Song Eun Foundation – Tom Tandio
Published by Sugar & Cream, Tuesday 06 September 2016
The Collection of Tom Tandio
Kabar gembira bagi perkembangan seni rupa Indonesia. Salah pengamat seni kontemporer Indonesia dan sekaligus kolektor diundang oleh Song Eun Foundation di Seoul, Korea untuk memamerkan sejumlah koleksi seninya. Pembukaan pameran akan berlangsung pada tanggal 13 Oktober dan dilanjutkan dengan diskusi pada tanggal 15 Oktober. Acara ini bersamaan dengan pekan seni Korean International Art Fair di Seoul dan juga ajang Gwangju Bienalle.

Wimo Ambala Bayang – Sleeping Elephant in the Axis of Yogyakarta,
C-print on aluminum (4 pieces), 2011.
Song Eun Foundation adalah sebuah organisasi nir laba yang dikenal aktif mendukung bakat-bakat baru dari seniman kontemporer Korea dari tahun 2001. Selain itu, organisasi tersebut juga baru saja mengadakan pameran bersama karya kelompok Mes56 dari Yogyakarta. Sebelumnya terdapat sejumlah seniman besar seperti Christine Ay Tjoe (Solo Exhibition in 2015), Leoandro Erlich (Solo Exhibition in 2012), Tom Wesselmann (Solo Exhibition in 2010), dan The Chapman Brothers (Solo Exhibition in 2013). 
Jompet Kuswidananto – The Third Realm(Venice Series), Installation, 2011.
Dalam pameran tersebut, Tom Tandio akan menampilkan karya seniman Wimo Ambala Bayang, Wisnu Auri, Duto Hardono, Jompet Kuswidananto, Aditya Novali, Eko Nugroho, Melati Suryodarmo, Tromarama dan Albert Yonathan. Pameran karya-karya Indonesia ini dikuratori oleh kurator tamu Indonesia yaitu Alia Swastika.

Albert Yonathan Setiawan – COSMIC LABYRINTH: THE BELLS, installation, 2012.
Bagi pencinta seni Indonesia, nama Tom Tandio sudah tidak asing lagi. Sosok pencinta dan pengamat seni serta juga dikenal sebagai kolektor muda dan pendiri dari www. indoartnow.com, sangat aktif dalam berbagai kegiatan seni. Terakhir ini dia diangkat sebagai ketua Board of Young Collector di pameran perdana ArtStage Jakarta bulan Agustus 2016 lalu di Jakarta. Tom Tandio mencurahkan perhatian seninya khusus pada perkembangan seni kontemporer Indonesia. Begitu juga dengan koleksi pribadinya yang sebagian di alokasikan di kota Yogyakarta. Koleksi tersebut pernah diperlihatkan saat berlangsungnya ArtJog beberapa tahun lalu. (JW)
Simak juga interview Tom Tandio dengan Lorenzo Rudolf disini.
MERAJUT NUSANTARA DALAM BALUTAN ELEGAN GARUDA INDONESIA
Garuda Indonesia bersama Sarinah menerjemahkan kekayaan wastra dan kriya Nusantara dalam seragam awak kabin terbaru. Motif lereng dan perhiasan khas...
read moreJF3 FASHION FESTIVAL 2026 — RE-SEE “HARSA” BY LAKON INDONESIA: MENEMUKAN CERITA DI BALIK SETIAP DETAIL
Lewat Re-See, HARSA hadir lebih dekat, membuka cerita tentang detail, material, dan proses yang membentuk setiap karyanya.
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreLOUIS VUITTON X SINGER TAKES TO THE ROAD: WHEN THE ART OF TRAVEL BECOMES A PORSCHE 911
Louis Vuitton and Singer Vehicle Design turn two Porsche 911s into moving expressions of craftsmanship, travel and contemporary luxury.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
