presented by

INSIDE THE MEDIA GATHERING: ART JAKARTA GARDENS 2026

SHARE THIS
68

Published by Sugar & Cream, Tuesday 12 May 2026

Images courtesy of Art Jakarta

Reviving Hutan Kota Through Art and Collaboration

Di tengah ritme Jakarta yang serba cepat, Art Jakarta Gardens 2026 kembali hadir sebagai ruang untuk melambat—tempat di mana seni, alam, dan kehidupan kota bertemu dalam suasana yang lebih santai dan terbuka. Diperkenalkan melalui media gathering pada 23 April di ARTOTEL Thamrin, edisi kelima ini terasa bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai pengalaman yang mengundang untuk dinikmati perlahan.

Akan berlangsung pada 5–10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, Art Jakarta Gardens menghadirkan 26 galeri dari Indonesia dan kawasan Asia, mengisi lanskap hijau di jantung kota dengan berbagai pendekatan artistik. Di sini, menikmati karya terasa lebih cair—pengunjung dapat berjalan santai di antara instalasi, berhenti di sudut taman, atau sekadar duduk menikmati suasana yang terus bergerak.


Presented by Interni Cipta Selaras

“Memasuki penyelenggaraan yang ke-5, Art Jakarta Gardens sudah menjadi pelantar atau platform kegiatan seni rupa dengan karakternya yang khas: pameran seni rupa terpadu di area taman terbuka, disertai pentas musik dan pertunjukan lain,” ujar Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto.

Sculpture Garden kembali menjadi daya tarik utama—menampilkan lebih dari 30 karya patung yang tersebar di ruang terbuka, menghadirkan dialog alami antara karya dan lanskap. Nama-nama seperti Sunaryo, Nyoman Nuarta, Tisna Sanjaya, Arkiv Vilmansa, hingga Naufal Abshar membentuk perjalanan visual yang terasa dinamis di setiap sudut taman.

Tahun ini, pengalaman Art Jakarta Gardens terasa semakin menyatu dengan ritme kota. Program musik yang dikurasi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Plainsong Live hadir sebagai bagian yang mengalir alami dalam keseluruhan suasana—mengisi waktu dari sore hingga malam. Penampilan dari musisi seperti Ali, The Cottons, Jo Soegono, hingga Batavia Collective menghadirkan momen yang hangat dan hidup, menjadikan pameran tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dinikmati sebagai bagian dari waktu luang.

Kolaborasi dengan Bibit dan BCA tahun ini terasa semakin menyatu dalam keseluruhan pengalaman. Instalasi “Tentacles of Wealth” oleh Bibit menghadirkan refleksi tentang adaptabilitas dalam bentuk yang playful dan imajinatif, sementara kehadiran BCA menambahkan lapisan kenyamanan yang membuat pengalaman menikmati seni terasa semakin dekat dengan ritme gaya hidup urban.

Dalam lanskap yang sama, kolaborasi dengan berbagai partner hadir tanpa terasa terpisah, melainkan menyatu dalam pengalaman ruang yang utuh. Instalasi Mogus karya Mulyana membawa pendekatan yang jenaka sekaligus reflektif, sementara eksplorasi energi dan material dari berbagai kolaborator membuka kemungkinan baru dalam cara karya berinteraksi dengan lingkungan. Semua ini membentuk narasi yang bergerak pelan—tidak hanya tentang objek, tetapi tentang bagaimana pengunjung merasakannya.

Lebih dari sekadar melihat karya, Art Jakarta Gardens terasa seperti sebuah tempat untuk singgah—di mana orang dapat datang tanpa rencana, berjalan tanpa arah, dan menemukan pengalaman yang berbeda di setiap langkah. Di tengah kota yang terus bergerak, pameran ini menjadi ruang yang hidup dengan caranya sendiri—terbuka, hangat, dan mengundang untuk kembali.

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK