Intarsia : By the Power of Antiquity and Nature

SHARE THIS
3.28K

Published by Sugar & Cream, Tuesday 03 April 2018

Text by Hermawan K, Images courtesy of Alexander Lamont

Preview Milan Design Week 2018

Alexander Lamont melansir koleksi terbarunya ‘Intarsia’ yang siap menyemarakkan perhelatan Fuorisalone (Milan Design Week 2018 bagian dari Salone del Mobile 2018 ) di Milan pada April mendatang. Ini merupakan debut bergengsi ke 2 bagi label Alexander Lamont untuk melebur dan tampil secara elegan dengan superioritas koleksi terbarunya.

Seperti diketahui bahwa ajang Salone del Mobile dianggap pentas pameran bergengsi dunia untuk desain, furniture, instalasi hingga interior di kota Milan, Italia.
a.1-Alexander-Lamont-Prvw-18
Alexander Lamont

Koleksi terbaru bertajuk ‘Intarsia’ untuk 2018 ini menonjolkan tingkat ketrampilan tangan tingkat tinggi yang dikemas dalam wajah kontemporer. Perpaduan bahan metal seperti kuningan, perunggu dan lain turut memperlihatkan superioritas teknik tradisi pekerjaan tangan yang kini kian memudar.

Alexander Lamont secara konsisten terus menggali tradisi yang hampir punah ini dan menyempurnakan dengan perkembangan teknologi terkini serta diwujudkan dalam desain modern dan kontemporer. Intarasia adalah salah satu dedikasi nyata. Alexander mengekspresikan pernyataan personalnya melalui bentuk dan permukaan yang mengadopsi nuansa masa lampau dan alam.

Terdiri dari kabinet, coffee table, tempat duduk, dan lampu, Intarsia adalah sebuah wujud penghormatan terhadap tekstur dan keseimbangan dalam desain.
a.2-Alexander-Lamont-Prvw-18
Cicada Bar Cabinet

Patung Acrolyth menjadi tumpuan inspirasi Alexander dalam merancang lampu dengan struktur dari bronze-patina dan kilau kristal, marmer onyx, shagreen, atau parchment yang berpadu kontras dalam warna putih dan pale.
a.13-Alexander-Lamont-Prvw-18
Acrolith Floor Lamp, Aphrodite Table & Bedside Lamps

Desainer asal Inggris yang mendirikan studio dan workshop di Bangkok ini juga menyerap daya tarik Lepidoptera, yaitu ordo serangga yang mencakup kupu-kupu dan ngengat. Bentuk sayap kupu-kupu terbuat dari sisik-sisik berwarna-warni dalam susunan geometris yang sempurna.
a.3-Alexander-Lamont-Prvw-18
Prism Sideboard

Meja-meja didesain dengan ragam bentuk yang repetitif dengan material kulit telur yang dipernis, mika, parchment, dan shagreen, untuk menciptakan permukaan yang berpendar.
a.4-Alexander-Lamont-Prvw-18
Howdah Nightstand

Gagasan desain ini direpresentasikan secara anggun oleh Cicada Bar Cabinet. Susunan ubin mika dengan rangka yang terbungkus perunggu, dengan focal point berupa pegangan dari bronze-patina yang diukir dalam bentuk tonggeret.

Selebihnya, Intarsia turut memperlihatkan variasi tekstur terbaru yang bisa diaplikasi dalam berbagai estetika permukaan.

Sebagian besar koleksi Alexander Lamont terbilang sangat ‘exquiste’ dan bukan tergolong produk massal. Faktor kerumitan ketrampilan tangan tingkat tinggi dan kehalusan detil yang diperlihatkan menuntut kesempurnaan yang rapi untuk setiap produknya.
a.10-Alexander-Lamont-Prvw-18
Hudson Stool
a.14-Alexander-Lamont-Prvw-18
Reef Table Lamp
a.7-Alexander-Lamont-Prvw-18
Void Spot Table
a.8-Alexander-Lamont-Prvw-18
Pave Coffee Table
a.9-Alexander-Lamont-Prvw-18
Wishbone Side Table
a.15-Alexander-Lamont-Prvw-18
Tekstur
a.16-Alexander-Lamont-Prvw-18
Tekstur

Rug House