The Story Behind Lanvin’s The Mother & The Child Logo, 1923
Published by Sugar & Cream, Friday 10 July 2020
Text by Auliya Putri, Images Courtesy of Lanvin
A Greatest Love of All
Peribahasa tentang ‘kasih ibu sepanjang masa’ memang benar adanya. Anda ingat dengan logo ikonis Lanvin yang menggambarkan sepasang ibu dan anak? Logo yang hadir pada tahun 1923 ini merupakan sebuah simbol cinta dari Jeanne Lanvin kepada anaknya, Marguerite.





Presented by Som Santoso
Lahir pada tahun 1897, Marguerite menjadi inspirasi terpenting bagi banyak koleksi Jeanne Lanvin. Sang buah hati jugalah yang membuat Jeanne memutuskan untuk merilis koleksi khusus untuk anak-anak. Ini pun didorong atas keinginannya untuk memberikan pakaian yang indah kepada putrinya. Terus menjadi inspirasi ibunda, tak heran bila mayoritas koleksi rumah mode internasional ini mencerminkan youth, feminitas, dan keanggunan. Dan hingga saat ini, melalui lini tersendiri, logo ‘The Mother & The Child’ bisa Anda temukan diberagam koleksi seperti parfum, busana, hingga aksesoris.



MASA SINGAPORE BRINGS INDONESIAN CREATIVITY TO THE INTERNATIONAL STAGE
MASA Singapore 2026 brings more than 80 Indonesian brands and creators to Takashimaya, showcasing Indonesia's contemporary creative landscape.
read moreDIOR HAUTE COUTURE AUTUMN-WINTER 2026-2027 - VIP GUESTS
The VIP guests glammed in Dior for Dior Haute Couture Fall/Winter 2026-2027 Show
read moreJERSEY BOYS THE MUSICAL, NOSTALGIA MUSIK LEGENDARIS ERA 1960-AN
Saksikan pertunjukan musikal Jersey Boys kolaborasi antara Nawanika Production dan Jakarta Art House yang akan segera menyapa penonton di Taman Ismail...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

