presented by

ADIDAS HYPERBOOST, MENEMUKAN RITME BARU DALAM LARI SEHARI-HARI

SHARE THIS
923

Published by Sugar & Cream, Friday 21 August 2026

Images courtesy of adidas

Menemani Setiap Langkah

Siapa takut untuk berlari? Ketika lari bukan lagi sekadar olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, setiap langkah punya ceritanya sendiri. Ada yang mengejar pace, ada yang mencari ruang untuk bernapas, dan ada pula yang sekadar ingin merasa lebih nyaman bergerak. Di antara semuanya, performance dan personal style kini bisa berjalan beriringan. adidas Hyperboost hadir untuk berbagai cara berlari, melalui Hyperboost Edge dan Hyperboost Run yang masing-masing punya karakter sendiri.

Keduanya mengandalkan Hyperboost Pro, formulasi cushioning baru yang dikembangkan melalui pengujian laboratorium dan riset konsumen bersama German Sport University Cologne. Terinspirasi dari midsole pada sepatu balap adidas, teknologi ini membawa rasa empuk sekaligus tetap bertenaga ke dalam lari sehari-hari, baik untuk sesi santai maupun jarak yang lebih panjang. Dengan rearfoot stack 45 mm dan drop 6 mm, cushioning ini juga menjadi bagian penting dari karakter visual Hyperboost.

Untuk yang mencari sensasi lari lebih responsif, ada Hyperboost Edge. Model ini merupakan lightweight, non-plated super-trainer pertama adidas. Tanpa pelat atau elemen pengeras, foam dapat bekerja lebih natural di bawah kaki, membuat langkah terasa ringan dan propulsif. Bobotnya hanya 255 gram*, dengan high energy return yang memberi sedikit dorongan ekstra ketika ritme mulai naik.

Hyperboost Run mengambil karakter yang lebih easygoing. Sebagai lightweight daily trainer, sepatu ini mengandalkan bantalan Hyperboost Pro yang tebal untuk berbagai ritme, dari lari santai hingga tempo sessions. Buat yang ingin satu sepatu untuk rutinitas lari tanpa terlalu banyak berpikir, rasanya memang cukup pas.

Keduanya punya karakter berbeda, tetapi benang merahnya sama: membuat lari terasa nyaman tanpa kehilangan energi. Hyperboost Edge terasa lebih responsif dan propulsif, sementara Hyperboost Run menawarkan sensasi yang lebih santai dan versatile.

Presented by Interni Cipta Selaras

Bagian atasnya menggunakan PRIMEWEAVE dengan konstruksi knit ringan yang mengikuti bentuk kaki. Ada pula elemen cushioning di bagian heel untuk membantu memberikan support dan stability. Di bawahnya, LIGHTTRAXION mengambil inspirasi dari DNA sepatu balap adidas, menjaga konstruksi tetap ringan sekaligus memberikan grip dari heel hingga toe.

Saat semuanya berpadu, sensasinya terasa cukup seamless. Upper memberi rasa pas di kaki, Hyperboost Pro membuat landing terasa lebih empuk dengan respons energi yang tetap hidup, sementara outsole membantu langkah terasa stabil.

Secara visual, Hyperboost juga punya daya tarik tersendiri. Midsole yang tebal dan tinggi mengambil inspirasi dari bentuk-bentuk industrial, sekaligus membuat Hyperboost Pro menjadi bagian paling menonjol dari siluet. Untuk pertama kalinya dalam koleksi adidas Running, ikon Three Stripes ditempatkan di dalam lapisan midsole.

Detail ini membuat teknologi tidak perlu disembunyikan. Justru, ia menjadi bagian dari tampilan sepatu. Upper yang minimal dan futuristis memberi keseimbangan pada midsole yang lebih bold, menghasilkan siluet yang terasa sporty, tetapi tetap fashionable.

Di Indonesia, Hyperboost diperkenalkan lewat cara yang paling natural untuk sebuah sepatu lari: dipakai berlari bersama komunitas. Pada pertengahan Juli, adidas Indonesia berkolaborasi dengan Flower Boy, Continuum Athletics, dan Indo Runners Bali melalui sejumlah sesi lari untuk memperkenalkan Hyperboost Edge.

Beberapa pekan kemudian, rangkaian ini berlanjut bersama adidas Runners Jakarta pada 8 Agustus di Jakarta Selatan. Sebanyak 100 pelari komunitas mencoba Hyperboost Edge dan Hyperboost Run secara langsung dalam satu sesi lari bersama.

Respons dari pengujian tersebut juga cukup menarik. Dalam testing yang melibatkan 60 pelari, 73 persen peserta lebih menyukai energy return Hyperboost Edge, sementara 77 persen merasakan cushioning yang lebih lembut. Lebih dari separuh melaporkan kenyamanan yang lebih baik, dengan sebagian besar peserta merasa pengalaman berlari mereka meningkat.

Hyperboost Pro terasa cukup sederhana ketika sudah dipakai berlari: empuk saat kaki mendarat, tetap memberi respons ketika ritme naik, dan hadir dalam desain yang memang enak dilihat. Hyperboost Edge dan Hyperboost Run tersedia di gerai adidas Indonesia, mitra ritel adidas, serta adidas.co.id, dengan kisaran harga IDR 2,8 juta–3,5 juta.

Interni Cipta SelarasCoulisse | INK