presented by

PERAHU KERTAS BERLAYAR KE PANGGUNG MUSIKAL!

SHARE THIS
50

Published by Sugar & Cream, Monday 02 February 2026

Images courtesy of Indonesia Kaya

Hadirkan Kisah Tentang Keberanian Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi

Setelah sukses sebagai film layar lebar, Perahu Kertas kini membuka babak baru sebagai drama musikal yang akan dipentaskan pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Bermuara dari novel legendaris karya Dee Lestari, Musikal Perahu Kertas siap menampilkan 21 pertunjukan yang dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST).

Musikal ini akan membangkitkan nostalgia penonton pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

Mengangkat tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi, musikal ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus wujud komitmen visi Indonesia Kaya dalam menumbuhkan seni pertunjukan Indonesia. Adaptasi ini memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Alya Syahrani | Dewara Zaqqi | Marsha Lavinia

Alya Syahrani, yang memerankan Kugy, menyampaikan bahwa Musikal Perahu Kertas menjadi perjalanan artistik yang sangat personal. Musikal Perahu Kertas merupakan panggung musikal ketujuh sejak aku mulai terjun ke industri musikal pada tahun 2012. Panggung pertamaku memberikan proses yang begitu magical dan sejak saat itu setiap produksi meninggalkan kesan yang memperkuat kecintaanku pada dunia teater musikal. Dan Perahu Kertas memiliki kedekatan emosional tersendiri buatku, karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Melalui proses ini, aku kembali diingatkan pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung,” kata Alya.

Sementara itu, Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, mengungkapkan, “Ketertarikanku mengikuti audisi Musikal Perahu Kertas berangkat dari kecintaanku pada film dan novel Perahu Kertas. Cerita ini terasa begitu dekat dengan keseharianku dan aku bisa melihat banyak pengalaman hidupku tercermin dalam karakter Keenan. Aku berharap Musikal Perahu Kertas, sebagai panggung musikal kelima dalam perjalanan karirku, dapat membawaku selangkah lebih dekat menuju mimpiku untuk menjadi seorang aktor.”

Presented by Coulisse | INK

Selain Alya dan Dewara yang menjadi tokoh utama, Musikal Perahu Kertas juga melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini.

Christoffer Nelwan yang berperan sebagai Remi bercerita, “Bagi saya, Remi adalah simbol ketulusan dan bentuk cinta yang berbeda terhadap Kugy. Kehadirannya menjadi jalan bagi Kugy untuk benar-benar memahami perasaannya sendiri.”


Billy Gamaliel | Christoffer Nelwen 

Sementara itu, Marsha Lavinia yang memerankan Luhde menambahkan, Luhde memiliki peran penting dalam perjalanan Keenan. Luhde digambarkan sebagai sosok yang mendukung dan membantu Keenan menemukan kembali jalan menuju mimpi-mimpinya.” Ia juga mengungkapkan bahwa Musikal Perahu Kertas menjadi pengalaman pertamanya terjun ke dunia teater musikal. “Ini adalah panggung musikal pertamaku dan prosesnya sangat membuka wawasanku sebagai performer. Aku belajar menyatukan bernyanyi, berakting, dan bercerita melalui karakter dalam satu pertunjukan. Peran Luhde menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membentuk langkah awalku di dunia musikal,” ujarnya.

Kesuksesan proses peoduksi hingga terselanggaranya pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid.

Musikal Perahu Kertas adalah bentuk komitmen kami dalam menghidupkan mimpi-mimpi di ekosistem seni pertunjukan. Lewat pertunjukan panjang, kami ingin memberi ruang bagi para pelaku seni untuk bertumbuh, sekaligus menegaskan bahwa seni pertunjukan layak terus hidup dan berkembang, serta menumbuhkan harapan baru bagi penonton untuk terus percaya dan bertumbuh bersama seni pertunjukan Indonesia,” ujar Billy Gamaliel.

Dari sisi artistik, Musikal Perahu Kertas menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis. Eunike Elisaveta menjelaskan, “Proses adaptasi cerita ke panggung musikal dilakukan dengan eksplorasi kreatif yang mendalam. Kami mempersiapkan seluruh pemain dan tim kreatif melalui proses latihan yang panjang dan terstruktur dengan konsep panggung yang dirancang agar penonton tetap terlibat dan mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir.”

Chriskevin Adefrid menyoroti berbagai elemen artistik yang menjadi kekuatan pertunjukan ini. “Pertunjukan ini juga menggabungkan elemen kreatif dan visual, mulai dari set panggung yang dinamis, permainan tekstur dan warna melalui proyeksi visual, hingga karakter yang dihidupkan lewat puppetry, serta berbagai elemen kejutan lain yang memperkaya pengalaman menonton dan memperdalam makna cerita.”

Musikal Perahu Kertas siap menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk lagu Miliaran Manusia dan Agency, yang telah dirilis di berbagai platform digital dan YouTube. Untuk menjaga kualitas pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.

Tiket pertunjukan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. Sebagai salah satu momen istimewa, penonton akan disuguhkan penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan tanggal 30 dan 31 Januari 2026. (DR)

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK