A Homecoming for Hermès in Singapore
Published by Sugar & Cream, Wednesday 25 May 2016
Photography by Masao Nishikawa
New Hermès Flagship Store
Tidak ada yang berita yang lebih menyenangkan dari pada hadirnya kembali Hermès flagship store di Singapura. Berlokasi di sudut jalan Orchard dan Angullia Park, flaghip store baru dengan empat lantai ini dirancang dengan ruang metamorfosa yang lebih dinamis dan merupakan bagian dari bangunan Liat Tower.
Arsitekturnya dipercayakan kepada sebuah agensi arsitektur di Paris yaitu RDAI dengan kepala arstistiknya dipegang oleh Denis Montel. Transformasi baru dengan luas ruang sekitar 670 m², memungkinkan keluwesan berbagai opsi baru untuk sebuah flagship store dengan label mendunia ini. Di atas bangunan flagship store ini terlihat sebuah figur kuda yang sedang berlari dimana salah satu tangan penunggang meraih sepasang silk scarves yang melayang di udara. Sebuah simbol ikonis hanya dimiliki oleh butik Hermès yang dikategorikan sebagai ‘flagship” store.

Berikut ringkasan perayaan artistik terbaru persembahan Hermès flagship store baru di Singapura :
*Bangunan empat lantai dengan luas 670 m² menjadi rumah perdana menyediakan ruang retail dan ruang exhibition.
*Hermès Home Universe, sebuah ruang pamer khusus untuk koleksi furnitur kontemporer dan aksesoris rumah Hermès. Ruang khusus ini adalah pertama kali hadir di Singapore yang memperlihatkan seluruh koleksi untuk rumah termasuk koleksi textile nya.
*Aloft at Hermès-sebuah ruang pamer seni kontemporer. Terletak di lantai paling atas, boleh dibanggakan bahwa Aloft at Hermès di Singapura merupakan ruang pamer ke lima yang dimiliki oleh Fondation d’entreprise Hermès diseluruh dunia. Ruang pamer ini didedikasikan khusus bagi seniman kontemporer yang mendapat kesempatan untuk menampilkan pencapaian artistik terbarunya. Setiap tahun, dua seniman diundang untuk memperlihatkan karya-karya terbarunya.
Seiring dengan peresmiannya, Dawn Ng, seniman kontemporer asal Singapura menjadi tamu kehormatan pertama dengan menggelar pameran instalasi bertajuk ‘How to Disappear into a Rainbow’.
Perayaan pembukaan butik baru ini menyuguhkan window display yang tak kalah menarik. Jinnie Seo, seniman berdarah Korea dan Amerika menjadi tamu kehormatan yang diminta untuk commissioning window display butik baru ini. Pada kesempatan yang sama, butik ini juga menawarkan limited edition Hermès scarves yang dibuat dan dijual khusus untuk kota Singapura. Siapkan langkah dan pengalaman visual Anda dengan menjajaki Hermès flagship store terbaru ini di Singapura. (JW)

Hermès Artist Window by Jinnie Seo

Aloft at Hermès, “The Installation How to Disappear into a Rainbow” by Singaporean artist Dawn Ng

Artist Dawn Ng
ROCHE BOBOIS DEBUTS ITS FIRST U.S. BRANDED RESIDENTIAL TOWER IN ST. PETERSBURG
Marking the debut of Roche Bobois St. Pete Tower, the French maison brings its signature art de vivre beyond interiors and into architecture.Based on the...
read moreCHAPTER JOGJA 2026 KEMBALI KE JNM, MERANGKUL EKOSISTEM SENI RUPA YOGYAKARTA
Kembali ke Jogja National Museum (JNM), Chapter Jogja 2026 hadir sebagai Unique Art Fair yang membawa seni lebih dekat—melalui karya, komunitas, dan...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read moreMDF ITALIA UNVEILS NEW EXPRESSIONS OF CONTEMPORARY LIVING AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2026
mdf italia introduces a softer expression of contemporary living at Salone del Mobile.Milano 2026—where warmth, materiality, and quiet elegance take...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

