Sikkema Jenkins & Co.- Kara Walker’s Solo Exhibition
Published by Sugar & Cream, Thursday 07 September 2017
Text by Anggita D.S, Images courtesy of Sikkema Jenkins & Co.
7 September – 14 October 2017 – Potret Kehidupan di Amerika Serikat
Kara Walker merupakan seorang seniman multitalenta yang dikenal tak gentar menyampaikan pendapat sesungguhnya mengenai berbagai isu yang seringkali dianggap ‘tabu’ di Amerika Serikat: ras, gender, seksualitas, kekerasan, dan identitas, melalui karya-karyanya. Alih-alih menggunakan kanvas sebagai alasnya, ia lebih memilih menjadikan tembok sebagai latar belakang bagi para karakter berbentuk siluet yang dibuat dari black-cut paper.

Kara Walker bekerja sama dengan Sikkema Jenkins & Co. , New York akan menyelenggarakan pameran tunggal terbarunya pada 7 September – 14 Oktober mendatang dan dapat dipastikan, karya-karya terbarunya tentu akan mengundang terjadinya diskusi, perdebatan, maupun kontroversi antar sesama pencinta seni. Apa pun reaksi yang didapatkan dari pameran kali ini, tak perlu diragukan lagi bahwa Kara mempersembahkan sejumlah di antara karya-karya terbaik dari seorang wanita Afrika-Amerika. Ini adalah salah satu pameran yang mungkin ditunggu para pencinta seni, khususnya juga bagi pencinta Kara Walker. Keberaniannya menyuarakan berbagai isu melalui siluet dari black-cut paper dan goresan-goresannya diatas kanvas.

Sesuai dengan ciri khas karya-karyanya yang ‘lantang’, Kara pun tak segan menyuarakan pendapat apa adanya. “Saya tahu apa yang Anda semua inginkan dari saya, dan selama ini saya menyanggupinya. Tapi sejujurnya saya sudah lelah, lelah karena harus berdiri, diperhitungkan, ‘harus bersuara’ atau lebih parahnya lagi, ‘menjadi panutan,” katanya ketika memberikan statement mengenai pamerannya kali ini. “Saya lelah menjadi anggota sebuah ‘kelompok ras tertentu’ dan/atau ‘gender niche’ saya. Terasa berlebihan sekali, dan saya menulis ini dengan mengetahui betul bahwa hak-hak saya, kapasitas saya, untuk tinggal di negara terkutuk ini sebagai seseorang dengan ras tertentu dan gender minoritas, berada dalam ancaman berkat kelompok supremasi kulit putih dengan keyakinan bobrok mengenai kemurnian ras, lengkap dengan obor dan bendera mereka yang memperlihatkan tingkah laku layaknya sociopath. Anyway, pameran ini menampilkan berbagai karya di atas kertas dan kain linen, digambar dan dibentuk jadi kolase menggunakan tinta, pisau, lem, dan tongkat minyak. Karya-karya ini dibuat sepanjang musim panas tahun ini (tidak termasuk judul). Karya-karya ini tidak dimaksudkan untuk menjadi komprehensif, bersifat aktivis, atau lengkap dalam cara apa pun.”

BEL ÉTAGE AT THE ST. REGIS JAKARTA: A WEEKEND OF EXTRAORDINARY INDULGENCE
Bel Étage at The St. Regis Jakarta unveils a new chapter of its signature brunch, pairing a redesigned carving station with interactive tableside...
read moreCHANEL AND PARIS OPERA: WHERE COUTURE MEETS THE ART OF DANCE
CHANEL returns as a key patron of the Paris Opera’s 2026/27 Dance Season Opening Gala.
read moreLOUIS VUITTON X SINGER TAKES TO THE ROAD: WHEN THE ART OF TRAVEL BECOMES A PORSCHE 911
Louis Vuitton and Singer Vehicle Design turn two Porsche 911s into moving expressions of craftsmanship, travel and contemporary luxury.
read moreWITTMANN: THE ART OF SLEEP
Wittmann’s The Art of Sleep brings artisanal craft, bespoke design and personalised comfort together to create a private sanctuary, where every detail...
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
