presented by

FOOD & HOSPITALITY INDONESIA 2026 PERKUAT KOLABORASI GLOBAL DI TENGAH PERTUMBUHAN INDUSTRI

SHARE THIS
70

Published by Sugar & Cream, Monday 03 August 2026

Images courtesy of Food & Hospitality Indonesia

Merangkai Inovasi Industri Global

Menghadirkan inovasi, jejaring bisnis, dan pengalaman industri dalam satu ruang, FHI 2026 menjadi pertemuan yang mempertemukan pelaku industri, membuka peluang kolaborasi, sekaligus menghadirkan perspektif baru bagi para pengunjung.

Perkembangan industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia terus menunjukkan momentum positif. Seiring pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, kebutuhan akan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri semakin relevan.

Melihat kebutuhan tersebut, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 hadir sebagai platform yang mempertemukan berbagai pelaku industri untuk berbagi inovasi, memperluas jejaring, dan membuka peluang bisnis baru. Memasuki edisi ke-20, FHI kembali menjadi salah satu pameran Business-to-Business (B2B) terbesar di Indonesia dengan menghadirkan produsen, distributor, hotelier, chef, pelaku foodservice, hingga buyer internasional.

Digelar pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, FHI 2026 resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana bersama Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, Country General Manager PT Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, serta Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia, Meysia Stephanie. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat ekosistem makanan, minuman, hospitality, dan pariwisata Indonesia.

Presented by Coulisse | INK

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengalaman kuliner dan layanan hospitality kini menjadi bagian penting dalam memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia di mata dunia.

“Pengalaman kuliner dan hospitality menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang lebih kaya sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia di mata dunia. FHI menjadi platform strategis yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar internasional, membuka peluang investasi, serta mendorong lahirnya kolaborasi yang memperkuat ekosistem industri dan pariwisata nasional,” ujar Widiyanti Putri Wardhana.

Optimisme tersebut sejalan dengan pertumbuhan sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman yang terus menunjukkan kinerja positif, mencerminkan besarnya potensi Indonesia sebagai pasar yang terus berkembang bagi industri F&B dan hospitality.

Melihat peluang tersebut, FHI 2026 menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara yang menampilkan beragam produk, teknologi, dan solusi bisnis bagi sektor makanan, minuman, serta hospitality. Penyelenggaraan tahun ini juga kembali berlangsung berdampingan dengan Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), dan PROPAK Indonesia, menciptakan ekosistem yang lebih luas serta membuka peluang kolaborasi lintas industri.

Tak hanya menampilkan inovasi, FHI 2026 juga memperkuat perannya sebagai platform pengembangan bisnis melalui Business Matching Programme yang mempertemukan exhibitor dengan buyer lokal maupun internasional. Seminar, workshop, dan forum diskusi turut menghadirkan ruang berbagi wawasan serta membangun kolaborasi baru.

Sejumlah kompetisi internasional kembali menjadi bagian dari penyelenggaraan FHI tahun ini, di antaranya Tea Masters Cup, World Fashion Drinks Competition Indonesia Division, serta Indonesia Barista Championship yang menjadi ajang seleksi menuju World Barista Championship. Di sisi lain, Wine Masterclass bersama Indonesia Sommelier Association, sesi masterclass bersama Association of Culinary Professionals, serta seminar mengenai sertifikasi halal dan ketahanan pangan turut memperkaya program edukasi yang dihadirkan sepanjang pameran.

Selain berfokus pada inovasi dan pengembangan bisnis, FHI 2026 juga menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu perhatian utama. Berbagai inisiatif seperti pengelolaan limbah pameran, pengurangan food waste, penyediaan stasiun isi ulang air minum, pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan, hingga program Beyond Coffee yang melibatkan barista dengan Down syndrome menjadi bagian dari upaya mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui perjalanan dua dekade penyelenggaraannya, Food & Hospitality Indonesia terus berkembang sebagai ruang yang mempertemukan pelaku industri, memperluas kolaborasi global, menghadirkan inovasi, dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor makanan, minuman, serta hospitality Indonesia.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK