presented by

10 Destinations for Upcoming ‘’Bali Baru”

SHARE THIS
1.83K

Published by Sugar & Cream, Monday 26 August 2019

Text by Dinda Bestari, images courtesy of various sources

The Joy of Exploring Indonesia

Apa yang lebih sering diketahui para wisatawan luar negeri mengenai Indonesia? Bali. Bali memang bisa dibilang sebagai destinasi globa internasional yang terkenal, daripada destinasi di daerah lainnya. Tak jarang pula nama Bali atau Pulau Dewata ini lebih dikenal dari pada nama Indonesia itu sendiri.

Namun, kini saatnya melirik destinasi surga lainnya yang boleh dibilang ‘precious’ untuk dikunjungi. Masih banyak ‘hidden gem’ di seluruh pelosok negeri dan tentunya menjadi spot yang spektakuler bagi pencinta fotografi. Kementerian Pariwisata kini memperkenalkan 10 destinasi “Bali Baru” demi meningkatkan pemerataan sektor pariwisata Indonesia. “Penggunaan istilah “Bali Baru” ini merupakan deretan destinasi wisata yang dikembangkan pemerintah karena faktor geografis dan lokasi menyerupai Bali, dan adanya program tersebut pemerintah mengharapkan terutama di sektor pariwisata lebih merata sehingga kenaikan jumlah wisatawan yang datang cukup signifikan.

Berikut 10 destinasi “Bali Baru” yang indah dan wajib Anda kunjungi:

1. Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba – Foto by Daniel Morris (Pixabay)

Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Indonesia, bahkan se- Asia Tenggara. Danau yang letaknya di Sumatera Utara ini memiliki luas 1.145 km persegi dan kedalaman sekitar 450 meter dan di tengah danau terdapat pulau vulkanik bernama Pulau Samosir dengan tinggi 1000 mdpl. Di ketinggiannya ini Pulau Samosir tampak seperti pegunungan dari kejauhan. Dan, pemerintah merencanakan akan membangun Taman Bunga Nusantara di kawasan Danau Toba di area seluas 150-200 hektar yang bertujuan agar lebih banyak mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara. Danau Toba tak hanya mempunyai alam memesona, namun juga menyimpan potensi lain seperti wisata kuliner dan wisata belanja yang berlimpah. Sumatera Utara dan Danau Toba menjadi tempat tinggal bagi mayoritas Suku Batak dengan budaya dan kerajinan tangan yang menarik perhatian para pencinta budaya dari dalam dan luar negeri.

Danau Toba – Foto by David Marka (Pixabay) dan foto by Max Grabert (Flickr)

2. Pantai Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung

Pantai Tanjung Kelayang – Foto by Kristian Swandana (Pexels)

Apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengar Bangka Belitung? Film fenomenal karya anak bangsa, Laskar Pelangi. Memang di sinilah lokasi film ini diadakan. Selain alasan panoramanya yang indah, karena bentuknya kepulauan, Bangka Belitung banyak terdapat beberapa pulau dan pantai yang memesona, pastinya layak dikunjungi. Salah satunya ialah Pantai Tanjung Kelayang di Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Saat berkunjung di pantai ini, Anda akan dimanjakan pemandangan surga laut yang indah, pantai pasir putih serta kicauan burung-burung Kelayang. Konon, nama burung tersebut menjadi inspirasi dalam penamaan Pantai Tanjung Kelayang. Keunikan pantai ini ialah memiliki ciri khas batu granit raksasa yang mirip dengan kepala burung garuda, selain itu turut menjadi bagian dari 10 Bali Baru, pantai ini juga ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus di sektor pariwisata. Menurut cerita masyarakat setempat, batu tersebut memiliki kekuatan mistis.

Pantai Tanjung Kelayang – Foto by Remco Poortvliet (Pixabay) dan foto by Haryo Bintoro (flickr)

3. Tanjung Lesung, Banten

Tanjung Lesung in the Morning foto by Bukhoriiksan (en.wikipedia.org)

Pantai Tanjung Lesung merupakan sebuah pantai di daerah Kabupaten Pandeglang, Banten, ujung barat Jawa. Hanya berjarak 160 kilometer dari Jakarta, sehingga mudah dicapai. Dikenal dengan pantai resor karena pemandangan laut menakjubkan, memiliki garis pantai pasir putih 15 kilometer serta juga kehidupan laut di mana pengunjung dapat menikmatinya dengan snorkeling, menyelam, atau memancing. Pantai atau area ini  dinyatakan sebagai salah satu “warisan budaya” karena letaknya berdekatan dengan Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau, dan Pulau Umang. Daya tarik pemandangan alamnya layaknya di Bali, membuat Tanjung Lesung masuk sebagai destinasi wisata “10 Bali Baru”, dan termasuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus serta menjadi salah satu dari 50 tujuan wisata nasional melalui ketetapan Kementerian Pariwisata dan juga destinasi wisata yang pengembangannya dipercepat oleh pemerintah.

Tanjung Lesung – Foto by Hanafi (Flickr)

4. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Kepulauan Seribu – Foto by Made agus devayana (upload.wikimedia.org) dan foto by Jorge Láscar (Flickr)

Letaknya di utara Jakarta, Kepulauan Seribu memiliki daya tarik yang memikat bagi para wisatawan pecinta laut. Seperti namanya Kepulauan Seribu area ini memiliki jumlah pulau yang cukup banyak setidaknya 340-an seluas hingga 9 km persegi, dan di tiap pulaunya memiliki ciri khas masing-masing. Kawasan Kepulauan Seribu merupakan bagian dari Taman Nasional Kepulauan Seribu, yang terdapat empat ekosistem utama pembentuk sistem ekologis kawasan yaitu hutan pantai, hutan mangrove, padang lamun dan terumbu karang. Jadi tidak salah jika Kementerian Pariwisata menetapkan Kepulauan Seribu sebagai satu dari 10 Bali Baru, yang mampu mendatangkan wisatawan dengan jumlah kenaikan yang signifikan tiap tahun. Beberapa pulau yang letaknya lebih dekat dari Jakarta mempunyai sejumlah historical relics, contohnya reruntuhan benteng, sisa reruntuhan rumah sakit yang dulu digunakan untuk karantina haji, serta makam kuno. Bahkan, tak sedikit pulau pun dicanangkan sebagai cagar budaya seperti Pulau Onrust, Pulau Cipir, dan Pulau Kelor.


Presented by Interni Cipta Selaras 

5. Borobudur, Jawa Tengah

Candi Borobudur – Foto by Maulana Iskak (Pixabay)

Salah satu pusaka budaya lokal yang harus kita jaga dan lestarikan adalah Candi Borobudur. Warisan bersejarah dari Dinasti Sailendra yang membangun peninggalan Buddha terbesar di dunia antra 780 – 840 M. Candi ini dibangun sebagai tempat tempat pemujaan Buddha dan tempat ziarah, sebagai petunjuk bagi manusia agar jauh dari nafsu dunia dan menuju pencerahan serta kebijaksanan sang Buddha. Dunia mulai menyadari keberadaan candi ini sejak ditemukan pada 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Dan saat itu, Borobudur telah ‘menjalani’ penyelamatan serta perbaikan kembali. Proyek pemugaran terbesar ini dikerjakan pada 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini dan masuk dalam salah satu masuk Situs Warisan Dunia. Borobudur terletak Magelang, Jawa Tengah, tepatnya 100 km  di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Tumpukan batu yang menyusun Candi Borobudur terbuat dari balok vulkanik yang disusun tanpa bahan perekat. Total reliefnya sendiri berjumlah 2672 dari 1212 relief dekoratif dan 1460 relief kisah. Selain menjadi tempat bersejarah, candi ini menjadi spot fotografi yang apik apalagi jika Anda para wisatawan berkunjung ke sini di saat matahari terbit dan matahari terbenam.

Candi Borobudur – Foto by Jorge Franganillo (Pixabay) dan foto by reggaelooper (Pixabay)

6. Bromo, Jawa Timur

Bromo – Foto by Iqbal Nuril Anwar, foto by Jokotul, foto by Sharon Ang, dan foto by Muhammad Aknafi (Pixabay)

Berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru seluas 800 kilometer persegi. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Gunung Bromo sendiri termasuk dalam kawasan Tengger yang dihuni oleh suku asli, dikenal dengan Suku Tengger. Bagi masyarakat Suku Tengger, Gunung Bromo/Gunung Brahma menjadi gunung suci, karena tiap setahun sekali Suku Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo kemudian lanjut puncak Bromo, dan  diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa, sebagai persembahan sayuran, ayam, dan uang dilemparkan ke dalam kawah gunung berapi. Bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, yang mengunjungi tempat wisata ini dapat menyewa mobil jeep untuk naik ke lokasi, dan mobil jeep dimiliki oleh penduduk setempat demi menaikkan sektor ekonomi mereka apalagi ketika musim liburan tiba. Atau Anda bisa menginap di salah satu hotel di Prigen, Tretes, untuk memastikan bahwa Anda berada di tepi kawah sebelum matahari terbit. Kuda poni dapat membawa Anda melintasi lautan pasir ke dasar tangga curam yang mengarah ke kawah. Namun disarankan jika hendak ke sini menjelang pagi sekitar pukul 3 untuk melihat keindahan sunrise.

7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Mandalika – Tanjung Aan foto by Irvan Ces, Kuta Lombok View from hill near Pantai Seger foto by Whatsinaname, Biru Bening Tanjung Aan foto by Dhika Ayu Agustin Cahyani, dan Batu Payung foto by Irvan Ces (upload.wikimedia.org)

Mandalika merupakan kawasan wisata seluas 1.035 hektar yang berlokasi di di Kabupaten Lombok Tengah,  Nusa Tenggara Barat. Dan Mandalika telah diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang diharapkan dapat menjadi destinasi liburan yang representatif di Lombok karena di sini banyak tersedia beberapa hotel dan fasilitas rekreasi dan saat ini, sudah memiliki 7 spot wisata alam yang mampu memesona wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah menggalakan pembangunan baik jalan lintas, listrik, air, dan kawasan ekonomi maupun sektor industri. Yang patut kita bangga bahwa di sini akan mempunyai memiliki Sirkuit Balapan Moto GP bertaraf Internasional. Sirkuit balan ini akan menjadi sirkuit pertama di dunia yang menawarkan keindahan pesona alam indah, solar cell farm, lapangan golf, area komersial, serta pemandangan Samudra Hindia yang masyakat setempat karena masih terpelih berenang, berselancar, kayak, speed boat hingga memancing atau Anda lebih melakukan aktivitas ‘me-time’ bisa dilakukan di sini. Mandalika dipercaya berasal dari kisah daerah menceritakan tentang seorang putri bernama Putri Mandalika yang berubah menjadi makhluk bernama Nyale karena tidak ingin dipersunting oleh seorang pangeran. Dan tidak ingin menjadi perebutan para pangeran sehingga timbul peperangan, ia memutuskan untuk terjun ke laut dan berubah menjadi Nyale agar para pangeran tidak melakukan perang. Dari cerita rakyat itulah Festival Pesona Bau Nyale berasal dan diadakan tiap tahun.

8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo – Padar Island foto by Cherene Saradar (Pixabay), foto by Rina Agtiana (Pixabay), Komodo Dragon at Komodo National Park foto by Adhi Rachdian (upload.wikimedia.org), Labuan Bajo sunset, Flores, Indonesia 2016 foto by Paul Arp (Fli \ckr)

Labuan Bajo bisa dibilang menjadi  salah satu surga wisata di Indonesia yang masuk ke dalam program destinasi 10 Bali Baru. Labuan Bajo dulunya merupakan sebuah desa dari 9 desa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Dulu, Desa Labuan Bajo menjadi ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten, namun sekarang menjadi Kota Labuan Bajo. Nama Labuan Bajo sendiri berasal dari kata Labuan yang berarti ‘tempat berlabuh’ dan Bajo dari kata ‘suku Bajo’. Salah satunya adalah Tanaman Nasional Komodo, Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Gua Batu Cermin, Pulau Bidadari, Kanawa, Pulau Wae Lulu, hingga Puncak Waringin. Labuan Bajo dapat diakses melalui jalur laut dan udara, memiliki bandara internasional yang terletak di Kota Labuan Bajo, provinsi Kepulauan Flores serta mempunyai destinasi wisata yang banyak namun langka. Seperti, Taman Nasional Komodo. Taman ini merupakan pusat habitat dari komodo itu sendiri. Komodo menjadi salah satu hewan purba yang masih ada hingga kini dan hanya ada di Indonesia. Tahun 1991 UNESCO menetapkan Taman Nasional Komodo ini sebagai salah situs warisan dunia dan 2011 Pulau Komodo masuk ke dalam salah satu 7 keajaiban dunia. Dan saru lagi tempat wisata unik di dunia yang ada di Labuan Bajo yaitu Pink Beach. Pantai pada umumnya memiliki pasir yang berwarna putih atau hitam, berbeda dengan Pink Beach yang ada di Labuan Bajo ini. Selain memiliki pemandangan menakjubkan tentu saja keunikan pasir yang berwarna merah muda. Pink Beach juga menghadirkan keindahan alam bawah laut, biota ikan yang mengagumkan serta beraggam terumbu karang yang masih terjaga.

9. Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wakatobi – Foto by Vaughan McShane (Flickr)

Wakatobi secara luas dikenal sebagai destinasi wisata dengan banyaknya spesies terumbu karang dan ikan tertinggi di dunia. Pulau-pulau ini juga terkenal sebagai penghalang karang terbesar di Indonesia, kedua setelah Great Barrier Reef di Australia. Di sini dapat ditemukan pinggiran, atol, dan terumbu karang penghalang dan menawarkan lebih dari 50 situs ekspedisi penyelaman spektakuler yang mudah diakses dari pulau-pulau utama. Wakatobi merupakan habitat spesies ikan besar dan kecil, taman bermain lumba-lumba, kura-kura dan bahkan paus, memiliki 942 spesies ikan dan 750 spesies terumbu karang dari total 850 koleksi dunia. Kurang lebih 70 persen dari total spesies karang atau coral di dunia berada di dasar laut Wakatobi. Selain itu, Wakatobi berada di jantung segitiga terumbu karang dunia (coral triangle). Pesona bawah laut Taman Nasional Wakatobi yang luasnya mencapai 1,39 juta hektare ini  menjadikan destinasi wisata yang ketagihan untuk kembali ke sini.

Wakatobi – Wakatobi beach 2006 foto by Jenny, Taipei (upload.wikimedia.org), dan foto by Monica Volpin (Pixabay)

10. Morotai, Maluku Utara

Morotai – Dodola Island, North Maluku, Indonesia foto by @indrasetyabudi

Morotai merupakan sebuah pulau kecil di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara dan menjadi saksi tragis pada Perang Dunia II. Pulau cantik yang dikelilingi pantai berpasir putih ini juga masih menyimpan peninggalan PD II seperti kapal perang dan pesawat tempur karam hasil pertempuran. Namun bukan karena pernah menjadi saksi bisu peperangan, kekuatan alam dari Pulau Morotai sangatlah indah. Yang menjadi favorit para wisatawan ialah Pulau Dodola besar maupun kecil, karena ketika air surut, pasir akan membentang seperti jembatan penghubung antar kedua pulau. Selain itu, kawasan ini menjadi alasan wisatan domestik maupun mancanegara untuk aktivitas diving  atau pun surfing terutama saat angin kencang yang membawa ombak yang menakjubkan. Morotai Yang menarik di Morotai ialah kawasan ini memiliki 35 pulau kecil dan 2 pulau besar yang memesona, seperti Pulau Koloray dan Pulau Zumzum yang menawan dan Pulau Morotai sendiri dijuluki sebagai pulau 3 matahari.

Interni Cipta SelarasZipblind & VF