AN AFTERNOON WITH ROLF BENZ AT KATTA INDONESIA
Published by Sugar & Cream, Wednesday 18 February 2026
Images courtesy of KATTA Indonesia
Design and Lifestyle in Dialogue
Sore di penghujung Januari 2026 itu terasa berbeda di showroom KATTA Indonesia. Ruang yang biasanya menampilkan koleksi furnitur premium berubah menjadi tempat berkumpulnya para pelaku industri desain — desainer interior ternama Indonesia, arsitek, pecinta desain, hingga rekan-rekan media — dalam suasana yang hangat, elegan, dan penuh percakapan.

Rolf Benz Design Tour 2026 bukan sekadar agenda peluncuran produk. Ia terasa seperti ruang temu, tempat ide dipertukarkan dan perspektif dibagikan. Dipandu oleh Anita Boentarman, Founder & Creative Director Millenia Tata Aria, bersama Mita Lukardi, Founder M Design, sore itu mengalir secara natural — intimate, namun tetap sophisticated.


Presented by Magran Living
Momen yang paling dinantikan tentu saja kehadiran langsung duo desainer asal Denmark, Svend Løvbjerg dan Henrik Pedersen dari Norsmind Studio. Keduanya memperkenalkan Rolf Benz TAYA, koleksi sofa modular terbaru yang membawa gagasan living tanpa batas — bagaimana ruang indoor dan outdoor tidak lagi terasa terpisah, melainkan menyatu secara harmonis.

“Berkat sistem modular, Rolf Benz TAYA dapat dikonfigurasi secara fleksibel untuk berbagai ukuran dan kebutuhan ruang. Bantalan dudukan dan sandaran yang dapat diposisikan ulang memungkinkan sofa beradaptasi dengan berbagai aktivitas, dari momen santai hingga pertemuan yang lebih formal,” jelas keduanya, menggambarkan bagaimana desain dapat mengikuti ritme hidup penggunanya.

Komitmen KATTA Indonesia dalam menghadirkan koleksi kelas dunia juga kembali ditegaskan oleh Wiji Kusumaningrum, Direktur KATTA Indonesia. “Kami melihat, Rolf Benz TAYA memberi makna baru pada sebuah sofa bukan sekadar furnitur, melainkan ekspresi gaya hidup dan kebebasan berkreasi. Hadirnya Rolf Benz TAYA menjawab kebutuhan affluent market di tanah air akan produk dengan craftsmanship dan desain timeless namun mempertahankan kenyamanan duduk, sebuah kualitas yang menjadi DNA Rolf Benz.”

Sepanjang acara, para tamu tidak hanya menyimak presentasi, tetapi juga merasakan langsung karakter TAYA — rangka ramping dengan siluet horizontal yang modern, opsi personalisasi material, serta fleksibilitas konfigurasi yang memungkinkan sofa beradaptasi dengan berbagai suasana. Detail seperti rak keramik opsional dan coffee table yang selaras semakin memperkuat konsep fleksibilitas sebagai inti desainnya.

Pada akhirnya, sore itu terasa lebih dari sekadar peluncuran koleksi baru. Rolf Benz Design Tour 2026 di KATTA Indonesia hadir sebagai momentum awal tahun bagi komunitas desain Tanah Air — mempertemukan presisi Jerman dan ekspresi desain Denmark dalam satu sore yang sarat inspirasi dan dialog kreatif.



BAR ADRENALINA BY DEBONADEMEO STUDIO
Open until July 30, 2026, Bar Adrenalina reflects a new vision of design where objects evolve through participation, collective energy, and sensory...
read moreFRED PERRY “DNA” EXHIBITION HADIR DI PLAZA SENAYAN
Fred Perry DNA Exhibition hadir di Jakarta Fountain Plaza Senayan pada 22–31 Mei 2026, yang merayakan perjalanan panjang evolusi brand ini dengan...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read moreSECOLO AND TABLEAU EXPLORE SENSORY LIVING AT MILAN DESIGN WEEK 2026
During Milan Design Week 2026, Secolo and TABLEAU present Soft Matters and The Viewing Room, a dual showcase defined by immersive installations,...
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTHE SLOW ROOTS AT ARTESIAN – A NEW CHAPTER IN INDONESIAN COCKTAIL CULTURE
The Slow Roots at Artesian, The Langham Jakarta invites guests to discover a new cocktail experience inspired by the richness of Indonesian soil. Time to...
read more

