A beautiful life deserves a beautiful home
presented by

MOXY NYC, East Village – A Sense Of The Past And Future

3.47K

Text by Farida Esti Image courtesy Moxy Hotel.


Monday 25 November 2019

Konsep Desain Hotel Moxy East Village Menggambarkan Kota New York Masa Malu, Masa Kini, Dan Masa Depan.

Arsitek dan desainer interior ternama, Rockwell Group, baru saja menyelesaikan proyek interior Moxy East Village. Hotel yang berdekatan dengan Webster Hall, NYU, dan Union Square ini menjadi highlight baru bagi area tersebut. Interior dari hotel ini memiliki nuansa urban yang kental karena dihiasi banyak instalasi seni dari beragam seniman kontemporer. Bahkan interior di setiap lantai mewakili narasi lingkungan sekitar untuk membangun memori akan keindahan kota New York.

Alphabet Bar Lounge

Area lobi memancarkan gaya industrial yang memberi strong impact bagi para tamu saat pertama kali memasuki Moxy East Village. Beberapa area publik hotel ini terinspirasi dari karya seni dan kreativitas Kota New York tahun 70-an hingga saat ini. Seperti meja resepsionis bergaya antik karya seniman lokal, Michael Sanzone Studio, hingga sebuah graffiti karya LIC dari Studio En Viu terpajang di lobi.

Alphabet Bar Lobby Lounge
Alphabet Bar Lobby Lounge

Menaiki tangga satu lantai akan mengantarkan tamu menuju Cathédrale Restaurant. Desain interior restoran ini terinspirasi oleh konsep concert hall Fillmore East milik Bill Graham yang sangat ikonis pada tahun 1960-an. Rockwell Group mengajak seniman Italia, Edoardo Tresoldi, untuk berkolaborasi membuat karya seni berbahan metal yang menggantung di plafon layaknya desain gedung Fillmore. Poster konser Fillmore East juga terpajang rapi di dinding dan plafon ruang makan sehingga memperkuat kesan rock ‘n roll.

Cathedrale Dining Room


Presented by Melandas Indonesia

Cathedrale Dining Room

Di lantai yang sama, terdapat Alphabet Bar & Café dengan desain yang terinspirasi dari musik punk East Village era 70-an dan 80-an. Rockwell Group memberi kesan moody dan rebellious pada lobi bar ini. Terdapat pula Alphabet Lounge, tempat singgah para tamu dengan sofa dan karpet unik yang terlihat seperti instalasi seni. Paduan warna neon dan pastel menciptakan suasana tenang namun tetap terasa energik. Menuju Little Sister Bar & Lounge di lantai C2 terlihat lukisan abstrak seniman Apex dari San Francisco menyambut para tamu. Ruangan ini dikelilingi oleh potongan kayu barrel dan lampu LED pada plafonnya membuat suasana semakin hangat dan intimate.

Cathedrale Private Dining Room
Little Sister Bar
Guest Elevator

Memasuki bagian kamar, akan terasa gabungan desain modern dan klasik khas Kota New York. Rockwell Group mendesain bagian koridor bernuansa gelap dan misterius, sedangkan kamar memiliki desain eclectic dengan penggunaan material modern seperti kaca bergambar graffiti, kain tenun dari ikat pinggang, dan canvas upholstery yang menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung. Setiap kamar dipercantik dengan karya seni Xan Padrón, seorang fotografer Spanyol yang tinggal di New York. Untuk interior rooftop bar terinspirasi dari taman belakang khas East Village, dikelilingi oleh energi generasi milenial dengan memadukan beragam warna dan gaya. Tangga menuju kamar mandi dilukis khusus oleh Apex, terasa bagaikan karya seni lampu yang mengarah pada kamar mandi warna-warni.

Double Double Hero
Quad Bunk Hero
Quad Bunk Hero