GELARAN KEBAYA FEST 2024: “KEBAYA WICARA” BERSAMA DIDIET MAULANA
Published by Sugar & Cream, Thursday 01 August 2024
Images courtesy of Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation.
Berbagi kisah inspiratif dan pengalaman kreatif Didiet Maulana dalam mengeksplorasi kebaya.
Bukan sekadar pakaian tradisional, kebaya juga merupakan identitas, warisan budaya, dan simbol pemberdayaan perempuan. Dalam memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Juli, Komunitas Kebaya Menari menginisiasikan acara Kebaya Fest 2024 yang digelar 26-28 Juli 2024 di Pos Bloc Jakarta. Rangkaian acara ini ditutup oleh Bakti Budaya Djarum Foundation yang mengadakan diskusi bertajuk Kebaya Wicara bersama Didiet Maulana pada 28 Juli 2024 untuk mengenal lebih dekat tentang kebaya.


Presented by Zipblind
Dalam Kebaya Wicara, Didiet Maulana berbagi kisah inspiratif dan pengalaman kreatifnya dalam mengeksplorasi kebaya. Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan 5 Wanita, yaitu Andien, Rieka Roslan, Yuni Shara, Iga Mawarni dan Nina Tamam. Para wanita Indonesia yang terkenal dengan suara merdu ini meluncurkan lagu Kebaya Indonesia yang khusus diciptakan oleh Rieka Roslan dalam rangka Hari Kebaya Nasional 2024.

Bagi Didiet Maulana, kebaya memiliki makna sentimental, karena sejak kecil ia melihat Eyang Uti (nenek) selalu berkebaya kemana saja. Kecintaan Didiet Maulana pada kebaya juga mendorongnya berkeliling Nusantara dan melakukan 6 tahun riset mendalam serta 1,5 tahun untuk penulisan buku Kisah Kebaya yang diluncurkan pada tahun 2021. Selain kebaya klasik, kini kebaya telah melalui proses evolusi yang cenderung lebih variatif, bebas, dan santai.

DIDIET MAULANA & Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation
“Kita perlu memahami akar sejarah dan budaya kebaya agar dapat mengapresiasi nilai-nilai tradisional yang terkandung di dalamnya dan memastikan bahwa setiap inovasi dan perubahan tidak menghilangkan esensi kebaya. Saya berharap momen menjadi awal yang tepat untuk mengangkat kebaya ke panggung dunia, serta memberikan manfaat nyata bagi komunitas perajin di Indonesia,” ungkap Didiet Maulana.

Pengunjung Kebaya Fest 2024 dapat melihat berbagai bentuk kebaya karya Didiet Maulana seperti kebaya Panjang, kebaya Pendek, kebaya Kartini dan kebaya Kutu Baru dengan sentuhan modern melalui instalasi Kebaya Kala Kini oleh Svarna by IKAT Indonesia. Instalasi ini mencakup padu padan kebaya dengan perhiasan, selendang dan batik khas Nusantara, salah satunya batik Kudus yang merupakan binaan dari Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Kita tidak hanya merayakan keindahan kebaya sebagai simbol kehidupan dan perjalanan budaya yang penuh warna dan makna, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk mengenakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mendorong keberlanjutan ekonomi bagi para pengrajin dan pelaku usaha di seluruh Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. (FE)

THE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read moreXAVIER LUST AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2026 – SALONE RARITAS
Xavier Lust unveils recent and previously unseen works at the debut of Salone Raritas, part of Salone del Mobile.Milano, April 2026.
read moreSECOLO AND TABLEAU EXPLORE SENSORY LIVING AT MILAN DESIGN WEEK 2026
During Milan Design Week 2026, Secolo and TABLEAU present Soft Matters and The Viewing Room, a dual showcase defined by immersive installations,...
read moreGLAS ITALIA PRESENTS ITS 2026 COLLECTION AT SALONE DEL MOBILE.MILANO
Glas Italia unveils its 2026 collection at Salone del Mobile.Milano through collaborations with renowned designers, celebrating glass as a sculptural...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreSAL PROJECT: “BERBUNGA-BUNGA” BY ANGKI PURBANDONO
“Berbunga-Bunga” pameran tunggal Angki Purbandono oleh SAL Project mengetengahkan meditasi puitis tentang waktu, kehilangan, cahaya dan relasi manusia...
read more

