Houses of Style and Inspiration
presented by

The Guangzhou Circle by Architect Joseph di Pasquale

5.04K

Text by Dinda Bestari, Image courtesy of Joseph di Pasquale.


Tuesday 23 March 2021

Gate of Jade of the Third Millennium

Sebuah gedung pencakar langit dengan ketinggian 138 meter yang berbentuk unik yaitu sebuah lingkaran berada di tepi Sungai Mutiara menjadi ikon baru Kota Guangzhou, Cina. Bentuk unik yang terinspirasi dari cakram giok kuno tidak lain adalah kreasi arsitek Joseph di Pasquale, pendiri Studio JDP Architects. Pasquale merancang bangunan ini, sebagai salah satu upaya untuk mengeksplorasi jenis bangunan baru untuk Milenium Ketiga, tidak seperti gedung pencakar langit vertikal  ala Barat dan Amerika yang stereotip.

Pasquale terinspirasi untuk membangun Guangzhou Circle setelah bertemu dengan Zhou Yifeng, klien proyek dan pemilik Hongda Xingye Group (pusat perdagangan bahan plastik terbesar di dunia). Yifeng menginginkan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai headquarter perusahaan dan sebagai pusat pengembangan yang lebih besar,  juga akan mencakup hotel, museum, dan gudang.

Guangzhou Circle dengan di 33 lantai dan permukaan 85 ribu meter persegi, merupakan bangunan melingkar tertinggi di dunia dengan ciri unik berupa lubang kosong di tengah dengan diameter 48 meter. Bangunan ikonis ini diresmikan pada 16 Desember 2013, dan pada 2014, CNN menempatkannya di antara sepuluh bangunan paling menarik di dunia.


Presented by Interni Cipta Selaras

MEANINGS AND SYMBOLS
Banyak arti lain yang terkait dengan bentuk bangunan ini, yang mampu menciptakan jembatan antara Timur (East) dan Barat (West), antara Dulu (Past) dan Sekarang (Present) juga dari cakram giok klasik dengan makna simbolis yang dalam hingga tradisi numerologi Feng Shui. Secara khusus, cakram ganda dari giok merupakan simbol kerajaan dari Dinasti Tiongkok kuno yang menguasai dataran ini sekitar dua ribu tahun lalu. Guangzhou Circle  memantulkan air sungai, membentuk desain yang persis sama: cakram ganda dari batu giok. Membentuk angka 8, yang memiliki arti  nilai pendamaian kuat dalam budaya Tionghoa.

Di sisi lain, tradisi Barat juga hadir dalam konsep bangunan ini diekspresikan melalui referensi  jelas pada gagasan ‘mengkuadratkan lingkaran’ yang berasal dari Renaissance Italia. Faktanya, adanya dua fasad melingkar yang juga mendukung secara struktural. Susunan ‘lantai gantung’ yang mengelilingi fasad dengan sempurna, kembali ke membentuk ‘persegi’ ortogonal, menciptakan ruang interior menjadi tempat tinggal.

ROOTS AND THE EAST – WEST DIALECTIC
“Akar (roots) sangat penting bagi saya. Membandingkan dan bertukar dengan budaya lain adalah suatu keharusan, namun ini sama sekali tidak berarti bergerak menuju standarisasi perilaku dan mentalitas; sebaliknya, akan mengarah pada kesadaran yang lebih besar akan nilai-nilai seseorang. Berhubungan dengan tradisi adalah sumber inspirasi utama saya. Menurut pendapat saya, tradisi merupakan kunci dari apa yang saya yakini sebagai ‘evolusi (evolution)‘ yang berkelanjutan secara budaya yang disebut sebagai identitas ‘solid (solid)‘, karena berakar kuat pada inti nilai Yang harus dilestarikan dan dilindungi. Bagi saya, ‘pelestarian (preservation)‘ dimaksudkan sebagai kondisi yang diperlukan untuk ‘kemajuan (progress)‘ yang dipahami sebagai ‘evolusi (evolution)‘ konstruktif sebagai lawan dari ‘progresivisme (progressivism)‘ yang dimaksudkan sebagai evolusi merusak identitas seseorang, baik sebagai individu dan sebagai komunitas”, tegas Pasquale.

Joseph Di Pasquale meringkas visinya tentang dialektika Timur – Barat sebagai berikut: “Dualisme antara budaya Barat dan Timur yang ada di sepanjang sejarah, adalah penting, untuk pendekatan yang benar, untuk tidak mengadopsi sikap ‘pilihan (choice)‘ dan ‘prevalensi (prevelance)‘, karena kehadiran ‘jati diri budaya lain (another cultural self’ menjadi kondisi esensial dan eksistensial dari identitas seseorang.”

Setelah pembangunannya, Guangzhou Circle didaulat menjadi salah satu bangunan simbolis Kota Guangzhou. Citranya banyak digunakan dalam berbagai kesempatan, dalam poster atau gambar iklan untuk ‘’meringkas’’ forma urbi dari gaya metropolis Cina dengan menafsirkan perannya sebagai ‘Gerbang Giok (Gate of Jade)‘ dari perkotaan yang besar.

Studio JDP Architects yang berbasis di Milan ini didirikan oleh arsitek Joseph di Pasquale  pada 2015. Dengan mengusulkan refleksi tajam dan terartikulasi pada tema arsitektur kontemporer dan pendekatan desain untuk daerah perkotaan, dalam visi yang terdiri dari model budaya yang berbeda. Studio ini menawarkan ‘’bacaan baru’’ tentang hubungan masyarakat urban yang tidak lagi polisentris tetapi retikuler, serta memaknai tema keberlanjutan sebagai kebiasaan serta kewajiban etis, yang menjadi dasar bagi semua desainer.