveils its refined home concept at Salone del Mobile.Milano 2026 through new furniture collections, material innovations, and architectural systems.
read moreMASA SINGAPORE BRINGS INDONESIAN CREATIVITY TO THE INTERNATIONAL STAGE
MASA Singapore 2026 brings more than 80 Indonesian brands and creators to Takashimaya, showcasing Indonesia's contemporary creative landscape.
read moreJERSEY BOYS THE MUSICAL, NOSTALGIA MUSIK LEGENDARIS ERA 1960-AN
Saksikan pertunjukan musikal Jersey Boys kolaborasi antara Nawanika Production dan Jakarta Art House yang akan segera menyapa penonton di Taman Ismail...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

