SRISASANTI GALLERY MEMPERSEMBAHKAN 3 PAMERAN TUNGGAL OLEH ABENK ALTER, DARBOTZ, AND TAHER JAOUI
Published by Sugar & Cream, Wednesday 14 February 2024
Images courtesy of Srisasanti Gallery
@Pacific Place Mall, Jakarta, 4 Februari – 3 Maret 2024
Srisasanti Gallery mempersembahkan 3 presentasi tunggal oleh Abenk Alter, Darbotz, dan Taher Jaoui di Pacific Place Mall, Jakarta.

Abenk Alter – Remedy in Many
Remedy in Many oleh Abenk Alter mendorong gagasan optimis tentang bagaimana berhubungan dengan orang lain dapat menjadi obat yang ampuh di saat ketidakpastian dan konflik. Pada awal tahun 2024, baik di Timur maupun Barat, konflik kepentingan meningkat menjadi peperangan, sehingga membayangi visi ideal tentang ikatan komunal. Ketegangan politik yang terjadi baru-baru ini di Indonesia juga menjadi pengingat akan rapuhnya persatuan di tengah tantangan kontemporer. Dihadapkan pada agenda-agenda yang didorong oleh ego di masa kebebasan ini, kerinduan masyarakat akan kebersamaan perlahan-lahan memudar.

Abenk Alter – Remedy in Many
Monstrous Mastery oleh Darbotz merupakan preview pameran tunggal Darbotz mendatang dengan Srisasanti Gallery di Yogyakarta pada Maret 2024. Di mata Darbotz, untuk hidup dan bertahan hidup di kota besar berarti rela berjuang. Di sini, kita harus menunjukkan sisi monster kita—sisi yang mampu melewati perjuangan dan menghadapi kenyataan pahit yang ada di sekitar kita. Darbotz menggambarkan bahwa di dalam diri kita masing-masing terdapat sisi monster dengan berbagai kepribadian, keterampilan, dan pola pikir yang bertindak sebagai sistem pertahanan internal kita. Namun pada akhirnya, kita harus tetap sadar bahwa kita adalah manusia, dan sisi monster ini hanya boleh digunakan saat kita membutuhkannya.

Darbotz – Monstrous Mastery

Presented by Coulisse | INK
The Butterfly Effect oleh Taher Jaoui mengeksplorasi gagasan tentang bagaimana perubahan kecil dapat membawa hasil yang lebih besar dan signifikan. Judul “The Butterfly Effect” diambil dari teori chaos dengan judul yang sama, di mana ahli matematika dan meteorologi Edward Norton Lorenz terkenal menciptakan metafora tentang bagaimana kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya di Texas dapat menyebabkan tornado di Brasil. Dalam proses artistiknya, setiap sapuan kuas—garis, guratan, pusaran, warna, noda, dan bentuk—dalam komposisi dinamisnya mewujudkan maksud yang menciptakan reaksi berantai yang tidak direncanakan sebelumnya, secara spontan mengembangkan pola-pola tertentu yang dapat kita pastikan sendiri.

Darbotz – Monstrous Mastery
Tiga (3) presentasi tunggal ini akan dibuka untuk umum dari 4 Februari – 3 Maret 2024. Jam buka pameran adalah Senin – Minggu, 10:00 – 22:00 WIB.

Taher Jaoui – The Butterfly Effect

Taher Jaoui – The Butterfly Effect
ROYAL COPENHAGEN INTRODUCES IRIS FOR SPRING 2026 COLLECTION
Royal Copenhagen unveils Iris for Spring 2026 — a softly coloured porcelain collection designed to bring warmth and effortless elegance to your table.
read moreDAVIDE GROPPI – ONEOFF BY OMAR CARRAGLIA
OneOff by Omar Carraglia for Davide Groppi, the ceiling becomes a luminous canvas—where a single gesture sculpts gradients, colour, and atmosphere into...
read moreB&B ITALIA OUTDOOR COLLECTION 2026
B&B Italia’s Outdoor Collection 2026 reflects a seamless dialogue between interior comfort and outdoor living.
read moreNEMO EXTENDS A PERRIAND CLASSIC FOR EXTERIOR LIVING: APPLIQUE À VOLET PIVOTANT OUTDOOR
Nemo extends one of Charlotte Perriand’s most enduring lighting designs into the outdoors, introducing the Applique à Volet Pivotant Outdoor.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read morePELUNCURAN PERDANA LEGANO HOME MENGGANDENG AGAM RIADI DI ST REGIS RESIDENCE JAKARTA
Peluncuran perdana LEGANO HOME menggandeng Agam Riadi di St. Regis Residence Jakarta: menyatukan kemewahan dan jiwa dalam sebuah ruang.
read more

