presented by

JF3 FASHION FESTIVAL 2026 MERAJUT MASA DEPAN FASHION INDONESIA

SHARE THIS
90

Published by Sugar & Cream, Wednesday 08 July 2026

Images courtesy of JF3 Fashion Festival

Recrafted: Shaping the Future

Selama lebih dari dua dekade sejak pertama kali digelar pada 2004, JF3 Fashion Festival terus berkembang menjadi salah satu panggung paling berpengaruh bagi industri fashion Indonesia. Lebih dari sekadar ajang presentasi koleksi, JF3 menghadirkan ruang yang mempertemukan desainer, label fashion, pengrajin, pelaku UMKM, institusi pendidikan, komunitas kreatif, media, buyer, hingga mitra internasional dalam satu ekosistem yang terus bertumbuh. Tahun ini, melalui tema “Recrafted: Shaping the Future”, JF3 kembali mengajak publik melihat fashion bukan hanya sebagai koleksi yang tampil di atas runway, tetapi juga sebagai hasil dari proses panjang yang dibentuk oleh kreativitas, craftsmanship, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas negara.

Semangat tersebut turut terasa dalam Media Preview JF3 Fashion Festival 2026 yang mempertemukan rekan-rekan media, para desainer, pelaku industri, dan mitra JF3 di Media Backstage, Gafoy Workshop, Summarecon Mall Kelapa Gading. Selain menghadirkan exclusive sneak peek sejumlah koleksi terbaru, JF3 juga memperkenalkan rangkaian program dan kolaborasi yang akan mewarnai penyelenggaraan puncak festival pada 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading.

Menurut Thresia Mareta, Advisor JF3 Fashion Festival, Indonesia memiliki modal besar untuk terus berkembang sebagai salah satu kekuatan fashion di kawasan. “Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat. Di JF3, kami ingin membuka ruang agar desainer tidak hanya tampil, tetapi juga berkembang, bertukar, dan menemukan peluang untuk melangkah lebih jauh.”

Semangat itulah yang menjadi benang merah perjalanan JF3. Sejak pertama kali digelar, festival ini terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan kreativitas dengan dunia usaha, pasar, dan jejaring internasional. Di sinilah ide, talenta, dan peluang saling bertemu untuk membangun ekosistem fashion yang terus berkembang.

Ibu Thresia Mareta (Advisor JF3) dan Bpk Soegianto Nagaria (Chairman JF3) 

Sementara itu, Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival, menegaskan bahwa JF3 sejak lama dirancang bukan hanya sebagai panggung presentasi karya, tetapi juga sebagai ruang bertumbuh bagi para desainer, model, dan pelaku industri kreatif. “Program-program yang kami jalankan bukan hanya berhenti pada saat presentasi atau kompetisi saja. Fokus kami adalah bagaimana para peserta bisa terus berkembang dalam jangka panjang. Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang melahirkan desainer, brand, model, dan pelaku industri yang siap bersaing.”

Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai inisiatif, mulai dari Future Fashion Designer (FFD), JF3 Model Search, hingga PINTU, yang tidak hanya menjadi wadah unjuk karya, tetapi juga ruang belajar dan bertumbuh bagi generasi baru industri fashion.

Presented by Magran Living

Tahun ini, lebih dari 50 desainer dan label fashion dari Indonesia, Asia Tenggara, Korea Selatan, hingga Prancis akan meramaikan runway JF3. Nama-nama seperti Tities Sapoetra, Hartono Gan, AMOTSYAMSURIMUDA, Adrie Basuki, Billy Tjong, YASA, dan LAKON Indonesia akan berbagi panggung dengan desainer internasional, di antaranya 30%70, ROHAN MIRZA STUDIO, TAREET, dan Louise Marcaud. Kolaborasi nama – nama ternama dan talenta baru ini menjadi cerminan bagaimana JF3 terus membuka ruang dialog antara warisan, inovasi, dan perspektif global.

Salah satu sorotan tahun ini adalah terpilihnya Yanu sebagai Face Icon JF3 2026  Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun penyelenggaraan, posisi tersebut diwakili oleh model laki-laki—sebuah langkah baru yang mencerminkan semangat pembaruan yang diusung JF3.

“Sebenarnya sejak awal kami melakukan seleksi untuk Face Icon JF3 2026, baik perempuan maupun laki-laki. Namun, tahun ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang sedikit berbeda. Karena itu, kami memilih Face Icon laki-laki setelah melalui proses seleksi dan approval bersama sesuai kriteria yang telah ditetapkan.”

Komitmen tersebut berlanjut melalui berbagai inisiatif yang membuka ruang bagi lahirnya generasi baru desainer Indonesia. Future Fashion Designer (FFD) kembali menjadi wadah bagi para desainer muda untuk mengasah kemampuan kreatif sekaligus memahami dinamika industri secara langsung. Tahun ini, Arron Bryan asal Jayapura berhasil meraih gelar Future Fashion Designer 2026 dan akan mempresentasikan koleksinya bersama tiga finalis lainnya di panggung utama JF3.

Sementara itu, PINTU—program kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut Français d’Indonésie—kembali menjadi salah satu program yang memperkuat ekosistem JF3. Memasuki tahun kelimanya, PINTU terus menghadirkan ruang inkubasi, residensi, akselerasi, dan kolaborasi kreatif yang mempertemukan desainer Indonesia dan Prancis, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan.

Bagi Thresia, membangun desainer masa depan berarti membekali mereka dengan kemampuan yang melampaui proses kreatif. Mulai dari memahami produksi, menyusun strategi bisnis, hingga mengelola sebuah label fashion, seluruhnya menjadi bekal penting agar kreativitas dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pembinaan, para peserta didampingi untuk memahami setiap tahapan tersebut, mulai dari proses produksi, penghitungan kapasitas, pembuatan pola, penentuan strategi harga, hingga pengelolaan bahan baku dan rantai pasok.

Lebih dari itu, JF3 ingin memastikan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti ketika festival usai. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, para desainer didorong untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring, serta membuka peluang baru agar mampu bertumbuh dan bersaing di industri fashion dalam jangka panjang.

Semangat tersebut turut tercermin melalui Fashion Village di Summarecon Mall Kelapa Gading dan CODE.STRT di Summarecon Mall Serpong. Lebih dari sekadar pelengkap festival, keduanya menjadi ruang yang mempertemukan label fashion, budaya urban, komunitas kreatif, dan publik, sekaligus memperlihatkan bagaimana fashion terus hidup melalui interaksi, kolaborasi, dan pertukaran ide.

Melalui tema “Recrafted: Shaping the Future”, JF3 Fashion Festival 2026 kembali menunjukkan bahwa masa depan fashion Indonesia tidak hanya dibangun di atas runway, tetapi juga dari kolaborasi, pembinaan talenta, dan ekosistem yang terus dirajut bersama.

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK