Sawaya & Moroni : Solid Fragments

SHARE THIS
2.62K

Published by Sugar & Cream, Friday 17 August 2018

Text by Dira Rohmatun, images courtesy of Sawaya & Moroni

Collection 2018

Label ternama Sawaya & Moroni, memperkenalkan koleksi furniture terbaru dengan menggandeng beberapa desainer ternama seperti Snøhetta, Ma Yansong-Mad Architects, William Sawaya, Setsu and Shinobu Ito, Donato Santoro, dan Toni Cordero.

Koleksi yang telah diluncurkan dalam pesta desain Milan Design Week 2018 menawarkan kesan sebuah ornamen mosaik yang terdiri dari berbagai jenis furnitur. Desain ini dirancang untuk menyampaikan makna hubungan pribadi antara pembuatnya dengan kreativitas arsitektural dalam interior tersebut.

Berikut koleksi yang dirilis pada ajang Salone del Mobile 2018 di Milan tersebut yaitu:

SLOYD BENCH by Snøhetta
Snøhetta dalam koleksi tahun ini memeragakan sebuah bangku yang dinamakan SLOYD BENCH. Bangku dari kayu edisi terbatas buatan kantor arsitektur Norwegia Snøhetta ini, menyorotkan peran krusial ketrampilan manual yang dimainkan oleh tangan manusia. Di mana, saat ini telah memasuki era pada segala proses pembuatan bahan atau alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, nampaknya hanya difokuskan pada kecanggihan teknologi masa kini saja.

Sloyd Bench

GU CHAIR by Ma Yansong, MAD Architects, 2018
Gu Chair merupakan kursi kayu yang dirancang oleh Ma Yansong, sebuah karya yang melibatkan kantor arsitektur China di Museum Seni Narrative George Lucas di Los Angeles.  Dalam setiap pahatannya. ‘Gu’ memiliki arti ‘tulang’ dalam Bahasa China, Ma Yansong mengelaborasikan eksperimennya dengan sebuah tipologi pada bentuk yang berliku mirip dengan jaringan ikat fibrosa yang ada pada makhluk hidup. Dengan demikian, potongan-potongan kayu melebur menjadi satu sama lain, membentuk sebuah pahatan kayu yang halus dan elegan. Lebih lanjut lagi, kursi kayu ini menampilkan lengkungan yang membentuk seperti bentuk tulang asli dari tubuh manusia.

Gu Chair

FOUR WHEELS, coffee table by William Sawaya
Four Wheels merupakan sebuah meja kopi berukuran rendah yang dirancang oleh William Sawaya. Lembaran lempengan logam murni dibagi menjadi empat lempengan berbentuk bulatan yang dilekukan dan ditempatkan pada setiap ujung meja, dengan penempatan yang tidak searah. Lempengan bulatan inilah yang menjadi penopang meja karena berfungsi sebagai kaki meja. Furniture ini juga mengeluarkan variasi berwarna pada setiap lempengan bulatan kaki meja tersebut, yang tentunya pada setiap warna yang ditaburkan dapat memberikan kesenangan tersendiri kepada siapapun yang memilikinya.

Four Wheels

MENTALIST, armchair by William Sawaya
William Sawaya juga merilis sebuah kursi santai yang diberi nama Mentalist. Kursi santai Mentalist tidak hanya memberikan kenyamanan seperti kursi lainnya. Rancangan William Sawaya ini menggantikan material kayu yang biasa digunakan untuk membuat kursi dengan sebuah logam mengkilap yang berbentuk tabung kecil. Tentunya, perubahan material ini menstimulasikan perubahan yang cukup gemilang karena dapat menciptakan inovasi terbaru untuk mengubah desain suatu jenis produk agar berbeda dari sebelumnya. Tabung logam yang mengkilap pada kursi ini berpadu dalam baluran kain berlapis pada jok yang empuk serta melekat pada sandaran kursi sehingga menciptakan suatu karya yang elegan. Kursi santai Mentalist ini tersedia dalam pelapisan tembaga, nikel, dan epoksi dengan warna berbeda yang dapat mempercantik sudut ruangan rumah Anda.

Mentalist

JAPY, dining chair by William Sawaya
Selain meja kopi berukuran rendah dan kursi santai Mentalist, William Sawaya juga merancang sebuah kursi makan yang bernama JAPY. Kursi Japy terbuat dari kayu yang dilapisi dengan bahan kulit pada jok dan sandarannya. Kursi Japy dirancang untuk memberikan kenyamanan saat menyantap makanan. Karakteristik yang menonjol pada kursi ini adalah jok dan sandarannya yang dilapisi bahan kulit dan didukung bagian kaki yang terbuat dari kayu yang pipih dan ujung kaki kursi membentuk pola setengah lingkaran.

Japy

ZAZEN, armchair + sofa by Setsu and Shinobu Ito
Yang menarik perhatian dari sofa kursi Zazen rancanganSetsu and Shinobu Ito ini adalah ‘Metal wall’ yang berdiri tinggi tegak lurus seperti pagar untuk melengkapi sandaran belakang sofa. Konstruksi dan estetis sandaran tersebut menambahkan nilai futuristik pada sofa. Rancangan Setsu and Shinobu Ito ini menimbulkan kesan ‘room within a room’ karena kerangka sofa dibangun dengan mengatur elemen-elemen yang lengkap sehingga memberikan kenyamanan.

Zazen

ROUND TRIP, coffe table by Donato Santoro
Berbeda dengan meja kopi rancangan William Sawaya, meja kopi rancangan Donato Santoro ini terbuat dari perpaduan kaca kristal dan logam. Meja kopi ROUND TRIP menggabungkan karakteristik dari garis kerangka tiga dimensi kubus yang disatukan membentuk kaki meja yang terbuat dari logam dan sebuah kaca kristal yang berbentuk lingkaran sebagai alas tatakan meja. Kombinasi antara dua elemen ini menghasilkan pesona yang unik.

Round Trip

NUMERI, composable armchairs by Toni Cordero
Numeri, kursi-kursi yang tersusun menjadi satu ini merupakan karya re-edition dari desainer Toni Cordero pada tahun 1996. Dengan filosofi “open system”, telah mengeluarkan banyak perkembangan baru dalam arsitektur yang selalu mengejutkan sampai saat ini. Numeri dibentuk dengan susunan elemen yang dirancang sedemikian rupa sehingga sofa tersebut dapat digabungkan satu sama lain sehingga menjadi bentuk sofa baru yang unik dan tentunya nyaman untuk digunakan.

Numeri

Rug House