A MEDITERRANEAN ESCAPE: THE STARS ALIGN FOR TUMI SPRING 2026
Published by Sugar & Cream, Tuesday 14 April 2026
Images courtesy of TUMI
A More Personal, Expressive Vision of Travel—beyond TUMI’s Classic Codes
Sebagai jenama global yang dikenal akan produk travel dan lifestyle berkelas, TUMI kali ini memilih untuk bercerita dengan cara yang berbeda—bukan sekadar peluncuran, melainkan sebuah perjalanan.

Digelar pada 28–30 Maret 2026 di Koh Samui, Thailand, Mediterranean Escape terasa seperti sebuah liburan yang pelan dan hangat, di mana setiap detail dirancang untuk dinikmati.

Presented by Coulisse | INK
Para tamu datang bukan hanya untuk menghadiri sebuah perayaan, tetapi untuk benar-benar masuk ke dalam suasana. Di antara mereka, hadir Phakphum Romsaithong, Blue Pongtiwat Tangwancharoen, Natachai Boonprasert, dan Becky Armstrong—membawa energi yang terasa effortless, seolah mereka memang sedang berada dalam sebuah escape, bukan sekadar menghadiri peluncuran. Kehadiran para kreator seperti Choi Yunnyeong, Helen Hiu, Camille Co, hingga Bella Dowanna semakin memperkaya nuansa global yang tetap terasa intimate, serta kehadiran perwakilan TUMI yang turut memperkuat narasi koleksi ini.

Hari kemudian mengalir dengan ritme yang tenang—diisi aktivitas wellness, sound bath, hingga workshop kreatif seperti mosaic tile-making dan flower pressing. Semuanya terasa ringan, personal, dan mengalir, menciptakan ritme yang berbeda dari peluncuran fashion pada umumnya.

Menjelang sore, suasana berubah menjadi lebih hangat. Sunset cocktails, percakapan yang mengalir, dan momen-momen sederhana yang justru terasa paling berkesan. Hingga akhirnya, koleksi diperkenalkan—tanpa terasa sebagai sebuah “reveal” yang kaku.

‘Ruang’ berubah menjadi interpretasi sebuah coastal town Mediterania, dengan palet warna thyme green, sun-washed terracotta, dan radiant yellow. Lemon segar, keramik artistik, dan instalasi floral tidak hanya menjadi elemen visual, tetapi membentuk atmosfer yang terasa hidup.

Di sinilah pergeseran TUMI terasa paling jelas. Dari identitas yang selama ini lekat dengan palet gelap dan pendekatan utilitarian, kini berkembang menjadi lebih vibrant, lebih playful, dan semakin dekat dengan ranah lifestyle.

Koleksi ini hadir melalui lini ikonis seperti 19 Degree, Voyageur, Olas, hingga Harrison—dengan eksplorasi warna, tekstur, dan print yang lebih ekspresif. Bukan hanya tentang fungsi, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu dirasakan.
Seperti yang disampaikan oleh Victor Sanz, “Musim ini, kami mengeksplorasi sisi berbeda dari TUMI—lebih ekspresif dan lebih hidup, terinspirasi dari perjalanan Mediterania. Koleksi ini menghadirkan rasa escape sekaligus dimensi lifestyle yang lebih emosional dalam desain travel kami.”
Dan mungkin, di situlah letak perbedaannya.
TUMI tidak lagi sekadar menemani perjalanan. Ia menjadi bagian dari cerita perjalanan itu sendiri.
THE ESSENCE OF AFTERNOON TEA RITUAL WITH AUGUSTINUS BADER AT THE ST. REGIS JAKARTA
The Drawing Room, The St. Regis Jakarta invites guests to experience a sensorial Afternoon Tea ritual in collaboration with Augustinus Bader where...
read moreHEAD – GENÈVE PRESENTS “NO ONE SEES THEM LIKE WE DO. NOTES ON ANIMAL INTERIORS” AT ALCOVA MILANO
At Alcova Milano, “No One Sees Them Like We Do. Notes on Animal Interiors” by HEAD – Genève reframes domestic space as a shared territory shaped by...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read moreXIAOMI INDONESIA UNVEILS THE XIAOMI ELECTRIC SCOOTER 6 SERIES
An effortless approach to urban commuting, the Xiaomi Electric Scooter 6 Series brings together performance, portability, and connected living in one...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read more

